Menteri Agama Tegaskan Peran Indonesia sebagai Episentrum Peradaban Islam Modern di Seminar Internasional UIN Jakarta
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, menegaskan peran strategis Indonesia dalam membangun arah baru peradaban Islam modern. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam seminar “Indonesia’s Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution” yang digelar di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin mengapresiasi kehadiran para tokoh, mulai dari perwakilan Kementerian Luar Negeri, para diplomat, hingga pimpinan UIN Jakarta. Ia menekankan bahwa Indonesia patut bersyukur karena mampu menjaga stabilitas dan terus mencatat kemajuan, sementara banyak negara lain tengah menghadapi krisis.
“Di saat banyak negara menghadapi krisis ekonomi dan politik, Indonesia justru menjadi sorotan karena menunjukkan kondisi yang berbeda. Program makanan bergizi gratis yang berjalan di berbagai daerah turut menarik perhatian media internasional. Selain itu, layanan pendidikan gratis juga menjadi perhatian, bukan hanya karena tidak dipungut biaya, tetapi juga karena kualitasnya dijaga dengan sangat detail, mulai dari fasilitas sekolah hingga standar gizi makanan yang diberikan kepada para siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Presiden Prabowo yang mendapat perhatian global perlu ditindaklanjuti melalui kajian akademik. Karena itu, Kementerian Agama menugaskan sejumlah perguruan tinggi Islam untuk merumuskan gagasan “The Prabowo’s Way” menjadi konsep yang dapat diterapkan bagi dunia Islam dan komunitas internasional.
“Begitu kami kembali, kami langsung meminta agar pernyataan Pak Prabowo segera ditindaklanjuti. Negara seperti Turki, Mesir, dan Saudi Arabia sudah mulai menyusun respons mereka, dan kita tidak boleh tertinggal, Indonesia harus menjadi penghasil gagasan, bukan sekadar konsumen. Karena itu, saya menugaskan UIN Alauddin Makassar dan kampus lainnya untuk merumuskan langkah akademik terkait isu seperti ‘The Prabowo’s Way’ dan ‘The Prabowo’s Solutions’,” tegasnya.
Prof. Nasaruddin juga menyoroti pengakuan internasional terhadap model pendidikan pesantren di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa sistem pendidikan berbasis asrama yang telah lama berkembang di pesantren kini menjadi rujukan dan tren di berbagai negara.
“Dalam salah satu penelitian, seorang profesor dari Inggris menilai bahwa ternyata sistem pendidikan pesantren di Indonesia itu adalah pendidikan yang paling modern di dunia. Ini unik, makanya di UK, Inggris, dan Australia sekarang ini menjadi suatu trend, pendidikan unggulan mereka itu biasanya adalah boarding school,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk memimpin peradaban Islam dunia, mulai dari jumlah penduduk Muslim terbesar, wilayah geografis yang luas, hingga posisi strategis sebagai titik silang pergerakan global.
“Bapak Presiden, tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang paling tepat untuk mengembangkan episentrum peradaban Islam dunia modern. Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar, mencapai lebih dari 245 juta jiwa, serta wilayah geografis terluas di antara negara-negara Muslim. Kita juga berada di posisi silang dunia, sehingga jalur udara dan laut internasional harus melewati Indonesia,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.; Dr. H. Abdurrahman M. Fachir selaku diplomat dan Wakil Menteri Luar Negeri 2014–2019; anggota Dewan Penasihat International (IDEA) Rizal Sukma, Ph.D.; pengamat akademik internasional Universitas Binus, Dinna Prapto Raharja, Ph.D.; serta Asisten Profesor University of Indianapolis, Malika Ouacha, Ph.D.
(Fathan Rangga I./ Fauziah M./ Zaenal M./ Nabila Azzahra S.)
