UIN Jakarta Sambut Kunjungan SMA NU Kaplongan: Kenalkan Lingkungan Kampus dan Jalur Masuk
Ruang Diorama, Berita UIN Online - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan Siswa-Siswi SMA NU Kaplongan Indramayu, Jawa Barat yang berlangsung di Ruang Diorama, lantai dasar Auditorium Harun Nasution, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diikuti 70 siswa kelas XI dengan para jajaran guru pendamping dengan tujuan untuk menggali informasi mengenai profil program studi dan mekanisme penerimaan mahasiswa baru.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Admisi UIN Jakarta, Rachmat Baihaqi, M.A., Ph.D., serta jajaran Tim Pusat Informasi dan Humas (PIH) UIN Jakarta, diantaranya Kepala PIH UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin, S.Th.I., M.Ag., Dian Nurbani Adestiani, S. Pd, Yuyun Yuliana yang mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Kepala Pusat Admisi UIN Jakarta, Rachmat Baihaqi, M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan hangat dan rasa bangganya atas kehadiran siswa serta para guru pendamping dari SMA NU Kaplongan. Beliau menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjajaki potensi kerjasama strategis antara kedua belah pihak.
“Selamat datang di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami sangat bangga atas kehadiran Bapak Ibu Guru, Bapak Kepala Sekolah, dan adik-adik sekalian. Kehadiran ini menjadi momen penting untuk menjajaki berbagai peluang dan bentuk kerja sama yang bisa dilakukan antara kita,” ujarnya.
Melanjut hal itu, Ia juga memaparkan secara rinci berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru yang tersedia di UIN Jakarta, yang memberikan banyak pilihan bagi calon mahasiswa sesuai dengan kemampuan dan prestasi mereka. Ada enam jalur utama yang dibuka, mulai dari jalur prestasi (SNBP), jalur tes berbasis komputer (SNBT), ujian masuk khusus, jalur prestasi lainnya, hingga jalur mandiri reguler maupun non-reguler yang semuanya didasarkan pada rekam jejak akademik dan potensi peserta.
“Kami memiliki 6 jenis jalur masuk, ada SNBP jalur prestasi, SNBT tes berbasis komputer, ujian masuk khusus, jalur prestasi lain, serta jalur mandiri dan mandiri non-reguler. Semua ini terbuka lebar bagi adik-adik yang ingin bergabung,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan para siswa untuk memantapkan niat menuntut ilmu. Beliau menekankan bahwa tujuan utama kuliah adalah menjadi ilmuwan, bukan sekadar mencari pekerjaan.
“Perbaiki niat, kuliahlah untuk mencari ilmu, bukan sekadar kerja. Perintah agama itu mencari ilmu dan mencari rezeki, bukan bekerja. Kalau kalian jadi ilmuwan, insya Allah, Allah akan angkat derajatnya. Jangan takut salah jurusan, yang penting ilmunya dikuasai dan niatnya benar,” pesannya.
Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin, S.Th.I., M.Ag., menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyoroti keistimewaan momen tanggal 20 Mei yang bertepatan dengan kunjungan ini. Tanggal ini bukan hanya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tetapi juga merupakan hari bersejarah bagi UIN Jakarta, mengingat pada tanggal yang sama di tahun 2002, transformasi dari IAIN menjadi UIN ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri atas inisiatif tokoh-tokoh bangsa dari kalangan ulama.
“Selamat datang para siswa-siswi SMA NU Kaplongan. Hari ini 20 Mei adalah hari kebangkitan nasional sekaligus hari lahirnya UIN Jakarta. Kampus ini lahir dari tangan para ulama dengan visi agar santri tidak hanya ahli agama, tapi juga bisa menjadi dokter, psikolog, hingga pemimpin negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa UIN Jakarta kini telah berkembang pesat menjadi perguruan tinggi dengan 13 fakultas dan 96 program studi, mencakup rumpun ilmu agama maupun ilmu umum. Kualitas akademiknya pun diakui secara nasional dengan sebagian besar program studi terakreditasi unggul, serta menjadi pelopor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki Fakultas Kedokteran lengkap dengan Beasiswa Santri Berprestasi.
“Kami memiliki 13 fakultas, 96 prodi berakreditasi unggul, dan Beasiswa Santri Berprestasi. Di sini alumni kami telah melahirkan berbagai tokoh penting, mulai dari menteri, gubernur, hingga pemimpin lembaga negara. Semua ini membuktikan santri bisa bersaing setara dengan lulusan perguruan tinggi umum,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Ia juga membuka peluang kerjasama strategis dengan SMA NU Kaplongan melalui jalur rekrutmen khusus talent scouting, mengingat banyaknya lulusan sekolah tersebut yang telah terbukti lolos melalui berbagai jalur masuk nasional.
“Keunggulan lain belajar di Jakarta adalah kematangan berorganisasi dan menyuarakan aspirasi. Kami juga membuka peluang kerja sama agar siswa berprestasi dari sini bisa masuk lewat jalur emas talent scouting. Kami undang sekolah ini untuk presentasi profil, lalu kami jodohkan dengan fakultas yang sesuai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA NU Kaplongan, Ade Reza Muhammad LC, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besarnya agar kunjungan ini menjadi motivasi kuat bagi para siswa. Ia menekankan bahwa masih ada waktu satu tahun bagi siswa kelas XI untuk mempersiapkan diri secara matang demi masuk ke kampus yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum seperti UIN Jakarta.
“Harapan saya anak-anak terinspirasi dan mulai mempersiapkan diri. Masih ada satu tahun lagi bagi mereka untuk bersiap masuk ke kampus yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum seperti UIN Jakarta. Mudah-mudahan mereka semakin bersemangat,” ungkapnya.
Salah satu siswa peserta yang turut antusias, Ina rihana fadillah dari kelas XI, mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak wawasan baru setelah berkunjung. Kunjungan ini membuatnya semakin paham mengenai berbagai jalur masuk perguruan tinggi, mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur Mandiri.
“Perasaan saya sangat senang. Saya jadi tahu persiapan masuk kuliah lewat jalur SNBP, SNBT, maupun Mandiri. Sebagai Duta Genre Kabupaten Indramayu, saya semakin tertarik untuk masuk Fakultas Psikologi UIN Jakarta,” pungkasnya.
(Nosa Idea/Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa)


