Rektor UIN Jakarta Lantik Pejabat Administrator, Tekankan Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Layanan
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online — Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Administrator bertempat di Auditorium Harun Nasution, Senin (19/1/2026).
Pelantikan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif, Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Din Wahid, Ph.D., bersama para dekan fakultas dan sivitas akademika terkait.
Prosesi pelantikan diawali dengan masuknya Rektor ke ruang acara, dilanjutkan pembacaan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat administrator. Para pejabat yang dilantik berasal dari sejumlah fakultas dan unit kerja di lingkungan UIN Jakarta, khususnya pada jabatan Kepala Bagian Tata Usaha fakultas, antara lain: Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Kedokteran, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Dalam pelantikan tersebut, Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., secara resmi melantik para pejabat administrator dan menyatakan keyakinannya bahwa para pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam amanatnya, Rektor menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan pelayanan prima sebagai fondasi utama bagi para pejabat yang baru dilantik. “Dengan membahagiakan puji syukur ke hadirat Allah SWT, saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” ujar Prof. Asep.
Beliau menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, akuntabilitas, dan etika profesional. Rektor juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi melalui digitalisasi sistem, standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, serta koordinasi yang efektif antara pimpinan fakultas dan unit kerja.
“Agenda kita ke depan adalah membangun sistem kerja yang transparan, akuntabel, dan objektif. Para pejabat baru harus mampu mendorong peningkatan kinerja staf, menjaga keharmonisan di lingkungan kerja, dan menempatkan pelayanan kepada mahasiswa dan sivitas akademika sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pencegahan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ia menekankan bahwa setiap pejabat harus menjaga integritas, menghindari pertentangan kepentingan, serta bersedia memberikan informasi yang diperlukan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas.
Prosesi pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara oleh para pejabat baru serta saksi. Rektor berharap, dengan semangat baru dan profesionalisme yang tinggi, pejabat yang dilantik dapat menjadi teladan dan berkontribusi secara maksimal bagi pengembangan UIN Jakarta.
(Putri Khoirina N./Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa P.)
