Rektor Resmikan GCL, Tingkatkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa
FSH, Berita UIN Online – Dalam rangka meningkatkan wawasan keterampilan mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meresmikan The Gade Creative Lounge (GCL) sebagai program kepedulian sosial yang dibentuk oleh PT Pegadaian. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menilai sebagai bentuk kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung di lantai dasar gedung FSH, Rabu (10/09/2026).
Peresmian GCL berlangsung dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan FSH Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., Guru Besar FSH sekaligus Dewan Pengawas PT Pegadaian Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., Pemimpin Grup Unit Usaha Syariah PT Pegadaian Beni Martina Maulana, pimpinan PT Pegadaian, dan tamu undangan lainnya. Peresmian GCL ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Rektor UIN Jakarta dan Kepala Grup UUS PT Pegadaian.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. menilai peresmian GCL merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Sebagai halnya fokus UIN Jakarta pada empat program utama, yaitu internasionalisasi, digitalisasi, kampus hijau, dan tata kelola organisasi yang baik. Menurutnya, UIN Jakarta memiliki perhatian terhadap pengembangan kompetensi akademik dengan terus mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan perkembangan dengan kebutuhan dunia kerja.
Perkembangan tersebut terlihat dari berbagai pencapaian UIN Jakarta, di antaranya peringkat ke-29 dunia dalam QS World University Rankings by Subject 2026, mayoritas program studi yang memperoleh akreditasi Unggul serta akreditasi internasional, peringkat ke-238 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, integrasi aset, dan peningkatan pendapatan UIN Jakarta lebih dari Rp1 triliun. Program GCL menjadi salah satu bentuk pengembangan kolaborasi dengan dunia usaha yang selaras dengan upaya UIN Jakarta meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Dekan FSH Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., menjelaskan, relevansi GCL dengan FSH terlihat dari perwujudan pembelajaran mata kuliah ke dalam dunia praktik. Dalam pemaparannya, mahasiswa dapat mempelajari mata kuliah Fikih Muamalah di ruang kelas sekaligus mempraktikkan teori jual beli modern melalui program yang dibangun melalui kemitraan strategis tersebut. Prof. Dr. Muhammad Maksum, menilai potensi penerimaan mahasiswa terhadap program ini cukup besar karena GCL menawarkan aspek ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman kerja nyata.
Selain itu, Guru Besar FSH sekaligus Dewan Pengawas PT Pegadaian Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., turut berperan dalam pengembangan sinergi antara dunia usaha dan kampus. Sebelumnya, Asrorun Ni'am juga telah mengembangkan program smart class dan beasiswa penulisan akhir untuk skripsi, tesis, dan disertasi dengan tema seputar fatwa. Ia berharap program GCL dapat terus dilanjutkan dan dimanfaatkan tidak hanya oleh mahasiswa FSH, tetapi juga mahasiswa dari fakultas lain yang membutuhkan informasi mengenai kewirausahaan.
Sementara itu, Pemimpin Grup Unit Usaha Syariah PT Pegadaian Beni Martina Maulana menjelaskan, GCL dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menyelenggarakan diskusi dan mini seminar. Bersama PT Pegadaian, mahasiswa juga dapat mengikuti kegiatan penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Adapun dukungan kewirausahaan diberikan melalui pelatihan untuk menjadi agen atau membuka usaha secara mandiri dengan tetap menyesuaikan waktu kuliah.
“Mahasiswa bisa mendapatkan pendapatan sekaligus kuliahnya berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ruang GCL yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana diskusi dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Program GCL juga menunjukkan pengakuan dunia usaha terhadap eksistensi UIN Jakarta. Selaras dengan program studi yang dimiliki FSH, GCL diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL), terutama pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah jenjang sarjana dan magister. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek bisnis dan syariah dalam praktik, tetapi juga dapat merasakan langsung proses bisnis melalui pelatihan kewirausahaan yang diberikan.
