Mendobrak Sekat di Ruang Akademik: Kisah Ivon Rahmani, Wisudawati Non- Muslim yang Meraih Gelar Doktor di UIN Jakarta

Mendobrak Sekat di Ruang Akademik: Kisah Ivon Rahmani, Wisudawati Non- Muslim yang Meraih Gelar Doktor di UIN Jakarta

Rizki Permata Kezia Dava Furoozan Firdaus
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Di tengah riuk tepuk tangan pengukuhan Wisuda ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan tema “Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak bagi Kemanusiaan”. Kehadiran Dr. Ivon Rahmani, S.Th., M.Th., sebagai lulusan non-muslim menampilkan cerita yang berbeda. Tampil anggun dibalut toga doktoral, lulusan Program Studi (Prodi) Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta ini sukses menembus keberagaman dengan merengkuh gelar doktor di ruang Auditorium Harun Nasution, Sabtu (05/08/2026).

Langkah Dr. Ivon berdiri di panggung akademik tertinggi ini lahir dari keberanian melalui sikap optimis. Kampus yang identik dengan napas keislaman justru dijadikannya wadah untuk saling kenal dan merawat kebersamaan antar umat beragama secara terbuka. Keputusannya menambat pilihan studi di UIN Jakarta sebagai tempat belajar yang matang merawat isu-isu keberagaman dilandasi jejak historis panjang institusi sejak era Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 1957.

“Saya tertarik masuk UIN Jakarta karena melihat institusi ini sangat terbuka terhadap dialog keberagaman dari berbagai denominasi agama. UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sejak 1957, sehingga saya percaya para pengajarnya adalah orang-orang yang sangat kompeten dan berkualitas,” ungkap Ivon.

Meski mantap melangkah, rasa cemas sempat membayangi awal perjalanannya sebagai mahasiswi non-muslim di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Namun, ketakutan akan penyertaan dan proses adaptasi itu perlahan luruh seiring hangatnya penerimaan dari seluruh civitas akademika.

“Sebagai non-muslim, awal masuk pastinya ada tantangan dan sedikit kecemasan apakah saya akan diterima atau tidak. Namun seiring berjalannya waktu, UIN Jakarta menerima saya dengan sangat terbuka dan sangat baik. Saya tidak hanya boleh belajar, tetapi juga difasilitasi dengan sangat memadai,” tuturnya.

Dinamika perkuliahan dan interaksi saat kelas berlangsung di PSc UIN Jakarta tidak sekadar mengasah kapasitas intelektualnya, tetapi juga memberikan ruang berkesan yang memperluas sudut pandangnya dalam melihat perbedaan.

Perjalanan akademiknya melalui prodi SPs UIN Jakarta pun berbuah manis. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam disertasinya mengkaji topik yang relevan dengan dinamika era digital berjudul Konstruksi Otoritas Keagamaan di Media Sosial: Studi Konsep Komunikasi Husein Ja’far Al Hadar dan Adi Hidayat. Penelitian ini menjadi bukti kedalaman analisisnya dalam membedah diskursus keagamaan kontemporer di Indonesia.

“Selama belajar di UIN Jakarta, saya mendapatkan perspektif baru yang sangat memperkaya pemahaman saya. Pengalaman berdiskusi langsung dengan para pakar dan teman-teman di kelas memberikan pemahaman yang lebih dalam dan objektif tentang nilai-nilai kebersamaan,” tambahnya.

Saat diminta merangkum seluruh perjalanan studinya dari masa adaptasi hingga berhasil meraih gelar doktor. Ia memilih tiga kata utama yang mewakili pengalamannya di kampus ini.

“Tiga kata yang menggambarkan pengalaman saya adalah inklusif, transformatif, dan memperkaya. Inklusif karena UIN Jakarta memberi kesempatan selebar-lebarnya bagi siapa saja, transformatif karena memberi perspektif baru saat lulus, dan memperkaya karena saya ditempa bukan hanya secara ilmu, tapi juga lewat diskusi bersama para ahli,” jelas Ivon.

Atas capaian yang diraihnya, Dr. Ivon menaruh harapan besar agar UIN Jakarta terus memelihara marwahnya sebagai rumah belajar yang ramah dan terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang.

“Pastinya saya mengharapkan UIN Jakarta terus membuka kesempatan yang selebar-lebarnya bagi mahasiswa non-muslim. Selain itu, kampus bisa semakin memperluas kerja sama dengan institusi-institusi non-muslim maupun kampus berbasis agama lain, sehingga cakupan ruang belajar bersama kita semakin luas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, UIN Jakarta berhasil mengukuhkan 3.154 lulusan dalam Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke-141. Perhelatan akademik tersebut diselenggarakan dalam dua gelombang, yakni pada Minggu (05/09/2026) serta Sabtu-Minggu (12-13/09/2026) bertempat di Kampus I UIN Jakarta.

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Sabtu (05/08/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini:

Foto Dokumentasi 1