Selesaikan Program PPL, 9 Mahasiswa UIN Jakarta Hasilkan Inovasi Digital Al-Qur’an LPMQ Kemenag
Jakarta, Berita UIN Online – Sembilan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menyelesaikan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Acara pelepasan diselenggarakan di Kantor LPMQ Kemenag RI sebagai penanda berakhirnya masa magang selama 90 hari yang dimulai sejak 15 Oktober 2025, Rabu (15/01/2026).
Program PPL ini melibatkan mahasiswa dari dua fakultas dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Empat mahasiswa dari Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), diantaranya, Muhammad Faqih Haikal Mufti, Siti Lilim Iklimah, Sayyidatun Nisa Sy, dan Dzikry Ardhan Afdhaluddin. Sedangkan lima mahasiswa lainnya berasal dari Program Studi Teknik Informatika FST, diantaranya, Adi Gunawan, Nashif Rahman, Riko Febrian, Muhammad Fahriza Yuda Rianto, dan Farhan Haqqi. Seluruhnya merupakan mahasiswa semester 7.
Kehadiran mahasiswa dari dua bidang keilmuan yang berbeda ini menghasilkan kolaborasi yang produktif. Para mahasiswa FDI berhasil menyelesaikan proses pentashihan basis data Mushaf Bahriyyah yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi dan web Qur'an Kemenag. Sementara itu, para mahasiswa Teknik Informatika mengembangkan inovasi berupa sistem pencarian ayat, terjemah, dan tafsir Al-Qur'an berbasis suara sebagai terobosan dalam pemanfaatan teknologi untuk layanan kajian Al-Qur'an.
Kepala Subbagian Tata Usaha LPMQ, H. Muhammad Musadad, M.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kinerja mahasiswa UIN Jakarta. Ia menilai, kehadiran mahasiswa tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan memberikan sumbangsih yang signifikan.
“Proyek kerja yang telah diselesaikan akan dikembangkan lebih lanjut oleh LPMQ dan diarahkan menjadi bagian dari produk Lajnah, yang selanjutnya akan dirilis melalui aplikasi maupun web Qur’an Kemenag setelah dinyatakan benar-benar siap,” tuturnya.
Pengalaman magang di LPMQ tidak hanya memberikan pembelajaran praktis, tetapi juga membuka wawasan penelitian bagi para mahasiswa. Empat dari sembilan peserta PPL terinspirasi untuk mengangkat aktivitas dan dinamika keilmuan di LPMQ sebagai topik skripsi mereka. Beragam tema penelitian yang akan dikembangkan meliputi kajian tafsir ayat-ayat ekologi, analisis peran LPMQ dalam mekanisme Al-Qur'an Isyarat, pengembangan sistem tashih terjemah berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan sistem pencarian ayat, terjemah, dan tafsir berbasis suara.
Terkait hal ini, Musadad memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk menjadikan LPMQ dan Pustaka Lajnah sebagai rujukan utama dalam penelitian Al-Qur'an. Ia mendorong mahasiswa untuk terus menjalin komunikasi akademik dan melakukan riset langsung di LPMQ guna menjaga akurasi serta otoritas keilmuan.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di LPMQ hendaknya terus disebarluaskan sebagai bagian dari ikhtiar menyiarkan Al-Qur’an,” pesannya.
Salah satu mahasiswa FST peserta PPL, Nashif Rahman, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan hubungan akademik dengan LPMQ dalam penyelesaian tugas akhir. Lebih lanjut, Ia menyatakan bahwa magang di LPMQ membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat berjalin kelindan dengan studi Al-Qur'an.
"LPMQ merupakan ruang akademik yang strategis dan relevan untuk pengembangan riset Al-Qur'an yang mengintegrasikan antara keilmuan keislaman dan teknologi," pungkasnya.
(Mu'ainun Mubin/Fauziyah M./Zaenal M./Tiara Septiana D.)
