Siapkan PTN-BH, Pusat Pengembangan Bisnis UIN Jakarta Gencar Luaskan Unit Usaha dan Aset
CIputat, Berita UIN Online - Transformasi UIN Jakarta menuju PTN-BH mendorong penguatan kemandirian finansial kampus. Unit Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) menjadi instrumen penting dalam mengelola usaha, aset, dan kerja sama. Sejak 2015, P2B mengelola berbagai unit bisnis kampus secara profesional. Data terakhir yang disampaikan ke Kementerian Agama menunjukkan estimasi pendapatan bruto lebih dari Rp200 miliar dengan surplus sekitar Rp20 miliar.
Unit yang dikelola meliputi food court, ruko usaha (Bank Mandiri, BTN, Family Mart, Janji Jiwa), RS UIN Jakarta, Adia Suite, Syahida Inn, hingga Adia Convention Center. P2B juga menangani catering makanan, ticketing, maintenance AC, bengkel kendaraan dinas, dan pengadaan ATK.
Kepala Pusat P2B Prof. Asep Syarifuddin Hidayat menyebut potensi lahan 42 hektar di Cikuya untuk pengembangan peternakan yang dapat mendukung kebutuhan pangan rumah sakit dan hotel kampus.
Selain itu, P2B juga memberi ruang bagi mahasiswa, seperti panggung Live Music di Food Court Masjid Fathullah dan program KKN In Campus. Sistem pengelolaan menggunakan pola bagi hasil, sewa, dan Build Operate Transfer (BOT). Kontribusi P2B ke kampus minimal 10 persen dari pendapatan UKT. Gedung Harun Nasution juga dapat disewakan sesuai kebijakan rektor, dengan tarif berbeda untuk pihak luar dan sivitas akademika.
(Meisa Aqilah/Fajri Nafisa)
