STF UIN Jakarta Serahkan Beasiswa kepada 56 Mahasiswa, Dorong Penerima jadi Sarjana Tangguh
Ruang Diorama, Berita UIN Online - Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyerahkan Beasiswa STF Tahun Akademik 2026 Semester Ganjil kepada 56 mahasiswa. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa agar dapat terus berkembang melalui penguatan karakter, kompetensi, dan kemampuan belajar. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Diorama, Senin (14/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D., Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. Husni Rahim, Ph.D., Senior Vice President Marketing and Corporate Planning Tokio Marine Alexander Mahendrawan, pengelola STF, donatur, serta mahasiswa penerima beasiswa. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembukaan, sambutan, pembinaan dan motivasi, penyerahan beasiswa secara simbolis, serta foto bersama.
Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia mengatakan STF diharapkan tidak hanya dipandang sebagai pemberi bantuan pendidikan, tetapi sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, bertumbuh, dan belajar. Ia juga mendorong penerima beasiswa untuk ikut membesarkan STF melalui kontribusi mereka agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Jadikan STF sebagai rumah, rumah bagi kalian untuk berkembang, untuk bertumbuh, dan untuk belajar,” ujar Prof. Amelia.
Menurutnya, keberlanjutan STF bukan ditujukan untuk membesarkan individu di dalamnya, melainkan agar lembaga tersebut semakin mampu memberikan manfaat kepada mahasiswa, masyarakat, maupun pihak lain yang membutuhkan, termasuk UIN Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa UIN Jakarta melalui STF memiliki program cash wakaf sebagai salah satu upaya membangun keberlanjutan dukungan pendidikan.
“Kita perlu membesarkan STF agar dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi mahasiswa, dan siapapun yang membutuhkan, termasuk UIN Jakarta,” katanya.
Pada sesi pembinaan, Prof. Husni Rahim mengajak mahasiswa melihat masa perkuliahan sebagai ruang untuk menumbuhkan tiga modal penting, yakni moral, kinerja, dan pembelajar. Modal moral berkaitan dengan kejujuran, amanah, kedisiplinan, menjauhi plagiarisme dan manipulasi laporan, serta menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan secara etis. Sementara itu, modal kinerja berkaitan dengan kemampuan menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan, termasuk komunikasi, pemecahan masalah, kerja sama, teknologi, data, menulis, presentasi, dan kompetensi sesuai bidang keilmuan.
Adapun modal pembelajar menekankan kemampuan untuk terus belajar di tengah perubahan teknologi dan dunia kerja. Kemampuan mempelajari hal-hal baru menjadi bekal jangka panjang agar mahasiswa tetap relevan setelah menyelesaikan pendidikan. Tiga modal tersebut dirangkum dalam prinsip bahwa karakter membuat seseorang dipercaya, kompetensi membuat seseorang dibutuhkan, dan kemampuan belajar membuat seseorang tetap relevan.
“Karakter membuat orang percaya kepada kita. Kompetensi membuat orang membutuhkan kita. Belajar membuat kita tetap relevan,” tutur Prof. Husni.
Alexander Mahendrawan menyampaikan bahwa kolaborasi Tokio Marine bersama STF tidak dipandang sebatas penyaluran dana, tetapi sebagai upaya bersama untuk menghadirkan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat sekaligus memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
“Bagi kami, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi. Karena kami tidak melihat ini hanya sebagai penyaluran dana, tetapi sebagai upaya bersama untuk memberikan manfaat yang benar-benar nyata, terukur, dan berkelanjutan,” jelas Alexander.
Ia menambahkan, kesempatan yang diterima mahasiswa melalui program tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pendidikan, memperluas wawasan, membangun karakter, dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang profesi dan karir.
“Kesempatan ini diberikan agar adik-adik bisa menyelesaikan pendidikan, memperluas wawasan, membangun karakter, dan tentu menambah kemampuan supaya bisa bersaing, baik dalam hard skill, profesi, maupun karir,” ujarnya.
Perwakilan penerima beasiswa, Fatih Abdurrahman, mengatakan penerima memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanah beasiswa dengan sebaik-baiknya. Menurut mahasiswa semester tujuh Fakultas Dirasat Islamiyah tersebut, kesempatan yang diperoleh juga menjadi ruang untuk membangun hubungan silaturahmi bagi sesama penerima yang akan terlibat dalam berbagai kegiatan STF.
“Amanah ini harus kita jalankan karena tidak semua mahasiswa UIN Jakarta mendapatkan pengalaman yang sangat berharga seperti kita. Melalui kegiatan ini, kita juga dapat mempererat silaturahmi sesama awardee sekaligus menjadi penyemangat untuk terus mengikuti kegiatan STF,” kata Fatih.
Pada semester ganjil Tahun Akademik 2026, STF menyalurkan beasiswa kepada 56 mahasiswa dengan total bantuan Rp214.084.000. Bantuan tersebut terdiri atas Beasiswa Prestasi untuk 45 mahasiswa sebesar Rp172.234.000, PHRS untuk lima mahasiswa sebesar Rp17.050.000, PAAS untuk empat mahasiswa sebesar Rp20.000.000, serta program Orang Tua Asuh untuk dua mahasiswa sebesar Rp4.800.000.
Melalui rangkaian penyerahan dan pembinaan tersebut, STF menempatkan beasiswa bukan hanya sebagai dukungan biaya pendidikan, tetapi sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas ruang tumbuh. Dukungan finansial, pembinaan, jejaring, dan kesempatan belajar diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang berkarakter, kompeten, adaptif, serta mampu mengembangkan manfaat bagi orang lain.