Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A.

Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A.

16 Foto Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A - Foto 1
Foto Profil Alif Qadafie Foto Profil Tiara Abdhie
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A. sebagai Guru Besar bidang Metode Tafsir pada Fakultas Ushuluddin melalui Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Harun Nasution pada Rabu, 30 September 2026. Dalam momen bersejarah tersebut, akademisi kelahiran Surabaya pada 3 Oktober 1971 ini menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Tafsir Tauhidi-Waqi’i: Integrasi Teks, Realitas dan Kesadaran Tauhid dalam Pengembangan Metodologi Tafsir Al-Qur’an”, yang menyoroti pentingnya kerangka metodologi penafsiran yang tidak hanya terpaku pada teks, tetapi menjadikan realitas persoalan keseharian manusia sebagai titik tolak untuk direspons dengan panduan Al-Qur'an demi membentuk agensi etis-spiritual berbasis tauhid. Rekam jejak intelektual Prof. Lilik dibangun melalui perpaduan tradisi pesantren di Bahrul Ulum Tambakberas Jombang serta Takhassus Tahfidz al-Qur’an di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, yang kemudian disempurnakan dengan pendidikan tinggi formal mulai dari jenjang sarjana (S1) Tafsir Hadis di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga meraih gelar magister (S2) dan doktor (S3) Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketajaman analisis dan pemahaman keagamaannya juga ditempa melalui pengalaman panjang dalam dunia pendidikan dan pembinaan Al-Qur'an, termasuk mengasuh Pesantren Ciganjur serta mendirikan Padepokan Ngasah Roso “Ayatirrahman” di Parung, Bogor. Kini, selaku Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang karya-karyanya konsisten mengupas tafsir ahkam, tafsir tematis, isu-isu kontekstual, dan hak perempuan, pengukuhan ini tidak hanya menjadi puncak capaian akademik personalnya, melainkan juga kian memperkokoh kontribusi strategis Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta dalam pengembangan ilmu Al-Qur'an yang membumi dan mampu memberikan solusi etis bagi persoalan kemanusiaan dan krisis global kontemporer.

Berita Terkait:

GUBES