Weekly News: Update Berita Sepekan Edisi 27 Agustus 2026
#KabarFakultas: FK UIN Jakarta Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui Program Student Exchange

Berita 1 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat langkah menuju pendidikan berkelas global melalui program student exchange yang membawa mahasiswa belajar langsung di Tohoku University, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Chiang Mai University. Tak sekadar menambah pengalaman, program ini dirancang untuk mengasah kemampuan klinis, riset, kesehatan masyarakat, komunikasi, adaptasi, hingga profesionalisme mahasiswa dalam lingkungan lintas budaya. Dengan empat pilihan kegiatan—Clinical Attachment, Community Health Program, Medical Research Elective, serta Public Health/NGO Internship—para peserta ditantang merasakan langsung dinamika dunia kesehatan internasional sekaligus membawa pulang pengalaman yang diharapkan dapat menghasilkan karya dan publikasi.
Bangun Kemitraan Akademik Global, UIN Jakarta dan Hartford International University for Religion and Peace Sepakati Kerja Sama

Berita 2 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memperluas jejaring akademik global dengan menggandeng Hartford International University for Religion and Peace melalui penandatanganan MoU di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Kerja sama ini tak sekadar memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi diarahkan pada program nyata seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, seminar internasional, serta pengembangan studi agama, dialog lintas iman, dan peace-building. Dengan kekuatan UIN Jakarta dalam kajian Islam dan masyarakat plural serta keunggulan Hartford dalam studi agama dan perdamaian, kedua universitas membuka peluang kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kontribusi baru bagi masyarakat global.
Lima Mahasiswa FSH UIN Jakarta Sempurnakan Permohonan Uji Formil UU Polri di MK
Berita 3 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Lima mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membawa UU Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan UU Polri ke Mahkamah Konstitusi (MK) melalui permohonan uji formil. Mereka menilai proses pembentukan undang-undang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pembentukan peraturan perundang-undangan, termasuk karena dinilai tidak melibatkan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI serta berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara Polri dan urusan sipil. Setelah memperbaiki permohonan dan menambahkan alat bukti serta petitum, para mahasiswa meminta MK menyatakan UU 5/2026 bertentangan dengan UUD 1945, mengembalikan keberlakuan UU 2/2002, atau memberikan waktu satu tahun untuk melakukan perbaikan dengan melibatkan masyarakat sipil. Langkah lima mahasiswa ini menjadi sorotan karena mereka tidak hanya mengkritisi sebuah undang-undang, tetapi juga menguji langsung proses pembentukannya di hadapan MK.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya UIN Jakarta pada Upacara HUT ke-81 RI
Berita 4 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak hanya menggelar upacara, tetapi juga memberikan Satyalancana Karya Satya kepada lima sivitas akademika atas pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi sekaligus pengingat bahwa panjangnya masa pengabdian harus terus diiringi karya, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa sivitas akademika memiliki tugas mengisi kemerdekaan melalui ilmu, gagasan, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Bagi para penerima penghargaan, puluhan tahun pengabdian bukanlah garis akhir, melainkan dorongan untuk terus mengajar, meneliti, berkarya, dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi bangsa.
PLKI UIN Jakarta Gelar FGD Keimigrasian untuk Sukseskan Mahasiswa Internasional UIN Jakarta
Berita 5 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Sebanyak 23 mahasiswa internasional dari delapan negara memulai perjalanan akademiknya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan bekal pemahaman tentang aturan keimigrasian melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka PBAK 2026/2027. Kegiatan yang digelar PLKI UIN Jakarta ini membekali mahasiswa dari Thailand, Afghanistan, Gambia, Nigeria, Uzbekistan, Pakistan, Kamboja, dan Yaman dengan informasi penting seputar visa, izin tinggal, dokumen resmi, hingga dukungan finansial dan pendampingan dari kampus. Tak hanya urusan administrasi, program ini juga menghadirkan dukungan dari mahasiswa senior melalui International Student Association, sehingga para mahasiswa baru tidak perlu menghadapi tantangan beradaptasi seorang diri. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UIN Jakarta ingin memastikan mahasiswa internasional tak hanya aman dan nyaman menjalani studi, tetapi juga siap menjadi bagian dari jejaring global yang kelak dapat berkontribusi bagi Indonesia.
Gantikan Profesor Dede Rosyada, Profesor Andi Faisal Bakti Pimpin Senat UIN Jakarta
Berita 6 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menetapkan Prof. Andi M. Faisal Bakti, M.A., Ph.D. sebagai Ketua Senat dan Prof. Bambang Suryadi, Ph.D. sebagai Sekretaris Senat periode 2026–2030 melalui pemungutan suara yang diikuti 120 anggota Senat. Kepemimpinan baru ini membawa misi penting untuk mengembalikan Senat sebagai penjaga marwah dan integritas akademik, sekaligus memperkuat kebebasan akademik, etika, kualitas dosen, serta standar keilmuan di lingkungan kampus. Di sisi lain, kepengurusan sebelumnya meninggalkan sejumlah capaian, termasuk penguatan sumber daya manusia dan pengembangan puluhan Guru Besar, serta menitipkan satu pekerjaan besar: pembaruan Statuta UIN Jakarta agar mampu menjawab perkembangan dan tantangan universitas ke depan.
Perkuat Riset, UIN Jakarta Lakukan Benchmarking ke Universiti Malaya
Berita 7 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melirik Universiti Malaya (UM) sebagai rujukan untuk memperkuat ekosistem riset dan membawa penelitian kampus ke level internasional. Melalui kunjungan benchmarking ke salah satu perguruan tinggi terkemuka Asia yang menempati peringkat 58 dunia dalam QS World University Rankings 2026, delegasi UIN Jakarta mempelajari tata kelola penelitian, strategi meningkatkan kualitas publikasi, pengembangan peneliti, hingga cara membangun jejaring akademik global. Tak berhenti pada belajar, kunjungan ini juga membuka peluang riset bersama dan publikasi kolaboratif dengan akademisi UM. Langkah tersebut menjadi bagian dari ambisi UIN Jakarta untuk membangun budaya riset yang lebih kuat, produktif, dan mendunia—dengan harapan hasil benchmarking tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi berubah menjadi kolaborasi nyata.
PLKI UIN Jakarta Gelar FGD Keimigrasian untuk Sukseskan Mahasiswa Internasional UIN Jakarta
Berita 8 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Sebanyak 23 mahasiswa internasional dari delapan negara memulai perjalanan akademiknya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan bekal penting tentang aturan keimigrasian melalui FGD dalam rangka PBAK 2026/2027. Tak hanya membahas visa dan Izin Tinggal Terbatas (ITT), kegiatan ini juga memperkenalkan sistem pendampingan kampus yang mencakup bantuan pengurusan dokumen, pembiayaan visa bagi penerima Beasiswa Rektor, program BIPA, asrama, hingga asuransi kesehatan. Dukungan juga datang dari mahasiswa senior melalui International Student Association yang siap membantu para mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus dan kehidupan di Indonesia. Dengan sistem pendampingan yang menyeluruh, UIN Jakarta ingin memastikan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia bukan hanya mampu beradaptasi, tetapi juga nyaman menempuh studi dan menjadi bagian dari perjalanan internasionalisasi kampus.
PBAK 2026: 9.448 Mahasiswa Baru UIN Jakarta Awali Perjalanan Menuju Generasi Ulu al-Albab
Berita 9 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Sebanyak 9.448 mahasiswa baru dari 12 fakultas resmi memulai perjalanan akademiknya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui PBAK 2026 yang mengusung tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi”. Tak sekadar menjadi ajang pengenalan kampus, PBAK tahun ini membawa pesan kuat agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi, termasuk AI, tanpa kehilangan integritas, kepedulian lingkungan, dan kepekaan sosial. Rektor UIN Jakarta menegaskan bahwa mahasiswa harus tumbuh sebagai generasi Ulu al-Albab—cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Dengan rangkaian kegiatan yang menghadirkan tokoh nasional, praktisi, akademisi, hingga aktivis mahasiswa, para mahasiswa baru juga didorong untuk memperkaya pengalaman melalui organisasi, kompetisi, dan magang. Lantas, seperti apa perjalanan 9.448 mahasiswa ini dalam membentuk diri sebagai generasi yang bukan hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga bijak menggunakannya?
PBAK 2026: Rektor UIN Jakarta Tekankan Mahasiswa Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi
Berita 10 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi membuka PBAK 2026 dengan mengusung pesan kuat kepada 9.448 mahasiswa baru: cerdas menggunakan teknologi saja tidak cukup. Melalui tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Mewujudkan Generasi Ulul-Albab untuk Peradaban Bangsa”, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar mendorong mahasiswa untuk mampu mengikuti perkembangan digital sekaligus menjaga etika, moral, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama lima hari, mahasiswa akan mengikuti rangkaian PBAK Universitas, Fakultas, hingga Kampung UKM dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan praktisi. Dari ribuan mahasiswa baru yang memulai langkahnya hari ini, mampukah mereka menjadi generasi Ulul-Albab yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk memberi dampak nyata bagi bangsa?
PBAK 2026: Ahmad Dekatama Pasming Based Bagikan Kunci Cerdas Digital dan Berdampak Nyata pada Mahasiswa Baru
Berita 11 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Di hadapan 9.448 mahasiswa baru UIN Jakarta, alumni Fakultas Hukum UIN Jakarta sekaligus kreator digital Ahmad Dekatama Putra Zaman atau Pasming Based membagikan kunci agar mahasiswa tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing di dunia digital. Ia menekankan bahwa IPK bukan satu-satunya penentu masa depan, karena pengalaman organisasi, lomba, magang, kemampuan membangun jejaring, dan eksplorasi diri dapat menjadi pembeda saat memasuki dunia kerja. Pasming juga mendorong mahasiswa memanfaatkan AI dan media sosial sebagai alat belajar, riset, serta membangun personal branding, namun tetap kritis, melakukan verifikasi informasi, dan menjaga autentisitas. Di tengah AI yang semakin mudah mengambil alih banyak pekerjaan, mampukah mahasiswa menggunakan teknologi sebagai senjata untuk berkembang tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan jati diri?
Ketua Ombudsman RI Tekankan Tiga Pilar Integritas bagi Mahasiswa Baru UIN Jakarta
Berita 12 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Ketua Ombudsman RI 2026–2031, H. Nuzran Joher, mengajak mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk menempa integritas, kepedulian, keberanian, dan keadilan di tengah derasnya perkembangan teknologi. Dalam keynote speech PBAK 2026, ia mengingatkan bahwa kecerdasan digital tanpa integritas dapat memicu kejahatan siber dan hoaks, sementara kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan membiarkan kerusakan terjadi. Mahasiswa juga didorong berani melawan kecurangan akademik, kritis terhadap pelayanan publik, membela kelompok yang terpinggirkan, serta menggunakan teknologi untuk mempersempit kesenjangan. Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penanaman pohon simbolis, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi dan kepedulian ekologis harus berjalan beriringan. Sebab, di balik gelar dan prestasi akademik, tantangan terbesar mahasiswa adalah memastikan kecerdasan yang dimiliki benar-benar membawa manfaat bagi manusia dan lingkungan.
PBAK 2026: Prof. Amany Lubis Tekankan Integrasi Keislaman dan Keilmuan di UIN Jakarta
Berita 13 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A., mengajak mahasiswa baru memahami jati diri UIN Jakarta melalui perpaduan keislaman, keindonesiaan, keilmuan, dan kemanusiaan. Dalam sesi PBAK 2026, ia menegaskan bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak seharusnya dipisahkan, melainkan saling melengkapi untuk menjawab persoalan kehidupan. Mahasiswa pun didorong berpikir kritis dan rasional, terbuka terhadap berbagai sumber ilmu, namun tetap berpegang pada iman dan akhlak. Menurut Prof. Amany, karakter Ulul Albab bukan sekadar kecerdasan intelektual, tetapi kemampuan menyatukan akal, hati, dan spiritualitas agar ilmu yang diperoleh tidak hanya mencerdaskan diri, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mampukah mahasiswa UIN Jakarta menjadi generasi yang modern dalam berpikir tanpa kehilangan akar keislaman dan nilai kemanusiaannya?
UIN Jakarta: Penataan Aset Merupakan Mandat Negara, Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Berita 14 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan langkah penataan aset dan satuan pendidikan di lingkungannya merupakan bagian dari tanggung jawab negara dan mandat kelembagaan, bukan kepentingan pribadi. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menyatakan seluruh proses dilakukan secara transparan, sesuai hukum, dan dengan pendampingan hukum untuk memastikan aset negara terlindungi serta memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat. Di balik penataan tersebut, terdapat sejarah panjang hubungan kelembagaan antara UIN Jakarta, yayasan, dan sejumlah sekolah yang telah berkembang sejak 1964. Meski proses penataan terus berjalan, kampus memastikan satu hal tidak boleh terganggu: hak peserta didik dan keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar tetap menjadi prioritas utama.
Hak Peserta Didik Jadi Prioritas, UIN Jakarta Ajak Publik Pahami Persoalan Secara Utuh
Berita 15 dari 15 • Kamis, 27 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan bahwa penataan aset Barang Milik Negara (BMN) tidak dimaksudkan untuk mengganggu pendidikan, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan aset dikelola sesuai hukum dan tata kelola yang berlaku. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menyatakan keberlangsungan belajar-mengajar dan pemenuhan hak peserta didik tetap menjadi prioritas, sementara Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Imam Subchi menjelaskan bahwa sejumlah satuan pendidikan yang kini berada dalam lingkup yayasan memiliki sejarah panjang sejak era IAIN, termasuk fungsi awal sebagai labs school untuk mendukung pembelajaran. Dengan mempertimbangkan aspek historis, kelembagaan, administrasi, dan hukum, UIN Jakarta memastikan proses penataan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Di tengah proses pengembalian dan penataan aset negara, mampukah UIN Jakarta menjaga keseimbangan antara tertib pengelolaan BMN dan keberlanjutan pendidikan para peserta didik?
