Wisuda ke-141 Hari Kedua: Empat Wisudawan Terbaik UIN Jakarta Raih Predikat Cum Laude

Wisuda ke-141 Hari Kedua: Empat Wisudawan Terbaik UIN Jakarta Raih Predikat Cum Laude

Nazwa Adawiyah Kezia Dava Adean Zamzani
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan 765 wisudawan pada hari kedua Wisuda ke-141 Program Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026, Ahad (06/09/2026), di Auditorium Harun Nasution. Peserta berasal dari Fakultas Ushuluddin (FU) 215 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 416 orang, serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) 134 orang, sebagai bagian dari rangkaian wisuda yang mengukuhkan 3.154 lulusan secara keseluruhan.

Prosesi diawali dengan rangkaian pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Al-Qur’an isyarat, doa, pembacaan Surat Keputusan Rektor Nomor 516 Tahun 2026 tentang Peserta, Peserta Terbaik, dan Peserta dengan Skripsi Terbaik Wisuda ke-141, hingga pelantikan oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. Sidang dihadiri Sekretaris Senat Prof. Bambang Suryadi, Ph.D., para Wakil Rektor, pimpinan fakultas, sivitas akademika, serta orang tua dan wali wisudawan.

Dalam keputusan tersebut, UIN Jakarta menetapkan empat wisudawan terbaik ke-141 pada hari kedua diantaranya gelar S2 yang berasal dari FU, Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir meraih IPK 3,96, Khaerul Umam, disusul dengan prodi yang sama, Muhammad Khairurrozikin. Penghargaan selanjutnya jatuh kepada prodi Perbankan Syariah, FEB, IPK 3,97, A Sayyidul Afkar. Terakhir, predikat cum laude diraih oleh FIKES, Farmasi, Nurul Hidayah dengan IPK 3,92.

Capaian tersebut menjadi bagian dari apresiasi akademik UIN Jakarta terhadap lulusan yang menunjukkan prestasi selama menjalani pendidikan. Penghargaan tidak hanya menempatkan capaian akademik sebagai ukuran keberhasilan, tetapi juga menegaskan pentingnya membawa nilai pendidikan ke dalam kehidupan setelah menyelesaikan studi.

Sebagai peraih predikat berasal dari FU, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan IPK 3,96, Khaerul Umam memimpin proses Prasetia Sarjana, mewakili ratusan wisudawan. Harapannya adalah menerapkan isi yang terkandung dalam ikrar tersebut. Salah satunya adalah menjadi lulusan UIN Jakarta yang berdampak baik dengan mematuhi ajaran Islam ditengah masyarakat.

“Sebagai sarjana muslim, kami akan patuh dan setia melaksanakan ajaran-ajaran Islam dan selalu sadar akan tanggung jawab kami terhadap kesejahteraan umat, masa depan bangsa, dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945,” ikrar Khaerul yang diikuti oleh ratusan wisudawan.

Selain itu, sebagai wisudawan terbaik, A. Sayyidul Afkar turut menyampaikan bahwa perjalanan menuju kelulusan tidak berlangsung dengan proses yang seragam. Setiap mahasiswa memiliki cerita, tantangan, dan arah masing-masing, tetapi seluruhnya dipertemukan oleh proses belajar yang akhirnya mengantarkan mereka pada momentum wisuda.

“Tema wisuda pada hari ini yaitu ‘Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak bagi Kemanusiaan’ bukan sekadar tema untuk acara hari ini saja, melainkan menjadi pengingat tentang nilai-nilai yang seharusnya kita bawa setelah meninggalkan dunia perkuliahan,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi lulusan inovatif tidak selalu berarti menghasilkan sesuatu yang besar. Inovasi dapat dimulai dari keberanian menyampaikan gagasan, mencari solusi atas persoalan, serta mempertahankan kemauan untuk terus belajar. Namun, kemampuan tersebut perlu berjalan beriringan dengan integritas agar ilmu dan kompetensi yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.

“Pintar dan inovatif saja belum cukup. Kita juga harus memiliki integritas, yaitu tetap jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya, bahkan ketika tidak ada orang lain yang mengawasi kita. Nilai inilah yang akan menjadi dasar bagi kita dalam menggunakan ilmu dan kemampuan yang telah kita peroleh,” ungkapnya.

Di sisi lain, Nurul Hidayah, menceritakan bahwa capaian akademiknya turut dibentuk oleh pengalaman berorganisasi dan perjuangan menyelesaikan penelitian skripsi. Selama kuliah, ia aktif dalam Paguyuban KSE Jakarta dan mengikuti magang di Indonesian Pharmacist Youth Group (IYPG) DKI Jakarta.

“Tantangan terbesar selama kuliah adalah saat penelitian skripsi. Karena menggunakan metode dan hewan uji yang baru di bidang farmasi, saya harus melewati proses trial and error. Namun berkat dukungan dosen pembimbing, penelitian tersebut berhasil diselesaikan. Saat ini saya langsung melanjutkan ke Pendidikan Profesi Apoteker,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa capaian akademik tidak hanya lahir dari hasil akhir, tetapi juga dari proses menghadapi tantangan, mencoba kembali setelah mengalami kegagalan, serta memperoleh dukungan dari lingkungan akademik. Bagi Nurul, perjalanan tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya.

Rangkaian tersebut menegaskan bahwa Wisuda ke-141 tidak berhenti pada pengukuhan capaian akademik, tetapi juga tetap mempertahankan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipelajari. Momentum ini menjadi fase baru dengan membawa tiga nilai utama yang menjadi tema wisuda: inovasi dalam menghadapi perubahan, integritas dalam menggunakan ilmu dan kompetensi, serta kebermanfaatan bagi kemanusiaan. Dengan demikian, predikat terbaik dan capaian akademik menjadi titik awal untuk membuktikan kualitas lulusan melalui kontribusi nyata setelah meninggalkan kampus.

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Minggu (06/08/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini: