Perkuat Ekosistem Halal Internasional, UIN Jakarta dan Silk Road Faiz Jalin Kerja Sama Strategis
Gedung Rektorat, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Silk Road Faiz (Guangdong) International Certification Co., Ltd., lembaga sertifikasi internasional asal Tiongkok, dalam upaya memperkuat ekosistem halal global dan memperluas jejaring internasional di bidang sertifikasi halal.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Gedung Rektorat UIN Jakarta, Jumat (12/6/2026), mencakup penguatan sertifikasi halal, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi riset, pemanfaatan teknologi informasi, serta pembukaan peluang akademik dan profesional bagi mahasiswa, dosen, dan alumni UIN Jakarta di tingkat internasional.
Kegiatan penandatanganan kerja sama ini dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Jakarta Dr. Yusraini Dian Inayati Siregar M.Si., Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian dan Pengembangan Jaminan Produk Halal (P3JPH) Dr. Sandra Hermanto M.Si., Legal Representative Silk Road Faiz Mr. Zhang Ye, serta sejumlah perwakilan kedua lembaga.
Dalam sambutannya, Rektor Asep Jahar menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan industri halal serta LPH dan P3JPH UIN Jakarta tidak boleh hanya berperan sebagai pelaksana pemeriksaan halal, tetapi juga menjadi inovator dan mitra strategis yang memiliki posisi penting dalam ekosistem halal global.
"Saya menyarankan kepada LPH melakukan suatu inovasi. Jangan hanya menerima, datang, bersama, memeriksa, ada pembayaran, selesai. Harus ada target-target program penguatan. Kita harus menjadi kreator, inovator, partner yang betul-betul punya posisi penting," ujarnya.
Legal Representative Silk Road Faiz Mr. Zhang Ye mengungkapkan bahwa reputasi UIN Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia menjadi alasan utama pihaknya memilih UIN Jakarta sebagai mitra strategis. Ia menilai Indonesia memiliki sistem sertifikasi halal yang kuat dan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan ekosistem halal di tingkat internasional.
"Di China, orang tahu bahwa Universitas Islam Negeri itu diakui sebagai Universitas Negeri yang terdepan. Jadi mereka sangat yakin bahwa UIN dapat membangun ekosistem halal yang baik," ungkapnya.
Selain penguatan sertifikasi halal, kerja sama ini juga mencakup pengembangan sumber daya manusia. Silk Road Faiz berkomitmen menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa dan dosen berprestasi UIN Jakarta untuk melanjutkan studi S1, S2, maupun S3 di Tiongkok. Program tersebut akan dilengkapi dengan pertukaran akademik, kolaborasi riset, dan berbagai bentuk kerja sama profesional lainnya.
Kerja sama ini juga akan didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas proses sertifikasi halal. Sistem audit, penilaian halal, hingga pelaporan dokumen direncanakan terintegrasi secara digital. Kedua pihak juga membuka peluang pembangunan laboratorium halal di Tiongkok sebagai bagian dari penguatan infrastruktur industri halal global.
Direktur P3JPH UIN Jakarta, Dr. Sandra Hermanto menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kompetensi di tingkat internasional.
“Untuk mahasiswa, kami memberikan kesempatan mengikuti magang, short course, maupun berbagai kegiatan lain yang relevan untuk pengembangan kompetensi, baik soft skills maupun hard skills, khususnya di bidang teknologi informasi dan sertifikasi halal," jelasnya.
Sementara itu, Ketua LPH Yusraini mengatakan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang bagi alumni untuk berkiprah di sektor halal internasional, termasuk di Tiongkok. Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), serta Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) akan berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri halal global.
Untuk mendukung hal tersebut, LPH UIN Jakarta akan memperkuat program pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan magang bagi calon auditor halal. Sementara itu, proses pembinaan penyedia halal akan tetap dipisahkan guna menjaga independensi dan menghindari potensi konflik kepentingan dalam sistem penjaminan halal.
"Auditor halal membutuhkan lulusan sarjana dari bidang-bidang tertentu. Jurusan-jurusan seperti Kimia, Biologi, Farmasi, Perikanan, dan Kedokteran Hewan itu sangat dibutuhkan untuk menjadi auditor halal yang mempunyai keahlian spesifik," tambahnya.
Melalui kemitraan ini, UIN Jakarta berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam pengembangan industri halal global sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, dan alumni untuk berkiprah di tingkat internasional. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya UIN Jakarta mewujudkan visi sebagai universitas riset kelas dunia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.
(Khoirillah/Zaenal M./Arifin/Foto: Alfin Ilham)