Sherly Annavita Dorong Maba FITK UIN Jakarta Kenali Potensi Diri dan Perkuat Kolaborasi

Sherly Annavita Dorong Maba FITK UIN Jakarta Kenali Potensi Diri dan Perkuat Kolaborasi

Muainun Mubin Kezia Dava Adean Zamzani
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Influencer sekaligus Motivator Muda, Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.Si., hadir sebagai narasumber dalam talkshow bertema “Menatap Dunia Lewat Tulisan: Mengembangkan Literasi, Refleksi Diri (Journaling), dan Gagasan di Era Digital”. Talkshow ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 2026 yang bertujuan membekali mahasiswa baru agar adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika dunia digital, Auditorium Harun Nasution, (28/08/2026)

Selain menjadi content creator, Sherly juga merupakan pendiri Sherly Enlightenment Academy (SEA). Perempuan kelahiran Lhokseumawe, Aceh, pada 12 September 1992 tersebut merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta dan peraih gelar master di bidang Social Impact Investment dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia. Selain pernah menempuh pendidikan Sastra Jepang di Universitas Gadjah Mada, sosok yang populer melalui akun media sosial @sherlyannavita dengan lebih dari 2,2 juta pengikut ini aktif mengedukasi publik serta kerap dipercaya menjadi pembicara di panggung nasional maupun internasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FITK, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Yanti Herlanti, M.Pd., Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Dr. Yudhi Munadi, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni, Salamah Agung, M.A., Ph.D., serta jajaran Ketua SEMA dan DEMA FITK. Turut hadir mengisi rangkaian kegiatan, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Abdullah Ubaid Matraji, serta Akademisi dan Ahli Psikologi Anindito Aditomo, S.Psi., M.Phil., Ph.D. Dalam pemaparannya, Sherly menekankan pentingnya mahasiswa baru untuk mengenali potensi diri serta berani keluar dari zona nyaman melalui budaya kolaborasi, daripada bergerak secara individu semata. “Skill kita A + skill kawan kita B = mari berkolaborasi. Kemampuan kita X + kemampuan kawan kita Z = tujuan kita sama, mari berjalan bersama. Kolaborasi akan menghilang ketika kita tidak tahu posisi dan potensi yang kita miliki,” ujarnya. Menghadapi pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan keterbukaan dunia tanpa batas, ia mengimbau para calon pendidik masa depan untuk adaptif, kritis, serta tidak membatasi eksplorasi hanya pada ruang kelas formal. “Kita boleh berkuliah di UIN, tetapi kurikulum yang ada di Harvard University atau Oxford University hari ini sudah bisa kita akses. Kembangkan ruang kreativitas teman-teman, lakukan eksplorasi, dan bisa jadi teman-temanlah generasi pertama yang mencetuskan ide tersebut,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa masa perkuliahan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai wahana transformasi kualitas diri hingga akhir masa studi. “Nanti 4 tahun lagi ketika berdiri memakai kebaya atau setelan jas untuk wisuda, apa yang membedakan kita hari ini saat lulus dengan saat pertama kali duduk sebagai mahasiswa baru? Proses bertumbuh inilah yang menarik dalam budaya kampus,” pungkasnya. Diketahui, PBAK FITK 2026 diikuti sebanyak 1.108 mahasiswa baru dari berbagai program studi, diantaranya Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Fisika. Disusul oleh mahasiswa baru Program Studi Manajemen Pendidikan, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Profesi Guru.

Foto Dokumentasi 1
Foto Dokumentasi 2
Foto Dokumentasi 3