Refleksi Alumni, Kolonel Sus Dr. Muttaqin, M.A.D: Alumni UIN Jakarta Harus Mampu Bersaing tanpa Kehilangan Nilai Agama

Refleksi Alumni, Kolonel Sus Dr. Muttaqin, M.A.D: Alumni UIN Jakarta Harus Mampu Bersaing tanpa Kehilangan Nilai Agama

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online Prosesi Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghadirkan Kolonel Sus Dr. Muttaqin, M.A.D., sebagai perwakilan Alumni di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (23/5/2026). Seorang perwira menengah TNI Angkatan Udara yang merupakan alumni angkatan pertama Fakultas Dakwah tahun 1990 sekaligus alumni anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Jakarta ini menekankan pentingnya peran strategis ikatan alumni sebagai jembatan karier bagi para lulusan baru.

Kolonel Muttaqin menyatakan bahwa penguatan komunikasi antara komunitas alumni dan wisudawan sangat diperlukan saat ini. Hal ini dikarenakan jaringan alumni UIN Jakarta sudah tersebar luas di berbagai sektor global, mulai dari birokrasi pemerintahan, kementerian, swasta, hingga institusi militer. 

“Fungsi utama alumni di sini adalah sebagai mediator dan pembuka channel atau relasi. Komunikasi ini harus diperkuat agar adik-adik yang baru lulus tidak merasa kebingungan dalam melangkah. Setiap adik-adik yang mau melanjutkan kiprahnya ke mana pun, abang dan seniornya sudah ada di sana. Tinggal merilis, menghadap, dan bertanya," ujar Kolonel Muttaqin dalam wawancara pasca-acara.

Lebih lanjut, ia memberikan kesaksian mengenai kualitas lulusan UIN Jakarta di dunia kerja. Menurutnya, alumni UIN memiliki nilai plus berupa integrasi antara kapasitas akademik umum dan fondasi nilai keagamaan yang kuat, hal yang jarang dimiliki oleh perguruan tinggi lain.

“Saya yang berdinas di luar UIN Jakarta, di TNI Angkatan Udara, melihat gaungnya UIN Jakarta itu sangat luar biasa dirasakan oleh bangsa negara kita. Kita merasakan bahwa mahasiswa UIN Jakarta ini punya dua keunggulan. Yang pertama adalah keunggulan akademik secara umum, kemudian yang kedua dari segi agamanya dia mengikut di situ. Seorang alumni UIN Jakarta itu memiliki potensi kemampuan secara umum hebat, tetapi potensi nilai-nilai agama dan moral itu sangat diunggulkan,” jelasnya.

Kolonel Muttaqin juga mengingatkan para wisudawan mengenai kompleksitas tantangan di era digital. Ia membandingkan tantangan masa lalu yang cenderung bersifat fisik dengan tantangan masa kini yang berada di dunia maya, seperti hoaks, judi online, narkoba, hingga radikalisme digital.

“Dulu musuh terbesar kami ini adalah macetnya Pasar Ciputat dan kejar-kejaran deadlinenya skripsi. Sekarang, kalian lulus, musuhnya sudah sangat berbeda. Musuhnya adalah algoritma media sosial dan jaringan internet yang kadang tenggelam seperti harapan palsunya mantan. Jangan jadi generasi digital yang cengeng. Jangan jadi generasi yang hanya mencari zona nyaman, yang baru dikritik sedikit saja di dunia maya, langsung mental breakdown” tegasnya dalam orasi.

Ia kemudian berpesan agar para sarjana baru tetap menjaga integritas spiritual dan tidak melupakan bakti kepada orang tua di tengah upaya mereka mengejar karier di tingkat global.

“Tunjukkan kepada dunia bahwa alumni UIN Jakarta mampu bersaing di Silicon Valley, pusat teknologi paling hebat di dunia, namun tidak pernah lupa bersujud di atas sajadah. Di atas langit ada langit. Jangan pernah lupa pada orang tua, karena doa merekalah yang menghantarkan kalian ke titik pada saat sekarang ini. Kita minta doa kepada orang tua itu sama dengan jalan tol kita,” tambahnya.

 Di akhir pernyataannya, Kolonel Muttaqin menyampaikan rasa bangga dan komitmen penuhnya bersama jaringan alumni untuk terus mendukung dan memediasi para lulusan baru agar siap menjadi pemimpin masa depan.

“Saya sangat berbangga dalam merubuh hati saya yang sangat dalam, saya bangga alumni UIN Jakarta. Saya sangat terharu melihat respons para wisudawan-wisudawati ini sangat luar biasa semangatnya, motivasinya untuk demi kemajuan UIN Jakarta, demi kemajuan bangsa, negara, serta agama kita, " pungkasnya. 

(Irfan Mufid/Zaenal M./Alden Lee/Foto: Tiara Abdhie)

Tag :