Tim SBSN Kawal Pemeriksaan Akhir Gedung Lab Fakultas Ilmu Kesehatan
Gedung Rektorat, Berita UIN Online— Gedung Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang pembangunannya didanai Hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) bakal segera digunakan. Ini dimungkinkan setelah dilakukan pemeriksaan akhir sebelum digunakan oleh UIN Syarif Hidayatullah.
Terkait itu, Rabu ini (26/02/2025), Tim Pembangunan Gedung Lab SBSN yang dipimpin oleh Abdul Cholis, PPK SBSN Nursilowati, S.E., dan kontraktor pembangunan bersama-sama melakukan pemeriksaan ceklist volume ruangan. Ini termasuk pemeriksaan barang mebeler pembangunan Gedung Lab FIKES Program SBSN.
Pemeriksaan sendiri, sebut Abdul Cholis, dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan gedung laboratorium telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan. Untuk itu, Tim SBSN dan kontraktor melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap volume ruangan dan barang mebeler yang telah dipasang.
Abdul Cholis menyebutkan, pemeriksaan juga sangat penting untuk memastikan kualitas pembangunan gedung laboratorium. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan gedung laboratorium ini sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga nantinya dapat digunakan dengan baik oleh mahasiswa dan dosen,” paparnya.
Nursilowati menambahkan pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan jika pembangunan gedung laboratorium telah sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan gedung laboratorium ini tidak melebihi anggaran yang telah dialokasikan,” terangnya.
Penyelesaian ruangan maupun ketersediaan barang mebeler di Gedung Lab FIKES Program SBSN juga diharapkan selesai dalam waktu dekat. Ini agar pembangunan gedung laboratorium dapat segera diselesaikan dan secepatnya digunakan oleh mahasiswa dan dosen.
Dalam pantauan Berita UIN Online, pemeriksaan yang dilakukan Tim SBSN dan kontraktor dilakukan secara menyeluruh terhadap volume ruangan dan barang mebeler yang telah dipasang. Ini diantaranya volume ruangan laboratorium, jumlah dan kualitas mebeler yang dipasang, kualitas bahan bangunan yang digunakan, dan pekerjaan instalasi listrik dan plumbing.
Hasil pemeriksaan nantinya digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah pembangunan gedung laboratorium telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan. Dengan begitu, gedung laboratorum diharapkan dapat segera digunakan dosen dan mahasiswa.
Diketahui, UIN Syahid membangun Gedung Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan di Kampus II UIN Jakarta dengan biaya investasi Rp 57 miliar. Pembiayaan Gedung berasal dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) sebesar Rp48.5 juta dan penyertaan Modal BLU UIN Jakarta Rp 8.5 miliar.
Gedung laboratorium sendiri dibangun setinggi lima lantai dimana di dalamnya disediakan ruang-ruang lab untuk bidang keilmuan kesehatan masyarakat. Kehadirannya sendiri diharap turut memperkuat tradisi riset mahasiswa dan dosen di bidang ilmu terkait. (Dwi/ZM)