Satu Unit, Satu Cerita: Pembekalan KKN In Campus 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa dalam Produksi Video Profil

Satu Unit, Satu Cerita: Pembekalan KKN In Campus 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa dalam Produksi Video Profil

Ruang Diorama, Berita UIN Online — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis kampus, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Pembekalan KKN In Campus 2026 bertajuk “Satu Unit, Satu Cerita: Mengemas Kiprah KKN In Campus dalam Video Profil” di Ruang Diorama, Selasa (09/04/2026). Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antar unit dan fakultas serta diikuti oleh perwakilan KKN dari masing-masing unit, dengan total 712 mahasiswa. 

Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Ade Rina Farida, M.Si. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof Amelia Fauzia, Ph.D., beserta para pemateri, yakni Alfian Mushof Abdullah, S.Sy., dan Alkautsar Anhar, S.H.

Dalam sambutannya, Amelia Fauzia menegaskan pentingnya dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan sosial mahasiswa. “Dokumentasi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi wajah dari pengabdian mahasiswa. Melalui video profil, kita bisa menyampaikan dampak nyata KKN kepada publik secara lebih luas dan bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Ade Rina Farida menekankan pentingnya sinergi antar unit dalam menghasilkan publikasi yang berkualitas. “Kolaborasi lintas unit dan fakultas menjadi kunci agar setiap program KKN memiliki cerita yang kuat, terstruktur, dan mampu menginspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Pada sesi materi, Alfian Mushof Abdullah memaparkan tahapan produksi film dokumenter yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Ia menjelaskan bahwa tahap pra produksi merupakan fondasi utama dalam menentukan arah cerita.

“Pra produksi adalah tahap paling krusial karena di sinilah ide dibentuk, riset dilakukan, hingga perencanaan disusun secara matang sebelum turun ke lapangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahap produksi, mahasiswa harus memastikan pengambilan gambar sesuai dengan skrip, termasuk wawancara narasumber dan pengambilan footage pendukung. Sementara pada tahap pasca produksi, proses penyuntingan menjadi penentu kualitas akhir video, mulai dari penyusunan adegan, colour grading, hingga penambahan audio dan grafis.

Selanjutnya, Alkautsar Anhar menyampaikan materi terkait alur praktis pembuatan konten. Ia menekankan pentingnya perencanaan tim dan konsep cerita sebelum proses eksekusi dilakukan.

“Konten yang baik selalu diawali dengan ide yang kuat dan perencanaan yang jelas. Mulai dari menentukan konsep, mencari narasumber, hingga recce lokasi dan penyusunan shotlist, semuanya harus dipersiapkan dengan detail,” paparnya.

Ia juga menutup dengan menegaskan bahwa tahap eksekusi merupakan momen penting untuk merealisasikan seluruh perencanaan. “Ketika masuk tahap eksekusi, semua tim harus siap. Karena di situlah ‘action’ sebenarnya dimulai dan menentukan hasil akhir dari dokumenter yang dibuat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengemas setiap kegiatan KKN menjadi konten video profil yang informatif, terstruktur, dan menarik. Publikasi yang dihasilkan nantinya akan disesuaikan dengan tahapan kegiatan KKN yang dilakukan, sehingga setiap unit dapat menghadirkan cerita autentik dari pengabdian mereka kepada universitas. 

(Putri Khoirina N./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa)

Tag :