Menyusuri Jejak Toleransi: Mahasiswa SPI UIN Jakarta Belajar Harmoni di Katedral dan Istiqlal

Menyusuri Jejak Toleransi: Mahasiswa SPI UIN Jakarta Belajar Harmoni di Katedral dan Istiqlal

Berita UIN Online - Laksanakan mata kuliah Jaringan Intelektual Ciputat, 128 mahasiswa program studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkunjung ke Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal, Selasa (12/5/2026).

Mata kuliah yang diampu oleh Prof. Jajang Jahroni, M.A, Ph.D., dan Tati Rohayati, M.Hum., memiliki tujuan untuk memahami sejarah, ruang keagamaan, dan praktik toleransi secara langsung di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang plural. Melibatkan mahasiswa semester dua dari tiga kelas, Lily selaku petugas Museum Katedral memandu mahasiswa dalam memahami struktur museum.

Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Kebudayaan Islam FAH sekaligus dosen, Prof. Jajang Jahroni, M.A, Ph.D., mengatakan bahwa ruang-ruang seperti Katedral, Terowongan Silaturahmi, dan Masjid Istiqlal merupakan laboratorium sosial yang penting dalam memahami keberagaman Indonesia.

“Mahasiswa tidak cukup hanya membaca sejarah dari buku. Mereka perlu hadir langsung menyaksikan bagaimana toleransi dan relasi antar agama dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, Dosen FAH, Tati Rohayati, M.Hum., turut memberikan pandangannya bahwa kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari pembelajaran sejarah yang kontekstual dan reflektif. Menurutnya, mahasiswa SPI perlu memahami sejarah peradaban tidak hanya melalui teks, tetapi juga melalui pengalaman sosial dan ruang-ruang dialog antar agama.

“Mahasiswa SPI harus melihat langsung bagaimana sejarah, agama, dan toleransi hidup dalam ruang sosial masyarakat Indonesia. Kunjungan ini menjadi cara untuk membangun pemahaman yang lebih terbuka, kritis, dan humanis,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini mahasiswa diberikan wawasan mengenai sejarah panjang perkembangan agama Kristen di Indonesia, koleksi benda liturgi, hingga hubungan Gereja Katedral dengan sejarah kebangsaan Indonesia. Selain itu, mahasiswa dikenalkan dengan Terowongan Silaturahmi sebagai penghubung Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal.  Pemandu studi menjelaskan bahwa terowongan ini menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara dua rumah ibadah besar di Indonesia.

Sebagai tempat dialog lintas budaya dan agama, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral juga menjadi wadah untuk mempelajari sejarah dan toleransi melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa FAH, Fauzan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga selama perkuliahan.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena kami belajar Islam, sejarah, dan toleransi tidak hanya di bangku kelas, tetapi juga langsung merasakannya di lapangan,” katanya.

Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan sikap toleran mahasiswa dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Lebih lanjut, informasi kegiatan akademik mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Adab dan Humaniora Jakarta dapat diakses melalui website fah.uinjkt.ac.id

kunjungan-spi

(Meisa A./Zaenal M./Arifin Ilham)