Mahasiswa Farmasi UIN Jakarta Pelajari Proses Produksi dan Pengawasan Mutu Obat di Industri Farmasi
Jakarta, Berita UIN Online – Sebanyak 145 mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melakukan Kunjungan Industri 2026 bertajuk AZION (Azithromycin Industrial Exploration) di PT Galenium Pharmasia, Jakarta, Selasa-Kamis (13-15/10/2026). Kunjungan dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para mahasiswa mengenali langsung proses manufaktur, pengawasan mutu, dan praktik profesional di industri farmasi.
Riles Fikes yang diterima Berita UIN Online, Jumat (23/10/206), menyebutkan jika kegiatan bertema Exploring Pharmaceutical Manufacturing, Innovation, and Professional Practice, ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan teoretis mahasiswa yang diperoleh di perkuliahan dengan implementasinya di dunia industri. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa mempelajari proses produksi obat, penerapan standar mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengelolaan produk farmasi.
"Kunjungan industri inimenjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu farmasi di luar lingkungan akademik. Pengalaman belajar secara langsung di lingkungan perusahaan diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan pengawasan mutu," papar dosen pembimbing kegiatan, apt. Adha Dastu Illahi, M.Farm.
Rangkaian kunjungan sendiri diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak perusahaan, dilanjutkan dengan pemaparan profil PT Galenium Pharmasia, pengenalan produk (product knowledge), serta penjelasan mengenai penerapan K3 di lingkungan kerja. Mahasiswa kemudian diajak mengunjungi sejumlah fasilitas operasional perusahaan untuk memperoleh gambaran tentang proses kerja industri farmasi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mengeksplorasi empat area utama, yakni produksi, Quality Control (QC), pengemasan (packaging), dan pergudangan (warehouse). Di area produksi, mahasiswa mempelajari tahapan pembuatan produk farmasi. Sementara itu, kunjungan ke bagian QC memberikan pemahaman mengenai proses pengujian dan pengawasan mutu untuk memastikan produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Mahasiswa juga mengenal proses pengemasan produk serta sistem pengelolaan dan penyimpanan bahan baku maupun produk jadi di gudang. Keseluruhan proses tersebut memberikan gambaran mengenai keterkaitan setiap bagian dalam menjaga kualitas produk dan mendukung kelancaran operasional industri farmasi.
Perwakilan Manajemen PT Galenium Pharmasia, Agus Ahmad Yani, S.Si., Apt., memperkenalkan perjalanan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dan perawatan kulit di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut berawal dari apotek kecil bernama PT Nitra di Jakarta Selatan, yang didirikan pada 1960 oleh Joesoef Bagindo Sutan bersama putranya, dr. Eddy Joesoef. Perusahaan ini kemudian mengembangkan sejumlah merek produk yang dikenal masyarakat, di antaranya Caladine, JF, dan Laxadine.
"Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai proses dan standar kerja di industri farmasi. Pengenalan terhadap berbagai fasilitas produksi diharapkan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas, ketelitian, keselamatan kerja, dan inovasi dalam menghasilkan produk farmasi," harapnya.
Pimpinan Fikes sendiri berharap program kegiatan bernama AZION 2026 ini dapat terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mempersiapkan mahasiswa mahasiswa Prodi Farmasi dalam menghadapi tantangan profesional di dunia kerja. Pemahaman terhadap proses manufaktur dan sistem pengawasan mutu diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, pola pikir kritis, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kefarmasian. (Adi/Zm)
