UIN Jakarta Gelar Sidang Senat Terbuka, Tandai Rangkaian Dies Natalis ke-69 Tahun Universitas

UIN Jakarta Gelar Sidang Senat Terbuka, Tandai Rangkaian Dies Natalis ke-69 Tahun Universitas

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka sebagai pembuka rangkaian Dies Natalis ke-69 di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Rabu (17/6/2026). Mengusung tema “Celebrating 69 Years of Promoting Inclusive and Global Higher Education in a Nurturing Eco-Technology Environment”, prosesi sidang senat jadi momentum refleksi capaian universitas sekaligus penegasan arah pengembangan UIN Jakarta ke depan.

Prosesi sidang senat dibuka langsung oleh Sekretaris Senat UIN Jakarta, Prof. Dr. Masri Mansoer M.A. disusul penyampaian pandangan senat universitas. Selanjutnya, sidang senat diisi dengan penyampaian pidato Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. yang memaparkan 10 capaian strategis universitas dalam usianya yang kini menginjak 69 tahun.

Dalam paparannya, Rektor mengungkapkan sejumlah capaian. Dimulai dengan capaian penguatan kapasitas kelembagaan yang kini didukung 13 fakultas, Sekolah Pascasarjana, dan 94 program studi. Dari aspek reputasi global, UIN Jakarta berhasil masuk dalam pemeringkatan QS Asia 2026 pada posisi #801–850 dan menempati peringkat 29 dunia bidang Theology, Divinity and Religious Studies versi QS World University Rankings by Subject.

Di bidang riset dan publikasi ilmiah, UIN Jakarta mencatat 124 publikasi terindeks Scopus dengan total 1.622 sitasi, didukung puluhan jurnal terakreditasi, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), paten, serta publikasi buku dan monograf. Pada aspek mutu akademik, sebanyak 44 program studi telah meraih akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN dan ASIIN, serta pembukaan tujuh program studi baru yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Rektor juga menyoroti penguatan internasionalisasi melalui kemitraan dengan 180 perguruan tinggi luar negeri, 52 kerja sama internasional aktif, 80 mahasiswa internasional, dan ratusan mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar internasional.

Prestasi mahasiswa turut menunjukkan tren positif dengan raihan lebih dari 1.600 prestasi nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir serta ribuan penerima beasiswa. Sementara itu, transformasi digital terus diperkuat melalui implementasi sistem e-Semesta, layanan akademik digital, administrasi paperless, dan pengembangan Learning Management System (LMS).

Pada bidang pengabdian masyarakat, UIN Jakarta menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menjangkau ratusan kelompok masyarakat. Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga ditunjukkan melalui pengembangan kampus hijau yang mengantarkan UIN Jakarta berada pada peringkat 238 dunia dalam pemeringkatan UI GreenMetric.

Adapun dari sisi tata kelola kelembagaan, UIN Jakarta mencatat peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), capaian kinerja institusi yang melampaui target, serta penguatan pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Berbagai capaian tersebut, menurut Rektor, menjadi bagian dari roadmap transformasi UIN Jakarta menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

“UIN Jakarta terus bergerak sebagai kampus keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan yang terbuka terhadap perubahan zaman. Kita tidak hanya merawat tradisi akademik, tetapi juga memperkuat inovasi, memperluas jejaring internasional, meningkatkan mutu tata kelola, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Senat Profesor Masri yang menyampaikan pidato atas nama Ketua Senat Universitas, mengingatkan pentingnya menjaga peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan pembentukan peradaban di tengah berbagai tantangan pendidikan tinggi, termasuk isu transformasi program studi dan perkembangan teknologi.

“Pendidikan tinggi memang harus relevan dengan perkembangan masyarakat, industri, teknologi, dan pembangunan nasional. Namun, relevansi pendidikan tinggi jangan disempitkan hanya menjadi kesesuaian sesaat dengan pasar kerja,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Senat Universitas juga mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat lima agenda strategis universitas, yakni penguatan mutu akademik, transformasi digital, pengembangan kebijakan Kecerdasan Artifisial (AI) yang etis, perluasan internasionalisasi, dan penguatan konsep eco-technology campus.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, Senat Universitas, sivitas akademika, alumni, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Sidang Senat Terbuka.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Rektor, jajaran pimpinan universitas, Senat Universitas, serta seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi sehingga Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, Sidang Senat Terbuka menjadi awal dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta yang akan diisi dengan berbagai agenda akademik, ilmiah, sosial, olahraga, seni, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari perayaan 69 tahun perjalanan UIN Jakarta dalam mengabdi kepada bangsa dan umat.

Tahun ini, UIN Jakarta mengusung tema “Celebrating 69 Years of Promoting Inclusive and Global Higher Education in a Nurturing Eco-Technology Environment.” Tema ini merefleksikan komitmen universitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing global, berbasis inovasi teknologi, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

(PIH UIN Jakarta)