Wisuda ke-141, Rektor UIN Jakarta Bekali Lulusan dengan Tiga Nilai Utama

Wisuda ke-141, Rektor UIN Jakarta Bekali Lulusan dengan Tiga Nilai Utama

Nazwa Adawiyah Alif Qadafie Furoozan Firdaus
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., melantik 765 wisudawan pada hari kedua Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Magister ke-141 di Auditorium Harun Nasution, Ahad (06/09/2026). Dari total 3.154 peserta Wisuda ke-141, para lulusan tersebut berasal dari Fakultas Ushuluddin sebanyak 215 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 416 orang, serta Fakultas Ilmu Kesehatan 134 orang.

Prosesi pelantikan diawali pembacaan Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan pembacaan Keputusan Rektor UIN Jakarta Nomor 516 Tahun 2026 tentang Peserta, Peserta Terbaik, dan Peserta dengan Skripsi Terbaik Wisuda ke-141 Tahun Akademik 2025/2026 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Karlie, S.Ag., S.H., M.A., M.H. Prosesi turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, ketua lembaga, kepala biro dan unit, guru besar, dosen, sivitas akademika, tamu undangan, serta keluarga dan para wisudawan. Rektor kemudian melantik para lulusan sebelum dilanjutkan sambutan perwakilan wisudawan dan alumni.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan selamat atas pencapaian para lulusan sekaligus mengajak mereka menjadikan pengalaman selama menempuh pendidikan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menjadi alumni. Rektor juga menekankan keunggulan lulusan UIN Jakarta yang memperoleh pendidikan dengan pendekatan integrasi keilmuan. Menurutnya, penguasaan sains perlu berjalan bersama teologi dan nilai spiritual agar ilmu yang dimiliki tidak kehilangan arah serta tetap menghasilkan kesadaran terhadap kemanusiaan.

“Penentuan ke depan tidak ditentukan semata-mata oleh secarik kertas. Penentuan ke depan ditentukan oleh mentalitas dan karakter,” tegasnya.

Berangkat dari hal tersebut, Rektor membekali para lulusan dengan tiga nilai utama yang perlu menjadi pegangan ketika memasuki kehidupan bermasyarakat. Ketiganya merupakan integritas, spiritualitas, serta orientasi untuk memberikan kemudahan dan manfaat bagi sesama.

“Integritas harus selalu menempel di jidat dan hati kita,” kata Rektor.

Nilai kedua yang ditekankan adalah spiritualitas. Rektor mengingatkan bahwa kemampuan keilmuan dan inovasi harus disertai nilai spiritual karena kehidupan tidak hanya berorientasi pada pencapaian material. Spiritualitas, menurutnya, membentuk kesadaran bahwa kehidupan merupakan amanat yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.

“Jangan diabaikan. Kehebatan berinovasi tanpa spiritualitas adalah nol besar,” tegasnya.

Adapun nilai ketiga adalah menjadikan kehadiran diri sebagai sesuatu yang memberikan kemudahan bagi orang lain. Rektor mengajak lulusan tidak berhenti pada kebanggaan terhadap ijazah, IPK, toga, maupun gelar, tetapi mempertanyakan kontribusi yang dapat mereka berikan setelah kembali ke tengah masyarakat.

What do you bring for the society? Maadha tahmil lil mujtama? Apakah secarik kertas? Kebanggaan dengan IPK? Toga? Atau gelar? Tidak semata-mata itu. Yang ditunggu oleh masyarakat adalah bagaimana kita bisa berkontribusi dan berdampak,” ungkapnya.

Menurut Rektor, kebermanfaatan dapat diwujudkan melalui tindakan yang membuat kehidupan orang lain lebih mudah, nyaman, tenteram, dan bahagia. Ia menilai orientasi untuk memudahkan sesama juga dapat menjadi dasar lahirnya inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sekecil apa pun yang kita perbuat, niatkan untuk memberikan kemudahan bagi sesama,” imbuhnya.

Rektor juga mengingatkan para lulusan mengenai jasa orang tua yang menjadi bagian penting di balik pencapaian mereka. Karena itu, keberhasilan memperoleh gelar diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi diteruskan melalui kontribusi yang memberi dampak bagi masyarakat.

“Jadikan kehadiran kita memberikan kenyamanan, ketenteraman, dan kebahagiaan bagi orang lain. Itulah sosok yang ditunggu-tunggu,” pungkasnya.

Melalui tiga nilai tersebut, Rektor menegaskan bahwa ukuran keberhasilan lulusan UIN Jakarta tidak berhenti pada gelar dan capaian akademik. Integritas menjadi fondasi karakter, spiritualitas menjadi penuntun dalam menggunakan ilmu dan berinovasi, sedangkan kemanfaatan menjadi wujud nyata keberadaan alumni di tengah masyarakat. Dengan membawa ketiganya, para lulusan diharapkan mampu menjadi sarjana, magister, dan doktor yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memberi dampak bagi kehidupan.

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Minggu (06/08/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini: