Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf al-Makassari di Amsterdam, Guru Besar Filologi UIN Jakarta Paparkan Kontribusi Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Dunia
Amsterdam, Berita UIN Online- Guru Besar Filologi pada Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Oman Fathurahman, memaparkan kontribusi besar Syekh Yusuf al-Makassari (1626-1699) terhadap dunia. Menurutnya, terdapat tiga kontribusi penting ulama Nusantara yang lahir di Sulawesi Selatan ini, yaitu kontribusi pengetahuan spiritual (tasawwuf), perjuangan kemerdekaan, dan komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan.
Demikian disampaiakn Profesor Oman Fathurahman dalam Seminar Internasional bertema: “Syekh Yusuf al-Makassari: Collective Memories of Knowledge, Freedom, and Humanity Across the Indian Ocean”. Acara ini berlangsung di Indonesia House Amsterdam, Belanda, Jumat (09/10/2026). Seminar sendiri ini diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda dalam rangka memperingati 400 tahun Syekh Yusuf al-Makassari (1626-2026). 
Selain Profesor Oman Fathurahman, hadir juga sejumlah narasumber yang meneliti kiprah Syekh Yusuf al-Makassari. Ketiganya, Dr. Mukhlis PaEni (Indonesia), Prof. Martin van Bruinessen (Belanda), dan Prof. Dr. Muhammad Haron (Afrika Selatan). Selaku moderator, Dr. Suryadi, dosen di Universitas Leiden.
“Warisan intelektual dan jaringan spiritual Syekh Yusuf al-Makassari abad ke-17 melampaui batas-batas geografi Samudra Hindia. Karisma, otoritas keilmuan, serta perjuangan kemerdekaan dan kemanusiaan ulama asal Gowa, Sulawesi Selatan, ini bahkan menginspirasi Nelson Mandela (1918-2013), pejuang anti apartheid, dan Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan,” ungkap Profesor Oman.
Melalui manuskrip-manuskrip yang ditelusuri, Profesor Oman lebih jauh memaparkan rekam jejak perjalanan spiritual Syekh Yusuf yang membentang sejak dari Gowa, Banten, Aceh, India, Yaman, Syria, hingga dua Kota Suci Makkah dan Madinah. Sepanjang rihlah ilmiahnya di Zabid, Damaskus, Aleppo, dan Madinah, Syekh Yusuf berguru kepada ulama-ulama ternama serta menyalin berbagai manuskrip tasawuf-falsafi tingkat tinggi.
“Di antara pelajaran penting dari Syekh Yusuf al-Makassari adalah bahwa tasawuf itu harus diawali dengan berilmu (‘ilm), lalu diikuti dengan aksi nyata (‘amal), sehingga berbuah kemuliaan (mauhibah): awwalut tasawwuf ‘ilmun, wa awsathuhu ‘amalun, wa akhiruhu mawhibatun,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Depok ini, mengutip Zubdat al-Asrar.
Syekh Yusuf al-Makassari adalah figur inspiratif pada zamannya. Ia memegang otoritas spiritual yang sangat tinggi dengan mentransmisikan tak kurang dari 38 sanad keilmuan. Kedalaman pengetahuan dan spiritualitasnya membuat ulama Hadramaut pun berguru langsung kepadanya — sebuah peristiwa langka di mana Sayyid berguru kepada ulama Nusantara (Jawi).
Lebih jauh, Profesor Oman mengungkapkan, otoritas spiritual tidak membuat Syekh Yusuf al-Makassari menyepi, menjauh dari hiruk-pikuk politik dan duniawi. Alih-alih, ia bersikap progresif dan berorientasi pada etos aksi manusiawi.
“Selain membahas gagasan Akbarian Ibn ‘Arabi, Syekh Yusuf al-Makassari juga menekankan bahwa buah ajaran tasawuf itu berakhlak mulia (husn al-khuluq) kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama”, tutur Prof. Oman, yang juga pengampu Ngariksa (Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara) ini.
”Syekh Yusuf menekankan pentingnya berbuat adil, memuliakan tamu (ikram al-dhaif) walau tamu itu non-Muslim, membawa kenyamanan bagi orang lain (ishal al-rahah ila al-nas), serta membahagiakan hati sesama saudara (idkhal al-surur fi qulub al-ikhwan)”.
Bersamaan dengan Seminar di Amsterdam ini, juga digelar pameran reproduksi karya-karya Syekh Yusuf al-Makassari yang manuskripnya tersimpan di berbagai koleksi dunia, seperti Perpustakaan Universitas Leiden, Staatsbibliothek zu Berlin, Perpustakaan Tehran, Perpustakaan Princeton, dan Perpustakaan Nasional Jakarta.
Kini, manuskrip-manuskrip karya Syekh Yusuf al-Makassari tengah diajukan sebagai Memory of the World (MoW) ke UNESCO. (zm/Rilis Biro HDI)
