Pesan Alumni: Ilmuwan BRIN  Dorong Wisudawan Adaptasi di Dunia Global

Pesan Alumni: Ilmuwan BRIN Dorong Wisudawan Adaptasi di Dunia Global

Rizki Permata Alif Qadafie Hanif Az-Zaydan
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Dr. Yudi Nugraha, S.Si., M.Biomed., hadir sebagai Alumni UIN Jakarta ditengah Wisudaan ke-141 Program Sarjana, Magister, dan Doktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang mengusung tema “Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak bagi Kemanusiaan” berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Ahad (13/09/2026).

Aktif sebagai Head of Scientific Committee of BRIN Cryo-EM National Facility Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN), sekaligus tergabung di Ikatan Alumni Ikatan UIN Jakarta (IKALUIN) dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) angkatan 2011, Dr. Yudi Nugraha, S.Si., M.Biomed., menyambut ratusan dalam pemaparannya dalam menekankan pentingnya menjadi lulusan unggul yang senantiasa adaptif di tengah masyarakat. 

Sebagai Peneliti Penghambat Nanobody Inhibitor di Uni Eropa saat pandemi COVID-19, Dr. Yudi mencatatkan sejarah penting dalam dunia medis global mengingat Uni Eropa merupakan wilayah pertama di dunia yang menyetujui penggunaan obat berbasis nanobody secara komersial. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pengalaman dan pencapaian tersebut berakar dari fondasi pendidikan yang diperolehnya sebagai alumni UIN Jakarta.

"Dulu saat COVID-19, saya tidak pernah membayangkan akan menjadi salah satu peneliti untuk mengembangkan penghambat. Namun, ternyata begitulah hakikat pendidikan, Adik-adik sekalian. Ijazah dengan logo UIN Jakarta itulah yang membawa saya mengelilingi dunia. Pendidikan tidak selalu memberikan kita peta, melainkan justru memberikan kita kompas. UIN Jakarta adalah kompas saya ketika kehilangan arah untuk mengetahui dari mana kita bermula, karena sejatinya kesuksesan itu bukan diukur dari tempat kita sampai, ungkapnya

Berdasarkan laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum, pasar kerja global periode 2025 sampai 2030 tengah menghadapi perubahan struktural besar yang memengaruhi sekitar 22 persen dari total lapangan kerja di dunia. Menanggapi data tersebut, Dr. Yudi mengingatkan dengan tegas agar para wisudawan UIN Jakarta menjadi lulusan yang adaptif dan unggul ditengah masyarakat dengan menerapkan konsep the survival of the fittest dari Charles Darwin.

“Laporan dari Jobs Report dari World Economic Forum memproyeksikan bahwa hingga tahun 2030 nanti, pasar kerja kita menyediakan 170 juta pekerjaan baru, tetapi dari angka tersebut sebanyak 92 juta pekerjaan akan terdampak dan hilang. Kita harus fokus lebih dalam beradaptasi. Jadi, pada saat perubahan itu terjadi, ilmu kalian sangat penting. Kemajuan dan adaptasi teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemanusiaannya, terutama bagi orang-orang yang bekerja dalam bidang humaniora,” ucapnya.

Wisudawan ke-141 UIN Jakarta kembali diajak mengingat fenomena pandemi COVID-19 yang melanda beberapa tahun lalu. Pada masa tersebut, Dr. Yudi menceritakan bahwa pola kerja tidak lagi terbatas pada satu bidang, melainkan menuntut kolaborasi lintas disiplin.

“Saya memahami bahwa saat COVID-19, saya bekerja tidak hanya dengan dokter dan peneliti seperti saya, melainkan secara multidisiplin. Dan inilah bentuk adaptasi kita yang paling kuat,” ujarnya.

Selain itu, sebagai lulusan UIN Jakarta yang berhasil mempertahankan peringkat 1 Kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),  wisudawan diingatkan untuk selalu mampu beradaptasi dengan membawa identitas dan nilai-nilai keislaman di mana pun berada.

“Saya ingat sekali ketika kuliah di Jepang dulu, saya diminta untuk membaca doa di depan mereka. Kemudian saya juga diminta aktif berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Latar belakang saya, walaupun lulusan pesantren, sebenarnya jauh dari apa yang saya pelajari di UIN Jakarta. Namun, adaptasi itulah yang terpenting,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dr. Yudi menyinggung pentingnya scientific temper atau konsep cara hidup yang menekankan pada pola pikir kritis, rasional, objektif, serta berbasis pada bukti dalam memahami fenomena di sekitar kita. Konsep ini mencakup tiga poin utama yang sejalan dengan semangat pengukuhan wisudawan.

“Pertama adalah gunakanlah data. Di zaman melimpahnya informasi saat ini, opini sangat murah. Data membuat kita lebih bertanggung jawab dan berintegritas. Kedua adalah jangan pernah kehilangan nilai-nilai etika. Teknologi dapat membuat kita bergerak lebih cepat, tetapi hanya etika yang dapat menentukan apakah kita bergerak ke arah yang paling benar dari semua pilihan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan agar para lulusan tidak ragu melangkah jauh untuk menimba pengalaman global namun tetap mengingat almamater tempat mereka tumbuh.

“Jangan takut pergi jauh. Jadi kalau ada kesempatan untuk pergi, pergilah. Belajar dari dunia, bangun jejaring seluas-luasnya, bekerjalah dengan orang-orang dari berbagai negara, tetapi jangan lupa pulang. Kembalilah sesekali ke UIN Jakarta, ke almamatermu, karena itu adalah kompasmu ketika kehilangan arah, sama seperti apa yang telah saya lalui,” pesannya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa gelar sarjana, magister, doktoral membawa tanggung jawab akademis dan sosial di tengah masyarakat, apa pun profesi yang akan ditekuni kelak.

“Gelar hari ini adalah tanggung jawab akademis kita sebagai sarjana, magister, dan doktoral. Mungkin nanti di antara kalian ada yang menjadi ahli hukum, hakim, birokrat, akademisi, politisi, peneliti seperti saya, pengusaha, atau penulis. Atau bahkan di profesi yang hari ini belum ada, itu tidak masalah. Yang penting ketika kita hadir, tempat itu menjadi lebih baik atas peran kita,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, UIN Jakarta mengukuhkan sebanyak 3.156 lulusan pada Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141. Rangkaian pengukuhan pada Ahad, (13/09/2026) di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta menjadi penutup seluruh agenda wisuda tersebut. 

Informasi lebih lanjut mengenai direktori Alumni Magazine Wisuda ke-141 serta pengumuman penting lainnya dapat diakses dengan mudah melalui tautan s.id/wisuda-uinjkt. Sementara itu, bagi masyarakat dan keluarga yang ingin menyaksikan kembali seluruh rangkaian kemeriahan prosesi Wisuda ke-141 UIN Jakarta, tayangan ulangnya telah tersedia di kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tautan berikut: