Lantik Wisudawan Edisi Wisuda ke-141, Rektor Sampaikan Tiga Pesan

Lantik Wisudawan Edisi Wisuda ke-141, Rektor Sampaikan Tiga Pesan

Muainun Mubin Alif Qadafie Furoozan Firdaus
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., resmi melantik sebanyak 789 wisudawan dari total 3.154 lulusan pada hari pertama Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-141 di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak bagi Kemanusiaan”, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan melewati proses akademik yang penuh dinamika. Meski demikian, Rektor mengingatkan bahwa raihan gelar maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) barulah pintu gerbang awal dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat.

Menurut Rektor, keberhasilan akademik perlu diimbangi dengan kedewasaan, kemampuan mengelola diri, serta kecerdasan dalam beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat.

“Di masyarakat, tuntutan dan tantangan akan jauh berbeda. Hari ini bahagiakan dulu, banggakan dulu, dan syukuri pencapaian kalian. Namun, setelah hari ini, kalian harus memompa diri, menempa kemampuan, dan beradaptasi dengan apa yang menjadi tuntutan realitas,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya menjaga rekam jejak dan kualitas diri di era keterbukaan informasi digital. Di era saat ini, rekam jejak dan kapasitas seseorang dapat diakses secara transparan oleh publik, sehingga kredibilitas tidak lagi cukup dibuktikan dengan selembar ijazah semata.

Untuk menghadapi tantangan masa depan tersebut, Rektor membekali para alumni dengan tiga pesan utama yang harus dipegang teguh sepanjang hayat.

Pertama, Rektor meminta para lulusan untuk senantiasa menjaga semangat belajar sepanjang hayat (lifelong education). Ia menegaskan bahwa menyandang gelar sarjana, magister, maupun doktor bukan alasan untuk berhenti menyerap ilmu pengetahuan.

“Teruslah belajar, lifelong education. Jangan pernah merasa tidak perlu belajar lagi. Apa pun yang ada di dalam kehidupan harus terus kita pelajari, baik itu mengasah keterampilan, mempelajari bahasa, hingga belajar bagaimana menghadapi kesuksesan maupun respons atas dinamika kehidupan secara tenang dan bijak,” tegasnya.

Pesan kedua yang ditekankan Rektor adalah konsistensi dalam menjaga integritas, kejujuran, dan kemandirian. Ia mengingatkan bahwa martabat seorang manusia tidak diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau deretan gelar yang disandang, melainkan dari keteguhan integritas yang dimilikinya.

“Tidak semua orang mampu menjaga integritas karena itu adalah nilai hakiki dari seorang manusia. Kebenaran di mana pun berada akan selalu bernilai. Jangan pernah takut atau gusar untuk berlaku jujur, karena integritas adalah value yang jauh lebih utama dari sekadar gelar yang kita capai,” ujarnya.

Adapun pesan ketiga, Rektor mendorong seluruh alumni untuk menjadi pribadi yang membawa dampak dan kemanfaatan nyata bagi lingkungan sekitar, mulai dari tingkat keluarga, institusi, hingga masyarakat luas.

“Jadilah manusia yang bermanfaat. Membantu mereka yang membutuhkan, dan memiliki empati atas kesusahan orang lain. Kebermanfaatan itu harus terus dilatih agar memancar dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan agar para alumni senantiasa membawa serta menjaga nama baik almamater UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan keluarga di mana pun mereka berkiprah.

“Di dada dan di hati kalian melekat nama alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Cintai UIN, kembangkan keilmuannya, dan bawalah martabat almamater serta keluarga kalian dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-14 melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.