Tutup Pra Rakerpim 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme dan Bangun Ekosistem Riset Global

Tutup Pra Rakerpim 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme dan Bangun Ekosistem Riset Global

ADIA Convention Center, Berita UIN Online - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menutup agenda Pra Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun 2026 setelah dua hari penuh merumuskan langkah strategis universitas. Penutupan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., di Ballroom ADIA Convention Center, Selasa (03/02/2026).

Acara ini dihadiri oleh rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Sekretaris Senat UIN Jakarta Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H.,M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Din Wahid, M.A.,Ph.D..

Turut mendampingi, Ketua Panitia Rakerpim UIN Jakarta tahun 2026, Prof. Muhammad Zuhdi M.Ed., Ph.D., para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Kepala Pusat, serta seluruh Pimpinan Unit UIN Jakarta.

Dalam arahannya saat menutup acara, Rektor Prof. Asep menyoroti pentingnya kesiapan mental dan sistem dalam menghadapi transformasi UIN Jakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Menurutnya, fleksibilitas dalam pengelolaan universitas hanya bisa dicapai melalui kemandirian dan investasi yang kuat.

“Tidak mungkin kita memiliki fleksibilitas dan kemampuan tanpa investasi. Kita harus mandiri berusaha dan mandiri membangun kiprah. Itulah mengapa transformasi ini menjadi sangat penting bagi kita,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa transformasi kelembagaan juga menuntut profesionalisme tinggi, terutama dalam pengelolaan unit-unit bisnis universitas. Ia meminta agar sektor usaha dikelola dengan pendekatan murni profesional.

“Dalam pengelolaan bisnis, kata kuncinya ada dua, yaitu tenaga yang profesional dan manajer yang profesional. Baik itu terkait katering, kesehatan, hotel, maupun penginapan, kita ingin menetapkan standar manajemen yang profesional,” tambahnya.

Selain aspek tata kelola dan bisnis, Rektor kembali mengingatkan bahwa program Green Campus bukan sekadar pemenuhan indikator pemeringkatan, melainkan harus menjadi nafas kehidupan kampus. Ia menyatakan perlunya pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.

“Yang pasti, membangun Green Campus ini adalah soal lifestyle, environment, dan budaya. Hanya itu kuncinya. Kita harus membangun ekosistem ini menjadi gaya hidup dan budaya seluruh sivitas akademika,” tegasnya.

Rektor juga menyinggung perihal internasionalisasi kampus. Ia mendorong agar kiprah UIN Jakarta tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu membangun jejaring riset dan akademik yang solid di kancah global, meliputi Asia, Australia, hingga Amerika. 

Dengan berakhirnya Pra-Rakerpim ini, seluruh masukan dan rancangan kebijakan dari enam komisi akan dimatangkan lebih lanjut pada Rakerpim UIN Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Februari 2026 mendatang.

(Mu'ainun Mubin/Fauziah M./Zaenal M./Tiara Septiana)

Tag :