UIN Jakarta Matangkan Kesiapan Pelaksanaan Ujian SSE Jalur Mandiri 2026

UIN Jakarta Matangkan Kesiapan Pelaksanaan Ujian SSE Jalur Mandiri 2026

Ruang Diorama, Berita UIN Online – Menjelang pelaksanaan ujian Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri Tahun Akademik 2026/2027, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mematangkan seluruh aspek teknis dan operasional melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Diorama, Kamis (9/7/2026). Rapat tersebut menjadi langkah untuk memastikan pelaksanaan ujian pada 13–16 Juli 2026 berjalan lancar, aman, dan tertib.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A. Ketua Panitia SPMB Jalur Mandiri Rahmawati, S.Psi., M.M., Wakil Ketua Dr. H. Nanang Fatchurochman, S.H., S.Pd., M.Pd. dan Dr. Arif Rahman, S.Th.I., M.Pd., Sekretaris Rachmat Baihaky, M.A., Ph.D., beserta seluruh koordinator bidang yang terlibat dalam pelaksanaan ujian, mulai dari publikasi dan dokumentasi, penginputan soal, pendataan peserta, layanan server dan aplikasi SSE, pengelolaan lokasi ujian, pendataan pengawas, pelayanan keuangan, sekretariat, perlengkapan, hingga akomodasi.

Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia SPMB Jalur Mandiri, Rahmawati, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa panitia memberikan perhatian pada setiap detail pelaksanaan di lapangan. Kesiapan komputer, kenyamanan ruang ujian, kecukupan jumlah pengawas, hingga penguatan sistem pengamanan menjadi fokus utama agar proses seleksi berlangsung secara tertib dan objektif.

Selain itu, panitia turut mengevaluasi kesiapan sarana penunjang, termasuk kebersihan fasilitas umum dan toilet di sekitar lokasi ujian. Aspek kenyamanan peserta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ujian.

"Kami memberikan perhatian khusus pada setiap detail pelaksanaan di lapangan. Panitia telah memetakan sejumlah poin krusial, mulai dari kesiapan fasilitas komputer, jaminan kenyamanan ruang ujian, penentuan jumlah pengawas yang proporsional, hingga pengetatan pengamanan guna meminimalisasi potensi kecurangan selama ujian SSE berlangsung. Bahkan, hal-hal kecil seperti kebersihan toilet tidak luput dari evaluasi kami demi menjaga kenyamanan seluruh peserta," ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Panitia SPMB Jalur Mandiri, Dr. Arif Rahman, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan laporan kesiapan operasional. Ia menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan administrasi dan persuratan telah disiapkan, sementara distribusi perlengkapan kesekretariatan sedang memasuki tahap akhir. Dari sisi teknis, panitia juga terus berkoordinasi dengan Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) serta Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipanda) untuk memastikan keamanan sistem dan kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer.

"Persuratan sudah siap, kebutuhan kesekretariatan tinggal didistribusikan. Keamanan juga telah disiapkan bersama Biro AAKK dan Pustipanda," ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., menegaskan bahwa selain menjadi jalur seleksi terakhir, SPMB Mandiri juga memiliki fungsi strategis dalam memberikan ruang afirmasi bagi calon mahasiswa yang tidak terakomodasi melalui jalur nasional. Jalur ini UIN Jakarta memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penyandang disabilitas, maupun peserta yang memiliki keunggulan tertentu, seperti hafalan Al-Qur'an dan kemampuan bahasa Arab, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Mandiri memang disediakan sebagai jalur terakhir agar dapat mengakomodasi afirmasi. Misalnya bagi calon mahasiswa dari wilayah 3T, penyandang disabilitas, maupun yang memiliki hafalan Al-Qur'an atau kemampuan bahasa Arab. Hal-hal tersebut hanya dapat diakomodasi melalui jalur Mandiri," jelasnya.

(Khoirillah/Zaenal M/Sambu Sayyidul A/Foto : Azka Raysa)