Prof. Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag.

Prof. Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag.

19 Foto - - Foto 1
Foto Profil Alif Qadafie Foto Profil Tiara Abdhie
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan Prof. Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Pembelajaran Fikih pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar pada Rabu, 30 September 2026. Dalam momen bersejarah tersebut, akademisi kelahiran Tangerang pada 28 Maret 1967 ini menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Pembelajaran Fikih Berbasis Ushuli melalui Model SMART dan Cyber Scientific”. Orasi ini merespons krisis pembelajaran fikih di tengah ledakan informasi (information overload) dan perkembangan kecerdasan artifisial dengan menawarkan pergeseran paradigma dari fiqh as product (hafalan hasil ijtihad) menuju fiqh as process (pemahaman metodologi istinbāṭ dan penalaran hukum atau legal reasoning). Transformasi tersebut dibangun melalui integrasi tiga pilar utama, yakni Ushul Fikih sebagai fondasi epistemologis, Model SMART (Strategic/Systematic, Meaningful, Active/Analytical, Reflective, and Transformative/Technology-Integrated) sebagai strategi pedagogis, serta Cyber Scientific Approach (CSA) sebagai ekosistem pembelajaran digital guna melahirkan generasi pembelajar yang kritis, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan (maqāṣid al-syarī‘ah).

Rekam jejak intelektual Prof. Sapiudin Shidiq ditempa melalui perpaduan kuat antara pendidikan umum dan tradisi pesantren sejak usia dini. Selepas menamatkan pendidikan dasar di SDN Buaran Asem di kawasan Tanjung Kait, Mauk, Tangerang sekaligus belajar agama di Madrasah Ibtidaiyah (1975–1981), ia melanjutkan studi sambil nyantri di Pesantren As-Syafi’iyah Jatiwaringin, Bekasi dengan menempuh jenjang MTs dan SMP secara bersamaan (1981–1984) serta jenjang MA dan SMA secara bersamaan (1984–1987). Pendidikan tingginya kemudian ditempuh di Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (S1, lulus 1991/1992) dan Program Magister Kajian Islam di almamater yang sama (S2, 1997–1999). Puncak pendidikan formalnya diraih pada Program Doktor (S3) Pendidikan Islam di Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor (2010–2014), di mana ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan predikat Cumlaude melalui disertasi mengenai model pembelajaran Ushul Fikih berbasis masalah.

Dalam perjalanan karier dan kepemimpinan akademiknya, Prof. Sapiudin mengawali pengabdian sebagai pengajar di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta (1993–1996) serta dosen di Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi, Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), dan STIAMI Jakarta, sebelum diangkat sebagai dosen tetap pada FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di lingkungan FITK UIN Jakarta, ia dipercaya mengemban berbagai amanah strategis, mulai dari Sekretaris Jurusan PAI, Ketua Program Studi Magister (S2) PAI (2016–2020), Ketua Tim Borang Pendirian Program S3 PAI (2021), Sekretaris Program Studi Doktor PAI (2022–2024), hingga menjabat sebagai Ketua Program Studi Doktor (S3) PAI FITK UIN Jakarta sejak tahun 2024. Kiprah profesional dan internasionalnya juga terentang luas sebagai penilai buku di Puskurbuk Kemendikbud dan mudaqqiq Lektur Keagamaan Kemenag RI, anggota Dai Standarisasi MUI Pusat, pengurus MUI Ciputat Timur, pengurus berbagai asosiasi profesi seperti APDOK PAI, FOPMAPI, dan FORDASI, serta pembimbing studi komparatif dan narasumber di berbagai institusi luar negeri seperti Arab Saudi, Singapura, Universitas Putra Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, Sofa College Malaysia, hingga Yala Rajabhat University di Thailand.

Produktivitas keilmuan penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun (2019), Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2022), dan penghargaan Dosen Teladan Publikasi Internasional Bereputasi APDOK PAI Nasional (2026) ini tercermin dari puluhan artikel pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Ia juga telah melahirkan belasan buku rujukan dan modul, di antaranya Menggali Hukum Islam (2007), Penuntun Belajar Fiqih (2007), Al-Qur’an Hadits (2008), Ushul Fiqh (2010), Fiqh Muamalat (2010), Fiqh Kontemporer (2016), Studi Awal Perbandingan Mazhab dalam Fikih (2021), Pendidikan Profetik (2021), dan Konstruksi Model Pembelajaran Ushul Fiqh Berbasis Masalah (2024). Kini, pengukuhan Prof. Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag. sebagai Guru Besar tidak hanya menjadi capaian tertinggi akademik personalnya, melainkan juga kian memperkokoh kontribusi strategis FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memelopori pembaruan metodologi pembelajaran fikih dan Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap transformasi teknologi digital di Indonesia.

Berita Terkait:

Gubes