PBAK 2026: Prof. Firdaus Ali Soroti Beban Ekologis Jabodetabek
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Guru Besar Pengelolaan Air Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pendiri Indonesia Water Institute, Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D., hadir sebagai narasumber keynote speech dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Rabu (26/08/2026).
Dalam pemaparannya, Prof. Firdaus mengingatkan para mahasiswa baru agar tidak menjadikan masa perkuliahan sekadar sarana untuk mengejar nilai atau sekadar memperoleh ijazah. Menurutnya, dunia perguruan tinggi adalah ruang terbaik untuk menempa kapasitas diri.
“Gunakan masa kuliah ini untuk membangun cara berpikir, memperluas pengalaman, belajar bekerja bersama dengan teman-teman sejawat, membangun jejaring, dan belajar menyelesaikan persoalan yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Dosen UI yang menyelesaikan studi Master dan PhD di Amerika Serikat tersebut juga menyoroti relevansi tema PBAK UIN Jakarta 2026, yakni “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Wujudkan Generasi Ulul Albab untuk Peradaban Bangsa”. Ia menilai tema tersebut sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang berjalan beriringan dengan kompleksitas persoalan lingkungan.
Ia menyoroti kawasan Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tangerang Selatan tempat UIN Jakarta berada sebagai laboratorium lingkungan yang sangat lengkap. Dengan mobilitas 11 juta penduduk ditambah 2,5 hingga 3 juta pelaju harian, kawasan ini menghadapi beban ekologis berat, mulai dari penurunan kualitas udara, krisis air bersih, limbah, sampah, banjir, hingga minimnya ruang terbuka hijau (RTH).
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami dampak dari teknologi dan pembangunan terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat. Tidak ada satu pun aktivitas pembangunan tanpa risiko terhadap lingkungan,” tegasnya.
Karena itu, Prof. Firdaus menekankan pentingnya tanggung jawab etik dalam pemanfaatan teknologi maupun pembangunan perkotaan. Kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada kemaslahatan publik dan keberlanjutan ekosistem.
Materi tersebut ia sampaikan pada sesi kedua PBAK UIN Jakarta 2026 yang diikuti oleh mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) sebanyak 492 mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) sebanyak 925 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran (FK) sebanyak 155 mahasiswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Amany memaparkan materi bertajuk “Corak dan Sejarah Pemikiran UIN Jakarta (Membentuk Karakter Ulul Albab: Integrasi Keislaman, Keindonesiaan, dan Karakteristik Pemikiran Keislaman UIN Jakarta)”.
Sebagai penutup, sesi kedua PBAK ini dimeriahkan dengan pengenalan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) guna menyalurkan minat, bakat, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa baru, yang disempurnakan dengan aksi solidaritas penggalangan dana bagi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh UKM KMPLHK-RANITA UIN Jakarta.
Saksikan kembali rangkaian Pembukaan PBAK UIN Jakarta 2026 melalui siaran langsung berikut: