UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AICIF 2026, Perkuat Kolaborasi Keuangan Syariah Asia Tenggara

UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AICIF 2026, Perkuat Kolaborasi Keuangan Syariah Asia Tenggara

Tangerang Selatan, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) diagendakan menjadi tuan rumah The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2026 pada 13–15 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan. Konferensi internasional ini diharapkan menjadi forum kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi, regulator, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Mengusung tema “Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability,” AICIF 2026 akan membahas berbagai tantangan dan peluang keuangan syariah di tengah dinamika ekonomi global, termasuk digitalisasi, inovasi teknologi finansial, tata kelola, regulasi, keuangan berkelanjutan, serta penguatan keuangan sosial Islam.

Dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026), Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, menyatakan bahwa AICIF 2026 dirancang sebagai respons atas dinamika perekonomian global sekaligus penguatan kontribusi keuangan syariah dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi kontemporer.

“Konferensi ini dirancang untuk merespons berbagai dinamika global. Wacana yang diangkat mencakup isu-isu krusial, seperti optimalisasi wakaf pendidikan, penguatan koperasi berbasis syariah, hingga peranan teknologi finansial (fintech) syariah dalam mendorong inklusi ekonomi,” katanya.

Penyelenggaraan AICIF 2026 sendiri, lanjutnya, menjadi momentum penting bagi UIN Jakarta karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah konferensi tersebut. Sejak diselenggarakan pada 2012, AICIF berkembang menjadi konferensi tahunan yang didukung konsorsium perguruan tinggi di kawasan ASEAN bersama International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE).

Melalui forum ini, harapnya, UIN Jakarta melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan berupaya memperkuat jejaring akademik lintas negara, mendorong kolaborasi riset, sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional maupun internasional.

Hadirkan Rangkaian Road to AICIF 2026
Menjelang konferensi utama, FEB UIN Jakarta telah menyelenggarakan rangkaian Road to AICIF 2026 melalui Expert Talk Series dan Short Course. Berbagai kegiatan tersebut membahas isu-isu kontemporer, mulai dari keberlanjutan wakaf untuk pendidikan tinggi, pasar modal syariah global, hubungan teori dan praktik ekonomi Islam, penguatan ekosistem keuangan syariah, hingga perkembangan praktik keuangan syariah.

Pada konferensi utama, AICIF 2026 akan mengangkat sejumlah topik strategis, antara lain digitalisasi dan financial technology, tata kelola, regulasi dan etika, ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan, keuangan sosial Islam dan pertumbuhan inklusif, transformasi global, serta masa depan pendidikan dan riset keuangan syariah.

Rangkaian diskusi tersebut diharapkan dapat mempertemukan perspektif akademik dan praktik industri, sekaligus menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan ekosistem keuangan syariah.

Hadirkan Akademisi dan Pakar Internasional
kegiatan AICIF 2026 sendiri menargetkan kehadiran sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, praktisi, regulator, pembuat kebijakan, lembaga pendidikan, pusat riset, dan mitra internasional. Konferensi ini dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.

Sejumlah akademisi dan pakar dari Indonesia maupun luar negeri turut dijadwalkan hadir, antara lain Prof. Dr. M. Kabir Hassan, Prof. Dr. Noraini Mohd Ariffin, Prof. Ishak Bhatti, Dr. Hajah Nurul Nabilah binti Haji Ali, Dr. Anwar M. Radiamoda, Olatunji Shobande, Ph.D., Assoc. Prof. Dr. Syarah Syahira Mohd Yusoff, Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., serta Prof. Dr. H. Heru Sulistyo, M.Si.

Selain pidato utama (keynote addresses) dan diskusi panel (panel discussions), agenda konferensi mencakup presentasi makalah secara paralel (parallel paper presentations), forum jejaring antaranggota AICIF, Gala Dinner and Networking Night, serta kunjungan ke UIN Jakarta dan sejumlah lokasi di Jakarta.

Melalui penyelenggaraan AICIF 2026, UIN Jakarta berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, memperluas kolaborasi antaruniversitas di Asia Tenggara, serta mendorong lahirnya riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Konferensi ini juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik melalui prosiding dan peluang publikasi ilmiah. Kepercayaan sebagai tuan rumah AICIF ke-14 sekaligus menegaskan komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk berkontribusi dalam pengembangan keuangan syariah yang inovatif, berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional. (Pusat Informasi & Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)