Menuju World Islamic Sustainable University, Rektor Paparkan Arah Transformasi UIN Jakarta dalam Rakerpim 2026

Menuju World Islamic Sustainable University, Rektor Paparkan Arah Transformasi UIN Jakarta dalam Rakerpim 2026

Jakarta, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) tahun 2026 yang bertajuk Transformative Leadership for UIN Jakarta’s Global Vision, berlangsung di Jakarta pada Jumat-Ahad (13-15/02/2026). 

Forum ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Din Wahid, M.A.,Ph.D., Ketua Panitia Rakerpim UIN Jakarta tahun 2026 Prof. Muhammad Zuhdi M.Ed., Ph.D., para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Kepala Pusat, dan Pimpinan Unit UIN Jakarta. 

Pada forum ini, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., paparkan capaian kinerja tahun 2025 dan visi tahun 2026. Dalam pemaparannya, rektor menyampaikan empat cakupan hasil kinerja tahun 2025 serta visi strategis tahun 2026, yang diuraikan sebagai berikut.

Perencanaan Strategis 

Rektor menegaskan bahwa seluruh kebijakan di UIN Jakarta harus berpijak pada visi nasional Indonesia Emas 2045, Asta Cita Presiden Prabowo, serta mandat Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan maslahat.

“Seluruh kebijakan dan program di UIN Jakarta itu harus berpijak pada visi besar Indonesia Emas 2045, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, serta mandat Kementerian Agama untuk menghadirkan masyarakat yang cerdas dan maslahat,” ujarnya.

Dipaparkan pula milestone UIN Jakarta pada rentang periode tahun 2025–2029 yang difokuskan pada Capacity Strengthening for World Islamic Sustainable University. Fokus ini diwujudkan dalam pemetaan program berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) yang jumlahnya mencapai 47 indikator. Ke-47 indikator IKU ini merupakan mandat dari Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, dan indikator prioritas dari UIN Jakarta sendiri. 

Indikator ini kemudian dibagi ke dalam empat program prioritas utama rektor, yaitu Internasionalisasi, Digitalisasi, Green Campus, dan Revenue, yang menjadikan keempat indikator ini sebagai kerangka kerja strategis yang mengikat seluruh unit di UIN Jakarta.

Program Strategis Pencapaian Visi 

Terdapat beberapa program strategis yang dapat mendorong visi UIN Jakarta, mulai dari internasionalisasi, peningkatan kinerja unit usaha (optimalisasi bisnis aset), peningkatan kinerja pendapatan dan kinerja keuangan UIN Jakarta, peningkatan layanan keterbukaan informasi publik, Green Campus, dan digitalisasi. 

UIN Jakarta berhasil meraih akreditasi unggul lebih dari 62%, dan menjadikan UIN Jakarta sebagai peraih nilai tertinggi dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Selain itu, UIN Jakarta juga telah memiliki empat jurnal yang telah terindeks scopus. Keempat jurnal itu ialah, jurnal Studia Islamika (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat), Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), dan Jurnal Kimia Valensi.

Menyoroti program Green Campus, UIN Jakarta berhasil mendapatkan peringkat ke-238 dunia dan 31 di indonesia dalam UI GreenMetric 2025, meningkat drastis dari peringkat 316 di dunia dan 36 di Indonesia pada tahun 2024 lalu. Rektor juga menambahkan pentingnya untuk merealisasikan ide, karena realisasi ide ini terlihat jelas pada program Green Campus UIN Jakarta. 

“Jika bapak dan ibu memiliki ide realisasikan, jangan cuma disimpan di dalam kepala. Salah satu contoh dari realisasi ide ini dapat kita lihat pada program green campus, di mana kita punya bilis, water fountain, tempat pengelolaan sampah mandiri, dan lainnya,” tegasnya.

Dalam digitalisasi, UIN Jakarta telah menerapkan sistem Paperless Office (PLO) dalam sistem tata kelola administrasi. Di mana semua surat menyurat ditandatangani secara digital, kecuali pada bagian keuangan yang memang mengharuskan tanda tangan basah. Digitalisasi ini memungkinkan kontrol proses yang lebih transparan, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan.

Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat 

Dalam bidang penelitian dan publikasi, UIN Jakarta mencatat capaian sebagai peringkat pertama SINTA di klaster PTKIN pada tahun 2025 dengan Sinta score 3Yr. Rektor menambahkan bahwa UIN Jakarta harus siap bersaing tidak hanya dengan PTKIN saja, tetapi juga harus siap bersaing dengan Perguruan Tinggi umum dalam hal penelitian dan publikasi. 

“Terkait dengan publikasi, dari tahun ke tahun kita selalu unggul. Tapi kita sekarang tujuannya bukan ingin bersaing dengan PTKIN, tapi bersaing dengan Perguruan Tinggi Umum yang harus kita kejar dengan keunikan kita, yaitu studi islam dan science,” tegasnya.

Rektor juga menjelaskan adanya evaluasi pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional dan reguler untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan program pengabdian kepada masyarakat.

Kemahasiswaan 

Pada unit kemahasiswaan, UIN Jakarta telah memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Tercatat UIN Jakarta telah membantu lebih dari 6.600 mahasiswa dengan jumlah biaya bantuan lebih dari Rp. 61 miliar.  

UIN Jakarta juga memiliki 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mendukung potensi-potensi yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Di mana setiap unit kegiatan telah difasilitasi dengan tempat dan para pelatih yang terampil. UIN Jakarta juga memperbaiki berbagai kebijakan-kebijakan guna meningkatkan mutu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembelajaran, dan pengajaran. 

Pada aspek sumber daya manusia, UIN Jakarta kini menjadi PTKIN dengan jumlah guru besar terbanyak, serta jumlah dosen bergelar doktor yang terus meningkat. 

Rencana Program 2026 

Terdapat empat program besar yang direncanakan oleh Rektor pada tahun 2026. Keempat program itu mencakup:

     -  Transformasi Kelembagaan Menuju PTNBH

Terus menguatkan langkah dan roadmap UIN Jakarta menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum.

     -  Penyelesaian Integritas Entitas Pendidik

Finalisasi proses integrasi yayasan pendidikan UIN Jakarta ke dalam tata kelola kelembagaan.

     -  Pembangunan Infrastruktur Akademik dan Layanan Perkuliahan

Membangun gedung Fakultas Ushuluddin, gedung IT,  dan Elevator Parking. Merenovasi Auditorium Harun Nasution, Aula Madya, ADIA Suite, dan Pusat Pengembangan Bahasa. Serta memperbaiki sarana prasarana ruang perkuliahan dan smart class.

     -  Kontinuitas Pelaksanaan Program Prioritas

Melanjutkan program prioritas rektor, seperti Internasionalisasi, Digitalisasi, Green Campus, dan Improvement University's Revenue.

Keempat rencana program ini yang kemudian akan menjadi fondasi bagi arah kebijakan UIN Jakarta pada tahun 2026.

Sebagai penutup, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berjuang bersama dalam memajukan UIN Jakarta menjadi lebih baik lagi. Ia juga mengajak para sivitas akademika untuk meneladani para pendahulu yang telah berjuang membangun UIN Jakarta. 

“Sosok seperti Harun Nasution yang dulu terus berjuang demi keberlanjutan program. Lalu ada Azyumardi Azra yang berjuang untuk merubah IAIN menjadi UIN, di mana ia mendapati banyak penolakan dan tantangan. Dari sini saya ingin menekankan, kita ingin jadi seperti apa, kita ingin menjadikan suri tauladan siapa buat kita, itu bapak dan ibu yang bisa menentukannya sendiri. UIN maju itu hasil dari jerih payah kita. Mari kita bersama-sama terus bermimpi dan mewujudkan kampus yang ramah, nyaman, terbuka, dan profesional untuk siapapun,” pungkasnya.

(Hilya Hafiza S./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa)

Tag :