SOM MABIMS ke-50 Sepakati 10 Resolusi Khairu Ummah, UIN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Keagamaan Kawasan
Jakarta, Berita UIN Online — Pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) menyepakati 10 resolusi Khairu Ummah sebagai arah bersama membangun masyarakat Islam berkeadaban. Kesepakatan tersebut mencakup penguatan keluarga muslim, pendidikan Islam inklusif, kapasitas tenaga keagamaan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pemberdayaan ekonomi umat, hingga kolaborasi pendidikan regional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin M.A., menegaskan bahwa seluruh resolusi perlu ditindaklanjuti melalui program konkret agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Untuk memperkuat solidaritas dan mendorong kerja sama nyata di antara negara-negara anggota, kita berharap kerja sama yang telah terbangun tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kamaruddin saat menutup SOM MABIMS ke-50 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Sepuluh Resolusi Khairu Ummah
Sepuluh resolusi yang disepakati negara anggota MABIMS meliputi:
- Penguatan paradigma umat terbaik (khairu ummah) dengan mendorong pengamalan konsep khairu ummah sebagai landasan peradaban yang berlandaskan maqasid syariah, moderasi beragama (wasatiyyah), toleransi, inklusif, dan tanggung jawab sosial.
- Pengukuhan asas (fondasi) pembinaan keluarga muslim dengan memperkuat peranan strategik keluarga sebagai asas utama pembentukan akhlak dan peradaban, perlindungan jiwa dan keturunan, serta pengelolaan harta berdasarkan maqasid syariah melalui sinergi lintas negara.
- Pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dengan meningkatkan mutu pendidikan Islam yang besesuaian dengan zaman, mesra kanak-kanak, dan berorientasi pada pembentukan karakter, kurikulum berbasis cinta (rahmah), pemikiran kritis, serta kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
- Peningkatan kapasiti tenaga keagamaan dan belia dilaksanakan melalui latihan berterusan dalam literasi digital, disusuli penerapan etika teknologi serta kecerdasan buatan (AI) yang berpusat pada manusia bagi mengutamakan kemaslahatan dan perlindungan golongan rentan.
- Bagi menjamin integriti institusi, pedoman etika penggunaan AI dibangunkan dengan penekanan pada semakan (verifikasi) data dan kawalan manusia, khususnya untuk urusan penyelidikan agama dan penetapan hukum Islam (istinbat) oleh pihak berautoriti.
- Penguatan profesionalisme dakwah dan pelayanan (perkhidmatan) dengan meningkatkan integritas para pendakwah, penceramah, dan pegawai agama dalam merespons dinamika ruang digital, memantapkan tadbir urus perkhidmatan keagamaan yang transparan (telus) dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Penguatan ekosistem halal dan keuangan sosial Islam dengan mendorong kerja sama serantau dalam pengembangan ekosistem halal, peningkatan mutu pensijilan (sertifikasi), serta optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, dan instrumen keuangan sosial Islam secara produktif.
- Pengembangan zakat dan pemerkasaan asnaf dengan memperkuat kerja sama serantau dalam pengelolaan zakat melalui pemprofilan penerima, penetapan batas kecukupan, serta transformasi bantuan asas kepada pembangunan keupayaan, latihan kemahiran, dan pembinaan usahawan (asnaf empowerment).
- Pemberdayaan asnaf dan masyarakat rentan dengan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi asnaf melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pelatihan keterampilan, dan perluasan akses ekonomi guna mencapai kemandirian yang berkelanjutan.
- Penguatan pendidikan kolaboratif serantau dengan meningkatkan kerja sama penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan ilmu antaruniversiti keagamaan di kawasan MABIMS untuk menghadapi cabaran semasa.
Selain sepuluh resolusi tersebut, SOM MABIMS ke-50 menyepakati empat fokus strategis periode 2026–2030 yang dituangkan dalam Takwim Fokus Strategik bersama, yakni Potensi Belia, Pendidikan dan Beragama Maslahat, Harmonisasi Sosioekonomi, serta Keharmonian Serantau.
UIN Jakarta dan Biro HKLN Kemenag Gelar Seminar Internasional
Sebagai bagian dari rangkaian SOM MABIMS ke-50, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri (HKLN) Kementerian Agama RI menyelenggarakan Seminar Kertas bertema “Khairu Ummah: Berbagi Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban” di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (2/11/2026) lalu. Seminar menghadirkan pembicara dari empat negara anggota MABIMS untuk berbagi praktik baik dalam membangun Khairu Ummah melalui pendekatan keluarga, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, dalam pembukaannya mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi negara anggota untuk saling belajar dan bertukar pengalaman. “Khairul Ummah itu adalah umat terbaik, sebuah imajinasi sosioreligius yang sedang kita ikhtiarkan bersama-sama untuk kita wujudkan. Karena itu, tadi ada penampilan atau paparan dari empat negara yang membicarakan best practice yang dilakukan di masing-masing negara,” ujarnya.
Brunei Darussalam memaparkan ketahanan keluarga sebagai fondasi masyarakat Islam berkeadaban melalui Dr. Dayang Hajah Siti Juriah dari Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan. Indonesia diwakili Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, yang membawakan makalah Pendidikan dan Beragama Maslahat: Praktik Baik Indonesia di Tengah Disrupsi Multidimensi.
Malaysia diwakili Ustazah Zuraini Binti Yahaya dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), yang memaparkan harmonisasi sosial ekonomi dan pemberdayaan ekonomi umat. Sementara itu, Singapura melalui Ustaz Abdul Hafiz Latiff dari Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) membahas pendekatan berpusat pada manusia (human-centric approach) dalam menghadapi perkembangan AI.
Sekjen Kamaruddin berharap pertukaran praktik baik tersebut menghasilkan kolaborasi konkret yang dapat diterapkan di masing-masing negara.
Keterlibatan UIN Jakarta sendiri dalam penyelenggaraan seminar merupakan tindak lanjut audiensi Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jumat (23/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menag menekankan pentingnya pelibatan perguruan tinggi dalam kegiatan internasional Kementerian Agama sesuai kapasitas masing-masing lembaga.
Rekktor Asep Jahar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Agama kepada UIN Jakarta. Persiapan seminar dilakukan melalui koordinasi bersama Biro HKLN Kemenag.
Menurutnya, penyelenggaraan forum ini sekaligus memperkuat kontribusi UIN Jakarta dalam diplomasi keagamaan, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi akademik regional, sejalan dengan resolusi MABIMS mengenai penguatan pendidikan kolaboratif serantau.
SOM MABIMS ke-50 berlangsung pada 1–3 November 2026 di Jakarta. Delegasi Indonesia dipimpin Kamaruddin Amin, delegasi Brunei Darussalam dipimpin Awang Haji Shamshol bin Haji Omar, delegasi Malaysia dipimpin Muhyidin bin Aziz, dan delegasi Singapura dipimpin Kadir Maideen bin Mohamed.
Dalam pertemuan tersebut, negara anggota juga menyepakati penyempurnaan Panduan Keanggotaan MABIMS, termasuk mekanisme keterlibatan negara pemerhati dan negara bersekutu. Draf panduan ditargetkan rampung sebelum SOM ke-51 dan Pertemuan MABIMS ke-22 di Brunei Darussalam pada 2027. (Pusat Informasi & Humas/Biro HDI Kemenag)
