Rektor UIN Jakarta Tekankan Lulusan Membangun Karya yang Berdampak
Auditorium Harun Nasution, Berita Online - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 yang mengukuhkan 773 lulusan, terdiri atas Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak 311 orang, Fakultas Syariah dan Hukum sebanyak 312 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 150 orang. Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., melantik para lulusan pada hari terakhir rangkaian Wisuda ke-141 dari total 3.154 lulusan Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Harun Nasution, Ahad (13/09/2026).
Prosesi wisuda berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang dihadiri para guru besar anggota prosesi, wakil rektor, kepala biro, dekan dan wakil dekan, ketua lembaga dan pusat, kepala bagian dan ketua tim, serta orang tua atau wali dan keluarga wisudawan dan wisudawati. Wisuda ke-141 mengusung tema “Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas dan Berdampak Bagi Kemanusiaan.”
Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta menempatkan rasa syukur sebagai dasar bagi lulusan untuk memahami bahwa keberhasilan akademik tidak hanya lahir dari usaha pribadi. Kesadaran terhadap peran Allah SWT, orang tua, teman, guru, dan masyarakat, menurutnya, perlu dipertanggungjawabkan untuk memberikan dampak setelah menyelesaikan pendidikan.
“Maka yang utama marilah kita bersyukur. La'in syakartum la'azidannakum wala'in kafartum inna 'adzabi lasyadid. Tidak mudah orang bisa bersyukur. Tidak semua orang bisa berterima kasih. Karena itu membutuhkan penguasaan diri, serta pemahaman diri,” ujar Rektor.
Menurutnya, kesadaran tersebut juga perlu tercermin dalam upaya universitas memperbaiki lingkungan akademik dan pelayanan. UIN Jakarta tengah menjalankan empat agenda pengembangan, yakni digitalisasi, penerapan green campus, reformasi birokrasi, serta pengelolaan dan pengembangan aset universitas. Digitalisasi yang dimulai pada 2024, misalnya, telah mencapai sekitar 80 persen dan masih terus disempurnakan.
“Kita melakukan digitalisasi yang memang baru mulai tahun 2024 dan masih proses untuk saat ini sekitar 80%, beberapa hal sudah kita capai. Kita melakukan juga perbaikan di dalam konteks green campus, dan mengelola suasana kampus dengan berbagai sistemnya,” jelasnya.
Memasuki kehidupan setelah wisuda, rektor menegaskan bahwa gelar akademik bukan garis akhir. Lulusan memiliki kesempatan untuk memulai kembali dengan bekal ilmu yang telah diperoleh, tanpa menjadikan capaian akademik sebagai batas perkembangan diri.
“Yakinkan diri kalian bahwa aku sekarang memulai hidup baru, aku harus berubah. Maka kalian harus berkembang, move, develop, jangan berhenti. Jangan merasa cukup. Boleh seminggu ini bereuforia untuk merasakan keberhasilan yang telah selesai, tapi setelah seminggu tidak lagi. Kalian harus mulai kembali berubah dan berkembang,” tegasnya.
Untuk mengarahkan proses tersebut, Rektor mendorong lulusan memperkaya wawasan melalui sejarah dan mempelajari perjalanan orang-orang yang berhasil, memiliki keteguhan, integritas, serta visi. Tokoh-tokoh tersebut dapat menjadi rujukan bagi lulusan dalam membangun karakter dan menentukan langkah setelah memasuki kehidupan profesional maupun sosial.
“Saya ingin menyampaikan kalian harus belajar sejarah. Banyak membaca sejarah dari orang-orang yang berhasil, karena merekalah yang akan menjadi role model kalian,” tuturnya.
Salah satu tokoh yang dicontohkan ialah B.J. Habibie. Rektor menilai konsistensi Habibie dalam pengembangan teknologi nasional dapat menjadi teladan bagi lulusan, termasuk dalam memadukan penguasaan teknologi dengan ketakwaan dan dimensi spiritual. Ia juga mengingatkan agar lulusan tidak terpaku pada kelemahan seorang tokoh karena setiap manusia memiliki keterbatasan.
“Artinya di dalam konteks teknologi, di dalam konteks takwa, di dalam konteks spiritual jadikan Habibie sebagai role model. Tentunya Habibie ada kelemahan. Tetapi jangan melihat sisi kelemahan nya, karena ia juga manusia,” ungkap Rektor.
Pada akhirnya, rektor mengarahkan lulusan untuk menerjemahkan ilmu dan pengalaman akademik menjadi karya yang memudahkan kehidupan orang lain. Keberhasilan, menurutnya, tidak semestinya diukur pertama-tama dari keuntungan materi, melainkan dari manfaat yang dapat diberikan melalui karya dan pemikiran.
“Saya tekankan di sini, setelah kalian sarjana, berbuatlah sesuatu bagaimana karya, dan pemikiran kalian bisa mempermudah orang lain. Bukan tujuannya untuk how to get money, how to make money, no!. Tapi untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena disitulah yang pada akhirnya keberhasilan mengikuti anda,” pungkasnya.
Melalui amanat tersebut, Rektor menegaskan bahwa lulusan UIN Jakarta tidak cukup hanya membawa gelar setelah wisuda. Mereka perlu menjadikan rasa syukur sebagai tanggung jawab, terus berkembang setelah memasuki babak baru, belajar dari role model, serta mengubah ilmu dan pemikiran menjadi karya yang memberi manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu mewujudkan makna tema Wisuda ke-141 sebagai pribadi yang inovatif, berintegritas, dan berdampak bagi kemanusiaan.
Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Ahad (13/09/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini:
