PBAK 2026: Dosen Content Creator Musfiah Saidah, Serukan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hari kedua resmi ditutup dengan sesi talkshow interaktif. Mengusung tema “Cerdas Bermedia, Bijak Membangun Citra Diri: Personal Branding Generasi Ulul Albab”, sesi interaktif ini berlangsung menarik perhatian ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Kamis (27/08/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Musfiah Saidah, S.Sos., M.Si., yang merupakan dosen dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta. Selain aktif mengajar, Musfiah juga dikenal luas sebagai content creator digital yang kini memiliki lebih dari 195,3 ribu pengikut di platform TikTok. Dalam pemaparannya, ia membagikan sudut pandang praktis mengenai bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial secara positif tanpa kehilangan identitas akademik.
Musfiah menjelaskan bahwa membangun personal branding di era digital tidak selalu membutuhkan ide yang rumit atau kemasan yang berlebihan. Menurutnya, autentisitas dan kepedulian terhadap kebiasaan sehari-hari justru menjadi kunci utama dalam menarik perhatian audiens di ruang publik digital.
“Terkadang, ide sederhana yang sering kali dianggap biasa saja justru dapat diolah menjadi kekuatan personal branding jika dikemas dengan konsisten dan jujur,” ujar Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu tersebut di hadapan ribuan peserta PBAK 2026.
Lebih lanjut, ia memberikan panduan konkret bagi para mahasiswa baru yang memiliki minat besar dalam dunia pembuatan konten. Ia menyoroti fenomena industri media sosial saat ini yang dominan digerakkan oleh tren hiburan. Meskipun konten hiburan terbukti ampuh dalam meningkatkan engagement dan jangkauan penonton, Musfiah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan bobot nilai dalam setiap unggahan.
“Seorang mahasiswa UIN Jakarta harus mampu menghadirkan diferensiasi dengan menyisipkan muatan informatif, edukatif, serta nilai-nilai keislaman yang menyejukkan. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi pribadi, tetapi juga sebagai wadah syiar ilmu dan pemikiran yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Di tengah antusiasme peserta, Musfiah juga menyelipkan imbauan tegas terkait aspek keamanan digital dan etika akademik. Ia mengingatkan bahwa keberadaan di ruang siber membawa tanggung jawab moral yang besar, terutama dalam hal perlindungan data pribadi dan reputasi institusi.
“Tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian PBAK 2026. Di era digital ini, jaga selalu privasi kalian dan berhati-hatilah dalam mengunggah atau membagikan konten apa pun. Jangan lupa untuk senantiasa menghargai dosen yang mengajar kalian, karena perkuliahan di UIN Jakarta bukan sekadar proses belajar mengajar biasa, melainkan tempat menyiapkan masa depan kalian secara profesional dan bermoral,” tuturnya.
Sebagai penutup pemaparannya, Musfiah memberikan catatan kritis mengenai pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan tinggi. Ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memanfaatkan AI secara bijak sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti kedalaman berpikir.
“Teruslah berkreasi, tingkatkan kreativitas, dan manfaatkan teknologi yang ada. Namun, bagi para pengguna AI, tetaplah berhati-hati. Jangan sampai kemudahan teknologi justru mengikis dan menghilangkan nalar kritis kalian sebagai mahasiswa,” pungkas Musfiah disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Sesi akhir talkshow ditutup dengan tanya jawab interaktif antara narasumber dan para mahasiswa baru, sebelum seluruh rangkaian acara PBAK 2026 hari kedua resmi diselesaikan oleh panitia penyelenggara.
Dokumentasi rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada Kamis (27/08/2026), dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
