Perkuat Mutu Pendidikan Kedokteran, FK UIN Jakarta Gandeng FKUI Tingkatkan Kompetensi Dosen Klinis

Perkuat Mutu Pendidikan Kedokteran, FK UIN Jakarta Gandeng FKUI Tingkatkan Kompetensi Dosen Klinis

Fakultas Kedokteran, Berita UIN Online - Sebanyak 42 dokter pendidik klinis dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah, dan Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta diundang mengikuti "Workshop Clinical Teacher Tahap Dasar." Menggandeng tim pakar dari Departemen Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan menargetkan penguatan standar kompetensi dosen guna mencetak lulusan tenaga medis yang berkualitas di Gedung Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Tingkat kehadiran peserta dalam kegiatan ini terpantau sangat baik, mencapai 38 peserta pada hari pertama dan 36 peserta pada hari kedua. Workshop yang dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FK UIN Jakarta, dr. Fika Ekayanti, M.Med.Ed., Ph.D., ini memadukan sesi pembelajaran asinkronus dan sinkronus selama dua hari. Partisipasi aktif tidak hanya terlihat dari kalangan dosen baru, tetapi juga dosen senior yang memanfaatkan forum ini untuk menyegarkan kembali pemahaman akademis mereka.

Workshop dirancang secara interaktif melalui kombinasi diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis praktik untuk membahas 12 lingkup topik krusial dalam pendidikan klinis. Para peserta mendapatkan materi komprehensif dari delapan narasumber utama FKUI, di antaranya Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., Prof. dr. Diantha Soemantri, MMedEd, PhD, Prof. Dr. dr. Sandra Widaty, SpKK(K), dan Prof. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K).

Forum ini membedah langsung aplikasi pengajaran di lapangan. Materi yang didalami mencakup penalaran klinis, adaptasi pembelajaran dan asesmen, pengajaran keterampilan prosedural (teaching procedural skills), pemberian umpan balik konstruktif, hingga penerapan sistem evaluasi berbasis Work-based Assessment (WBA) seperti Mini-CEX dan DOPS. Selain itu, aspek humanisme, profesionalisme, serta penyelesaian dilema etika pada situasi klinis turut menjadi sorotan utama.

Peningkatan kompetensi pendidik klinis diharapkan turut mendukung penerapan pembelajaran klinis yang aman dan berkualitas, termasuk dalam aspek keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit pendidikan. Kompetensi dosen yang mumpuni secara langsung akan menunjang mutu pembelajaran mahasiswa, baik pada program profesi dokter maupun dokter spesialis.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter sekaligus pihak penyelenggara, Dr. Risahmawati, Ph.D., menegaskan bahwa orientasi utama pelatihan ini adalah menciptakan ekosistem belajar yang ideal.

“Melalui pelatihan medical teacher ini, kami berharap pembelajaran di rumah sakit pendidikan akan menjadi lebih bermutu. Lingkungan pembelajaran yang aman, baik secara psikologis maupun fisiologis, akan menjamin mahasiswa berkembang menjadi dokter yang lebih baik kedepannya,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Modul Pelatihan sekaligus narasumber, Dr. dr. Rita Mustika, M.Epid., menjelaskan tujuan berkesinambungan dari agenda ini. “Pelatihan Clinical Teacher untuk dosen pendidik klinis merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta agar para dosen pendidik klinis memiliki pemahaman yang baik tentang proses pendidikan mahasiswa profesi, baik profesi dokter maupun PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis),” paparnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta yang merasakan langsung relevansi materi dengan tantangan mengajar di lapangan. Dr. Nirwan, salah satu peserta workshop, menilai ilmu yang didapatkan sangat aplikatif untuk memandu penilaian kompetensi peserta didik di wahana pendidikan. 

“Fasilitas dan dukungan di FK UIN Jakarta ini memudahkan kami sebagai pendidik. Harapannya, ke depan ada pelatihan tingkat lanjut agar ilmu kami terus update, sehingga dokter-dokter yang diluluskan dari UIN menjadi dokter yang berkualitas baik,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, FK UIN Jakarta memperkuat upaya peningkatan kompetensi pendidik klinis sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan kedokteran. Langkah berkelanjutan ini merupakan bentuk kontribusi nyata institusi dalam menghasilkan tenaga medis profesional yang siap memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat luas.

(Mufid/Zaenal/Arifin)