PTRG Award 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender Peringkat UTAMA
Cirebon, Berita UIN Online– Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menorehkan prestasi nasional dengan menempatkan UIN Jakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Responsif Gender Peringkat UTAMA. Penghargaan yang diberikan di ajang Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2026 memosisikan UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi dengan komitmen kuat dalam pengarusutamaan gender, perlindungan hak-hak perempuan, anak, dan kelompok rentan di lingkungan pendidikan tinggi.
Penghargaan disampaikan dalam penutupan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang berlangsung di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta mendorong terwujudnya kampus yang inklusif, aman, dan berkeadilan gender.
Penghargaan Peringkat UTAMA sendiri diterima UIN Jakarta Bersama 14 perguruan tinggi lain, yaitu IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan, UIN Salatiga, UIN Walisongo Semarang, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Seluruh perguruan tinggi ini dinilai telah menunjukkan tata kelola dan implementasi pengarusutamaan gender secara komprehensif.

Di ajang PTRG Award 2026, penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender Terbaik diberikan kepada IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan sebagai Terbaik I, UIN Salatiga sebagai Terbaik II, dan UIN Walisongo Semarang sebagai Terbaik III. Sementara kategori Harapan diraih oleh UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Selain kategori tersebut, Kementerian Agama juga menetapkan 14 PTKI Peringkat Madya dan 15 PTKI Peringkat Pratama sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola PSGA secara berkelanjutan.
Keberhasilan meraih Peringkat UTAMA, Kepala PSGA UIN Jakarta Dr. Hj. Wiwi Siti Syajaroh, M.A dalam keterangannya mengungkapkan, menjadi pengakuan atas berbagai inovasi dan implementasi program yang telah dijalankan PSGA UIN Jakarta. Ini misalnya dengan penguatan kebijakan kampus responsif gender, pengembangan layanan perlindungan bagi sivitas akademika, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kesetaraan gender, hingga kolaborasi lintas sektor dalam membangun lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Lebih jauh, dosen Fakultas Ushuluddin ini mengatakan jika penghargaan yang diterima sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dan para mitra yang selama ini mendukung penguatan perspektif gender di lingkungan kampus. “Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh mitra yang memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat pengarusutamaan gender di UIN Jakarta," ujar.
Dengan penghargaan tersebut, Wiwi berharap, sivitas UIN Jakarta terus mendorong implementasi perguruan tinggi responsif gender. “Penghargaan ini bukan hanya menjadi prestasi institusi, tetapi juga amanah bagi kami untuk terus menghadirkan kampus yang lebih inklusif, aman, dan adil bagi seluruh sivitas akademika,” tandasnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan PSGA merupakan buah dari konsistensi PSGA UIN Jakarta dalam mendorong tata kelola kelembagaan universitas yang berpihak pada nilai-nilai kesetaraan dan kemanusiaan.
“PSGA memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan. Selama ini PSGA tidak hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga motor penggerak lahirnya berbagai kebijakan, program pendampingan, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat yang responsif terhadap isu gender,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. Menurutnya, penghargaan tersebut sejalan dengan komitmen UIN Jakarta untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global. “Capaian ini merupakan bukti bahwa UIN Jakarta tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membangun tata kelola kampus yang menjunjung tinggi kesetaraan, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat setiap individu,” apresiasinya.
Lebih jauh, Rektor Asep Jahar berharap kiprah PSGA untuk terus ditingkatkan dengan didukung seluruh sivitas akademik UIN Jakarta. “Saya berharap PSGA terus memperluas kiprah dan inovasinya sehingga nilai-nilai kampus inklusif semakin mengakar di seluruh aspek kehidupan akademik,” harapnya. (zm)
