Makna Pengabdian di Balik Khitanan Massal: Alumni FK UIN Jakarta Ingatkan “Utang” Akademisi pada Masyarakat
Pondok Gede, Berita UIN Online - Pendidikan tinggi kedokteran tidak hanya sebatas penguasaan keilmuan di ruang kuliah, tetapi membawa tanggung jawab moral dan sosial yang besar kepada masyarakat. Nilai inilah yang tergambar kuat dari keterlibatan puluhan mahasiswa kedokteran dan alumni dalam menyukseskan khitanan massal gratis memperingati Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Awan Wicaksana, alumni Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta angkatan 2018, menegaskan bahwa ilmu yang didapatkan oleh seorang mahasiswa di bangku perkuliahan adalah sebuah “utang” yang wajib dibayar kembali kepada masyarakat luas.
“Prinsip saya adalah ketika kita bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, kita itu punya utang. Kita itu punya kewajiban sebagai cendekiawan untuk bisa menyampaikan apa yang telah kita dapatkan di bangku perkuliahan,” ungkap Awan yang baru saja menyelesaikan program internship Kementerian Kesehatan di RSUD Balaraja dan Puskesmas Balaraja.
Menurutnya, membagikan ilmu pengetahuan serta tenaga medis ke tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk amal kedokteran yang pahalanya tidak akan terputus (amal jariyah). Ia mendorong para mahasiswa UIN Jakarta untuk membiasakan diri turun langsung ke masyarakat sejak dini, baik melalui kegiatan bakti sosial maupun edukasi. “Kita itu adalah perpanjangan tangan untuk masyarakat agar tidak bisa dibodohi,” tambahnya.
Semangat pengabdian yang diusung oleh para alumni dan mahasiswa ini selaras dengan visi besar universitas. Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid, Sp.OT., FICS., dalam keterangannya menyebutkan bahwa kegiatan sosial yang melayani 100 anak ini adalah pengejawantahan langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini menunjukkan bahwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan akan terus memberikan manfaat,” tegas Dr. Zaki.
Manifestasi dari tanggung jawab cendekiawan tersebut terlihat nyata di lapangan. Puluhan calon dokter dari FK UIN Jakarta turun langsung mengambil peran esensial. Sebanyak 30 mahasiswa program profesi dokter (koas) bertugas sebagai asisten operator dan pemeriksa fisik, sementara 20 mahasiswa preklinik dilibatkan untuk melakukan observasi klinis.
Muhammad Faiza Ma'ruf, salah satu mahasiswa koas yang bertugas, menjelaskan bahwa proses pengabdian mereka tidak hanya berhenti di ruang tindakan bedah. Mahasiswa juga mengambil peran edukator bagi pasien dan keluarga.
“Setelah pemeriksaan fisik dan tindakan sirkumsisi selesai, kita berikan edukasi kepada peserta dan orang tua mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan setelah khitanan, serta memberikan obat sebelum anak-anak pulang,” jelas Faiza.
Melalui kolaborasi lintas generasi mulai dari pimpinan, pihak rumah sakit, alumni, mahasiswa koas, hingga mahasiswa preklinik, perayaan Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan pembuktian bahwa sivitas akademika UIN Jakarta terus hadir mengabdi dan melayani umat.
(Irfan Mufid/Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa)
