UIN Jakarta Naik ke Peringkat 15 Nasional UI GreenMetric 2026

UIN Jakarta Naik ke Peringkat 15 Nasional UI GreenMetric 2026

Khairudzakirin Ridwan Ramadhan
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Ciputat, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-15 nasional dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026. Pencapaian tersebut ditorehkan UIN Jakarta dalam acara penganugerahan UI GreenMetric Indonesia 2026 yang berlangsung di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/09/2026).  

UI GreenMetric Sustainable University Rankings merupakan program pemeringkatan yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) sejak 2010 untuk mengevaluasi berbagai aspek keberlanjutan perguruan tinggi, mulai dari operasional kampus, dampak lingkungan, hingga pendidikan yang berorientasi keberlanjutan. UI GreenMetric 2026 mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance” yang menekankan penguatan keberlanjutan melalui tata kelola, digitalisasi, dan kinerja yang terintegrasi.

Pencapaian tersebut merupakan capaian yang cukup signifikan, mengingat pada tahun sebelumnya UIN Jakarta berada pada peringkat ke-31 Nasional, naik 16 peringkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menunjukan upaya UIN Jakarta dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan (Green Campus). Kepala Pusat Green Campus UIN Jakarta, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan sivitas akademika yang turut mendukung pengembangan kampus hijau di lingkungan UIN Jakarta.

“Terima kasih atas support dan semangat pimpinan dan semua sivitas akademika UIN Jakarta untuk terus berkomitmen menjadi kampus yang green, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hendrawati.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dikembangkan UIN Jakarta dalam beberapa aspek keberlanjutan. Pada sektor energi, UIN Jakarta mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 270,17 kWp yang dipasang pada sejumlah gedung strategis, seperti Gedung Rektorat, Auditorium Harun Nasution, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Dalam pengelolaan sampah, UIN Jakarta mengembangkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Mandiri (TPSTM) KALIFA (Kelola Alam dan Lingkungan Berfaedah) di area kampus PPG UIN Jakarta. Fasilitas yang diresmikan pada Januari 2026 tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga tiga ton sampah per hari.

Upaya membangun lingkungan kampus berkelanjutan juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas air minum isi ulang (Water Drinking Fountain). Fasilitas tersebut dilengkapi sistem filtrasi, yang menunjukan bahwa air tersebut aman, bersih dan layak dikonsumsi. Salah satu sampel air Reverse Osmosis (RO) di Koridor Layanan Akademik telah melalui pengujian laboratorium dengan parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi yang dinyatakan memenuhi persyaratan baku mutu air minum.

Pada aspek transportasi, UIN Jakarta menghadirkan Bis Listrik (Bilis) sebagai sarana mobilitas ramah lingkungan bagi sivitas akademika. Kehadiran Bilis juga menjadi bagian dari kebijakan pengurangan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil di lingkungan Kampus I. Parkir kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap dipindahkan ke area Lapangan Belakang Triguna, sementara mobilitas di dalam kampus didukung layanan Bilis dari pintu masuk hingga pintu keluar kampus dan beberapa motor listrik yang dapat digunakan oleh mahasiswa.

Pengembangan ruang terbuka hijau turut menjadi bagian dari upaya tersebut. UIN Jakarta memiliki sejumlah area hijau, antara lain UIN Corner Park di samping Gedung FITK, Taman Cinta UIN di depan Gedung Rektorat, serta taman di area pintu masuk utama kampus.

Komitmen terhadap Green Campus juga telah menjadi bagian dari agenda strategis universitas. Dalam Pra-Rapat Kerja Pimpinan (Pra-Rakerpim) UIN Jakarta 2026, penguatan Green Campus dibahas sebagai salah satu agenda transformasi kelembagaan, termasuk melalui penguatan pengelolaan limbah dan perluasan penggunaan energi terbarukan.

Pencapaian tersebut tidak membuat pihak universitas cepat berpuas diri. Agenda keberlanjutan UIN Jakarta masih terus berlanjut, hal ini ditunjukan oleh masih perlunya penguatan pengelolaan sampah di lingkungkungan kampus  yang ditekankan oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar sebagai pekerjaan yang masih perlu ditindaklanjuti. 

“Selamat untuk tim Green Campus. Masalah penanganan sampah harus kita tuntaskan. Tolong Pak Warek 2 dan Warek 4 nanti kita rapatkan dengan Karo AUK dan tim dan juga semua kabag di setiap unit. terima kasih,” ujar Prof. Asep.

Peningkatan peringkat dari posisi ke-31 menjadi ke-15 nasional menjadi bagian dari proses UIN Jakarta dalam memperkuat pengelolaan kampus berbasis keberlanjutan. Melalui berbagai program lingkungan dan penguatan tata kelola, Green Campus UIN Jakarta diarahkan menjadi bagian dari budaya sivitas akademika sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.