PLKI UIN Jakarta Gelar FGD Keimigrasian untuk Sukseskan Mahasiswa Internasional UIN Jakarta
ADIA Convention Wisma Syahida Inn, Berita UIN Online — Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertepatan dengan Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) Mahasiswa Internasional Tahun Akademik 2026/2027, Senin (24/08/2026). Mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Keimigrasian dalam Mendukung Keberhasilan Studi Mahasiswa Internasional”, acara tersebut berlangsung khidmat di ADIA Convention Wisma Syahida Inn, UIN Jakarta.
Sebanyak 23 mahasiswa baru internasional menghadiri kegiatan FGD. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dari penguatan program internasionalisasi UIN Jakarta. Dari total peserta, 20 mahasiswa merupakan penerima Beasiswa Rektor BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedangkan tiga mahasiswa lainnya menempuh jalur mandiri atau self-funded. Para mahasiswa ini berasal dari delapan negara, yaitu Thailand, Afghanistan, Gambia, Nigeria, Uzbekistan, Pakistan, Kamboja, dan Yaman.
Kepala PLKI UIN Jakarta, Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D., menyampaikan bahwa tujuan FGD ini adalah meningkatkan pemahaman serta kesadaran regulasi keimigrasian bagi para mahasiswa asing melalui kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang. Beliau berharap layanan keimigrasian dapat optimal mendampingi para mahasiswa yang kelak turut berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
“The immigration authorities will be given strength by Allah SWT in carrying out their duties and doing their best to help international students. InsyaAllah, these students will become the future generation that will contribute to Indonesia’s progress. We may not see it now, but perhaps we will see it 10 years from now,” ujar Prof. Arif Zamhari.
Sesi materi teknis diisi oleh Analis Keimigrasian Ahli Muda Bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Dody Permana Jaya, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, Dody menjelaskan skema pembiayaan izin tinggal, alur pengajuan Visa, dan Izin Tinggal Terbatas (ITT), hingga kelengkapan dokumen yang diperlukan. Ia mengimbau agar mahasiswa tidak khawatir selama mematuhi aturan berlakunya dokumen resmi.
"Pengawasan terhadap mahasiswa internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada prinsipnya sama dengan pengawasan terhadap warga negara asing lainnya. Selama mereka beraktivitas sesuai dengan izin tinggal dan visa yang diberikan, tidak ada permasalahan yang perlu dikhawatirkan," tegas Dody.
Menambahkan aspek teknis tersebut, Koordinator Mahasiswa Internasional PLKI, Ratna Faeruz, M.Pd., mengungkapkan bahwa rangkaian program orientasi tahun ini dikemas lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Program ini mencakup penandatanganan kesepakatan yaitu agreement contract, kegiatan hari kebudayaan atau cultural day, hingga pendampingan keimigrasian secara berkelanjutan.
“Penerima Beasiswa Rektor mendapatkan fasilitas pengurusan visa serta Izin Tinggal Terbatas (ITT) yang dibayarkan dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pembiayaan ini juga mencakup program Bahasa Indonesia bagi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), fasilitas asrama, dan asuransi kesehatan,” jelas Ratna.
Dukungan dari sesama mahasiswa asing juga disampaikan oleh Wakil International Student Association (ISA) UIN Jakarta, Mahjoba Hasina Wardak. Mahasiswa semester tujuh, Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) asal Afghanistan tersebut menegaskan komitmen mahasiswa senior dalam memandu para juniornya.
“As much as we can, we try to help them because they are new, and we also faced the exact same challenges as they do. All programs are still running in coordination with the international office,” tutur Hasina.
Sinergi pendampingan ini dinilai sangat krusial oleh peserta FGD. Mahasiswa baru Prodi Agribisnis,FST, Wajar Allhmad Jan, mengutarakan apresiasinya atas penyelenggaraan FGD ini.
“This information is very important for us, especially as international students. If you reside in a country without understanding the regulations, it will cause many problems for you. With this support, we now clearly understand the immigration procedures,” ungkap Wajar.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan dalam sesi Sharing Session With Internasional Students, pendamping Mahasiswa Internasional PLKI UIN Jakarta, Vhemmy Nurbaini Futuhatul Ansari, S.Si., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan dilanjutkan dengan sesi orientasi gabungan antara mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal tingkat sarjana (S1) pada Rabu (26/08/2026), sebelum nantinya para mahasiswa mengikuti pengenalan di tingkat fakultas masing-masing.
Selain hal tersebut, PLKI UIN Jakarta juga memastikan komitmen penuh dalam memberikan pengawalan secara teknis maupun finansial kepada para mahasiswa internasional. Pendampingan mencakup seluruh tahapan administrasi dari awal hingga penerbitan dokumen resmi keimigrasian.
"PLKI mendampingi secara penuh seluruh proses keimigrasian. Selain itu, dari segi finansial, kami juga memberikan bantuan alokasi dana untuk pembiayaan visa untuk para mahasiswa,” tutupnya.
