Rektor UIN Jakarta Apresiasi Pencapaian Profesor Jamhari

Rektor UIN Jakarta Apresiasi Pencapaian Profesor Jamhari

Ciputat, Berita UIN Online - Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan penganugerahan Bintang Jasa Musim Semi, Rabu (29/4/2026). Prof. Dr. Jamhari Makruf, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), menjadi salah satu tokoh yang menerima penghargaan bergengsi The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon atas kiprahnya dalam memperkuat pertukaran akademik serta saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.

Kabar tersebut disambut hangat dan mendapat apresiasi penuh dari civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. "Kami atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar UIN Jakarta sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Profesor Jamhari. Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan personal, tetapi juga bukti nyata bahwa akademisi dan cendekiawan dari kampus kita mampu memberikan kontribusi dan dampak yang diakui di panggung global," ujar Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., melalui Berita UIN Online. 

Penghargaan ini tentu tidak lepas dari rekam jejaknya di dunia akademik, khususnya di lingkungan UIN Jakarta. Sebelum mengemban amanah sebagai Rektor UIII, beliau tercatat pernah mengabdi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) serta Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta. Selain itu, dedikasi institusional Prof. Jamhari juga ditunjukkan saat beliau menduduki posisi strategis sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta pada periode 2011–2014.

Tidak hanya memiliki akar yang kuat di UIN Jakarta, kontribusi Prof. Jamhari terhadap Jepang juga telah berjalan secara konsisten. Sebagai cendekiawan Islam terkemuka, ia kerap memberikan informasi serta analisis berharga mengenai diplomasi dan urusan dalam negeri yang menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan luar negeri Pemerintah Jepang. Lebih lanjut, Prof. Jamhari juga menjadi motor penting dalam perintisan dan pelaksanaan program “Kunjungan Pimpinan Pondok Pesantren ke Jepang” yang telah berlangsung sejak 2004.

Lebih jauh, penganugerahan bintang jasa ini menjadi momentum penting yang membuktikan bahwa peran cendekiawan Muslim Indonesia mampu melampaui batas geografis. Apresiasi dari Pemerintah Jepang ini menegaskan kembali pentingnya diplomasi pendidikan dan budaya sebagai jembatan untuk merajut persahabatan yang lebih erat dan inklusif antara masyarakat kedua negara, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus akademisi di Tanah Air.

(Irfan Mufid./Zaenal M./Sambu Sayyidul.)

Tag :