Ujian Masuk PTKIN 2026 Dibuka, 5.618 Peserta Seleksi Ikuti Ujian di Lokal UIN Jakarta

Ujian Masuk PTKIN 2026 Dibuka, 5.618 Peserta Seleksi Ikuti Ujian di Lokal UIN Jakarta

Gedung NICT, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memulai pelaksanaan Seleksi Sistem Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026, Senin (8/6/2026). Sebagai salah satu dari 55 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) penyelenggara, UIN Jakarta bakal melayani ribuan peserta pendaftaran ujian Jalur UM-PTKIN yang dilaksanakan secara serentak secara nasional sepanjang tangga 08-14 Juni 2026.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, M.A., M.H., mengungkapkan, seluruh persiapan pelaksanaan ujian telah dilakukan semaksimal mungkin guna memastikan proses seleksi berjalan lancar. Salahsatunya, UIN Jakarta menyiapkan 33 laboratorium komputer untuk mendukung pelaksanaan ujian sebanyak 12 sesi yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari.

“Alhamdulillah, pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan dengan lancar. Seluruh proses berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan terus kami pantau agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman,” ujarnya.

Selain aspek teknis dan dukungan jaringan, sebutnya, UIN Jakarta memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus. Tahun ini terdapat empat peserta difabel yang mengikuti ujian di UIN Jakarta, terdiri atas dua peserta tunanetra dan dua peserta tunagrahita. Panitia menyediakan ruang ujian khusus serta pendampingan selama proses ujian berlangsung.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi. Karena itu, aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan layanan bagi peserta berkebutuhan khusus menjadi perhatian kami,” kata Prof. Ahmad Tholabi.

Di UIN Jakarta sendiri, sebutnya, UIN Jakarta menyediakan daya tampung sebanyak 3.034 mahasiswa baru di jalur ini. Sementara itu, peminatan calon mahasiswa terhadap UIN Jakarta masih cukup tinggi dengan total 14.398 peminat, yang terdiri atas 5.541 peminat pilihan pertama, 4.769 peminat pilihan kedua, dan 4.088 peminat pilihan ketiga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.618 peserta mengikuti ujian di lokasi UIN Jakarta yang tersebar di Kampus I, Kampus II, dan Kampus III.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas meningkatnya animo masyarakat terhadap PTKIN. Menurutnya, kenaikan jumlah pendaftar dan registrasi peserta merupakan hasil dari berbagai inovasi yang dilakukan PTKIN dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Secara khusus, Dirjen Amin Suyitno juga mengapresiasi para pimpinan PTKIN yang aktif melakukan strategi “jemput bola” untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat. “Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ini membuktikan bahwa program studi di PTKIN semakin diminati dan terbuka bagi siapa pun dari berbagai latar belakang,” ujarnya.

Dirjen Pendis juga mengingatkan pentingnya kualitas layanan digital dalam penyelenggaraan SSE UM-PTKIN. Menurutnya, proses seleksi ini bukan hanya menjadi ujian bagi peserta, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan infrastruktur teknologi informasi di masing-masing kampus. Karena itu, seluruh PTKIN didorong untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem agar pelayanan berbasis digital dapat berjalan optimal, aman, dan minim kendala.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd. Aziz, mengungkapkan UM PTKIN tahun 2026 ini diikuti 64.479 peserta terdaftar. Provinsi Jawa Barat menduduki posisi teratas dengan 9.245 pendaftar, disusul oleh Jawa Timur (8.971), Jawa Tengah (7.440), Aceh (4.083), dan Sumatra Utara (3.956). Para pendaftar mengikuti ujian di 59 lokasi di seluruh Indonesia sepanjang 8-14 Juni 2026.

Dari 64.479 peserta terdaftar, 43 peserta diantaranya merupakan peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Selain itu, dari total pendaftar juga terdapat 20 peserta non-Muslim.

"Tercatat ada 20 peserta non-muslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu, pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM-PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia," paparnya. (Meisya/Noosa)