Teknik Pertambangan UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional Varva 2026, Soroti Transisi Energi Berkelanjutan

Teknik Pertambangan UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional Varva 2026, Soroti Transisi Energi Berkelanjutan

Muainun Mubin Naswa Iqwalia
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

ADIA Convention Center, Berita UIN Online – Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan (HITAM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Nasional Varva 2026 bertemakan “Transformasi Industri Pertambangan Indonesia Dalam Era Transisi Energi: Optimalisasi Produksi dan Implementasi Green Mining” di ADIA Convention Center, Jum’at (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis tentang arah industri pertambangan nasional, efisiensi energi, tata kelola lingkungan, hingga kesiapan sumber daya manusia di era transisi energi.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FST UIN Jakarta, Khodijah Hulliyah, M.Si., Ph.D., serta Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Pertambangan UIN Jakarta, Nurmaya Arofah, M.Eng. 

Selain itu, seminar nasional ini menghadirkan jajaran narasumber terkemuka di sektor pertambangan, antara lain Vice President PT Timah Tbk, Roni Malino Batti, S.T., M.T.I., Direktur Urja Indonesia (Oorja Group), Ervina Fitriyani, S.H., M.T., Direktur Akademi Sang Mentor, Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., C.E.I.A., ASEAN Eng., Inspektur Tambang Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Yosafat R. Leonard, S.T., M.B.A., Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, Ahmad Syauqi, S.Si., S.T., M.Ak., serta Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Ir. Sudirman Widhy Hartono, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng. Turut hadir Ketua Komite Pertambangan dan Mineral DPN APINDO, Hendra S. Sinadia, S.H., M.B.A., yang bertugas sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Kaprodi Teknik Pertambangan UIN Jakarta, Nurmaya Arofah, M.Eng., menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia HITAM atas penyelenggaraan acara ini. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan industri pertambangan yang tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

“Sektor mineral berperan penting dalam mendukung hilirisasi dan kebutuhan teknologi transisi energi, sementara batubara masih memiliki peran dalam ketahanan energi nasional dengan tuntutan untuk terus meningkatkan efisiensi dan mengelola dampak lingkungannya secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FST, Khodijah Hulliyah, M.Si., Ph.D., mewakili pimpinan fakultas, mengapresiasi kesuksesan mahasiswa dalam menggalang kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri. Dalam arahannya, Khodijah mengajak seluruh peserta merenungkan tantangan utama pengelolaan sumber daya alam nasional.

“Bagaimana kita dapat meningkatkan produktivitas pertambangan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang? Di sinilah pentingnya konsep green mining, yaitu pertambangan yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi dan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, keselamatan, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Rangkaian seminar dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para praktisi dan ahli pertambangan. Vice President PT Timah Tbk, Roni Malino Batti, S.T., M.T.I., menguraikan langkah transformasi perusahaan dalam menghadapi penurunan kadar cadangan bijih timah dari 1% menjadi 0,3%. Sebagai wujud dekarbonisasi, PT Timah menonaktifkan PLTD mandiri dan beralih penuh ke pasokan listrik PLN, sekaligus memacu hilirisasi produk melalui pabrik solder, kimia aditif PVC (MT-620), fasilitas SnO2 nano powder, serta optimalisasi mineral ikutan seperti ilmenit dan monasit.

Sementara itu, Inspektur Tambang di Direktorat Teknik dan Lingkungan Minerba Kementerian ESDM, Yosafat R. Leonard, S.T., M.B.A., membawakan presentasi bertajuk “Mining for the Future”. Ia menyoroti keterkaitan erat antara teknologi ramah lingkungan dan pasokan komoditas tambang.

“Apakah kita bisa bertransisi ke energi yang lebih ramah lingkungan yang hijau tanpa pertambangan?” tanya Yosafat. Ia menegaskan bahwa transisi energi bersih dan green technology tidak dapat terwujud tanpa adanya kegiatan ekstraksi mineral. Oleh karena itu, tantangan utamanya bukan lagi seberapa banyak komoditas yang diekstraksi, melainkan bagaimana cara memproduksinya secara bertanggung jawab.

Ia juga memaparkan proyeksi International Energy Agency (IEA) yang mencatat kebutuhan komoditas seperti kobalt, nikel, tembaga, unsur tanah jarang (rare earth elements), litium, dan grafit diperkirakan melonjak tiga hingga empat kali lipat hingga tahun 2040, bahkan dalam skema Net Zero Emission (NZE). Menanggapi posisi Indonesia sebagai produsen dan pemilik cadangan terbesar dunia untuk komoditas strategis seperti nikel dan timah, Yosafat mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi semata.

“Kita seringkali dinina-bobokan dengan narasi bahwa negara kita kaya. Tetapi saya kira narasi itu kurang lengkap. Kita perlu menyeimbangkannya dengan tata kelola yang baik. Kita perlu memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten dari sisi keilmuan, tetapi juga kompeten dari sisi moral,” tegasnya.

Selanjutnya, Direktur Urja Indonesia, Ervina Fitriyani, S.H., M.T., memaparkan implementasi green mining yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Menurutnya, tata kelola lingkungan harus dimulai sejak penyusunan studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, hingga pelaksanaan reklamasi lahan secara disiplin.

Di sisi lain, Direktur Akademi Sang Mentor, Ir. Wisnu Salman, S.T., IPM., C.E.I.A., ASEAN Eng., membagikan rekam jejak karirnya serta memotivasi mahasiswa untuk membangun differentiating factor dan jiwa kewirausahaan di sektor tambang, termasuk dorongan untuk membenahi tata kelola pertambangan rakyat agar lebih aman dan berizin.

Selain seminar nasional, rangkaian kegiatan Varva 2026 ini juga dimeriahkan dengan kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Sriwijaya (Unsri) dan UPN "Veteran", yang mempresentasikan inovasi serta solusi teknis pertambangan masa depan.

Saksikan siaran langsung Seminar Nasional Varva 2026 melalui tautan video berikut ini: