Sambut Kunjungan Dubes Thailand, UIN Jakarta Jajaki Kerjasama Riset dan Penguatan Kelembagaan 

Sambut Kunjungan Dubes Thailand, UIN Jakarta Jajaki Kerjasama Riset dan Penguatan Kelembagaan 

Muainun Mubin Ridwan Ramadhan Hanif Az-Zaydan
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Ruang Sidang Utama, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar Kerajaan Thailand dalam rangka memperkuat hubungan kerjasama akademik, serta pengembangan kelembagaan internasional. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Kamis (17/09/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, didampingi Minister & Deputy Chief of Mission, H.E. Mrs. Hathaichanok Riddhagni Frumau. Delegasi diterima secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan UIN Jakarta, Din Wahid, M.A., Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Zulkifli, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Ade Abdul Hak, M.Hum., CIQnR., serta perwakilan Pusat Pelayanan Kerjasama Internasional (PLKI), Nurbaini Futuhat Wulansari, S.Si dan staff PLKI. Turut hadir pula 10 mahasiswa asal Thailand (8 mahasiswa dan 2 mahasiswi) yang tengah menempuh studi di UIN Jakarta.

Mengawali sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan, Din Wahid, M.A., Ph.D., menyampaikan salam hangat dan permohonan maaf dari Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., yang berhalangan hadir. Ia kemudian memaparkan profil UIN Jakarta sebagai PTKIN terbesar di Indonesia yang saat ini memasuki usia ke-69 tahun dengan 42.088 mahasiswa, sekitar 1.300 dosen, 900 tenaga kependidikan, serta 12 fakultas.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat datang di universitas ini. Ini merupakan perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Indonesia. Saat ini kami sedang memperingati milad yang ke-69 universitas ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2002, UIN Jakarta terus mengusung integrasi antara ilmu-ilmu keislaman dan sains modern, serta aktif mempromosikan paham Islam moderat. Lebih lanjut, Din Wahid mendorong potensi kolaborasi konkret di bidang kajian sains halal dan wisata halal (halal tourism).

“Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dalam hal Halal Center dan Halal Science, kita harus mengakui bahwa universitas-universitas di Thailand sangat maju. Oleh karena itu, kita dapat berkolaborasi dengan Anda,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, mengapresiasi rekam jejak panjang UIN Jakarta serta capaian prestasinya di tingkat global, khususnya dalam QS World University Rankings.

“Saya tahu bahwa UIN adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbesar dalam studi Islam, dan sekarang saya juga mengetahui bahwa universitas ini telah berusia 69 tahun, sehingga ini merupakan universitas yang berdiri sangat lama. Saya sangat senang mendapat kesempatan untuk berkunjung, serta kesempatan untuk menemui para mahasiswa Thailand yang ada di sini bersama kita,” ungkapnya.

Ia menyambut baik usulan kerjasama riset sains halal dan memfasilitasi hubungan antara UIN Jakarta dengan institusi riset ternama di Thailand, seperti Halal Science Center Universitas Chulalongkorn, terutama menyikapi regulasi sertifikasi halal yang berlaku di Indonesia.

“Kami dengan senang hati akan membantu menghubungkan UIN dengan mereka untuk kajian bersama atau kolaborasi,” tambahnya.

Kepada para mahasiswa asal Thailand yang hadir, Dubes Prapan Disyatat berpesan agar memanfaatkan masa studi empat tahun di UIN Jakarta untuk menimba ilmu dan membangun jejaring persahabatan antar kedua negara.

“Bagi kalian, kalian memainkan peran yang sangat penting. Kalian menuntut ilmu di sini di Indonesia, dan ketika kembali ke Thailand kelak, kalian akan menjadi jembatan bagi kedua negara kita,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana (SPS) UIN Jakarta, Prof. Dr. Zulkifli, M.A., turut memaparkan keunggulan SPS UIN Jakarta yang didirikan sejak 1982 dan kini membina sekitar 600 mahasiswa magister dan doktor. Ia menawarkan program studi dengan konsentrasi interdisipliner seperti Agama dan Sains Medis, Agama dan Ekologi, serta Agama dan Ekonomi, sekaligus mempromosikan Beasiswa Rektor (Rector's Scholarship) bagi mahasiswa Thailand.

“Kami bertujuan untuk menggeser pusat studi Islam dari Timur Tengah ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperluas jaringan global UIN Jakarta di kawasan ASEAN, memperkuat mobilitas akademisi dan mahasiswa, serta melahirkan program aksi nyata dalam bidang riset dan pendidikan internasional.