PBAK 2025: KPK Ajak Mahasiswa FAH UIN Jakarta Berkomitmen Bangun Generasi Antikorupsi
Wisma Syahida Inn, Berita UIN Online - Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta hadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025, Kamis, (28/08/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FAH dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Salah satu agenda utama dalam PBAK 2025 adalah hadirnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, yang memberikan kuliah umum mengenai pentingnya membangun generasi antikorupsi sejak dini. Kehadiran beliau memberikan warna berbeda pada rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami peran strategis mereka dalam menjaga integritas bangsa.
Dalam sambutannya Dekan FAH UIN Jakarta, Dr. Ade Abdul Hak, S.Ag., S.S., M.Hum., CIQnR. Menyampaikan apresiasi atas kesediaan KPK hadir di tengah mahasiswa baru FAH. Menurutnya, kehadiran KPK menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga negara dalam membangun generasi muda yang berintegritas.
“Kami menyambut dengan penuh kegembiraan kehadiran KPK di lingkungan FAH UIN Jakarta. Momen ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal menanamkan semangat anti korupsi kepada mahasiswa sejak hari pertama mereka memasuki dunia akademik,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo memaparankan, bahwa perguruan tinggi merupakan benteng terakhir akal sehat. Mahasiswa, menurutnya, tidak hanya dituntut cerdas secara akademis, tetapi juga harus memiliki integritas moral untuk menolak segala bentuk praktik korupsi.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Maka dari itu, membangun komitmen anti korupsi sejak di bangku kuliah adalah langkah penting untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Ia mendorong mahasiswa agar berani menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam menciptakan generasi yang bersih dari korupsi dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Mahasiswa harus berani menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-nilai ini menjadi modal utama dalam menciptakan generasi yang bersih dari korupsi dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,”jelasnya
Dalam kegiatan ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan perwakilan KPK. Sejumlah pertanyaan kritis dan reflektif dari mahasiswa menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap isu pemberantasan korupsi dan pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan kampus.
(Fathan Rangga I./Fauziah M./Zaenal M./Nazwa Adawiyah S.)