Kisah Syafiq, di Balik Gelar Juara 1 Duta GenRe DKI Jakarta 2026
Ciputat, Berita UIN Online - Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M. Syafiq Hisyam, berhasil meraih Juara 1 Putra Duta GenRe DKI Jakarta 2026. Pencapaian tersebut menjadi kelanjutan perjalanannya setelah sebelumnya meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Jakarta Timur. Mahasiswa semester tiga Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) itu kemudian mengikuti rangkaian pemilihan tingkat Provinsi DKI Jakarta hingga resmi dinobatkan pada 22 September 2026.
Perjalanan Syafiq dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berawal dari ketertarikannya pada dunia public speaking sejak berada di pesantren. Ia kerap melihat kakak kelas yang piawai berpidato dan berbicara di depan publik. Hal itu mendorongnya untuk mulai mencoba berbagai aktivitas, mulai dari menjadi master of ceremony (MC), berpidato, berorasi, hingga membawakan puisi. Seiring waktu, kemampuannya semakin terasah hingga memulai berbagai perlombaan, organisasi, serta kesempatan menjadi narasumber, MC, dan moderator.
“Saya tertarik karena dulu di pondok sering melihat kakak kelas yang jago pidato dan public speaking. Ternyata saya nyaman dan suka dengan dunia public speaking, mulai dari MC, pidato, orasi, dan puisi,” ujar Syafiq.
Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika Syafiq mulai tertarik mengikuti Duta GenRe. Ia kemudian melihat bahwa persoalan remaja saat ini sudah semakin kompleks dan ingin mengambil peran sebagai bagian dari solusi. Materi GenRe yang meliputi kependudukan dan pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, dan keterampilan hidup, serta persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja juga membuatnya tertarik untuk memperluas pengetahuan di luar bidang komunikasi.
Perjalanannya dimulai dari pemilihan Duta GenRe Jakarta Timur hingga berhasil meraih Juara 1 Putra. Berbekal dari pencapaian tersebut, ia melanjutkan perjuangan di tingkat Provinsi DKI Jakarta. Syafiq mengaku sempat merasa ragu karena sejumlah finalis lain telah lebih dahulu menjadi anggota PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) yang sudah memiliki pengalaman terkait GenRe. Sementara dirinya memulai pengetahuan tentang GenRe dari nol.
“Berangkat dari keraguan karena kala itu finalis yang mendaftar telah menjadi anggota PIK-R sudah lama dan sudah terpapar materi yang berkaitan dengan GenRe juga. Saya pribadi memulai semuanya dari nol, tapi karena tekad sudah bulat dan kemauan yang sangat kuat, saya berusaha keras untuk mengejar segala ketertinggalan saya agar bisa membersamai finalis lain ketika karantina,” tuturnya.
Salah satu tahapan yang paling menantang baginya adalah penjurian ditengah rangkaian pemilihan. Untuk mempersiapkan diri, Syafiq bahkan membiasakan diri bangun pukul 02.00 pagi untuk belajar selama sepekan sebelum penjurian. Ia juga menghadapi tantangan pada sesi program kerja karena setiap finalis harus membawa gagasan kreatif, mulai dari permainan tradisional, alat elektronik pendeteksi anemia, hingga permainan edukatif mengenai GenRe. Pengalaman sebagai public speaker dan content creator turut membantunya selama proses seleksi, termasuk pengalaman ketika menjalani internship sebagai content creator PIH (Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta) Batch 9.
Selain kemampuan komunikasi, proses pemilihan juga mendorong Syafiq keluar dari zona nyaman. Ia yang sebelumnya lebih menguasai bahasa Arab sejak di pesantren, sekarang harus mulai mempelajari bahasa Inggris karena terdapat tahapan penilaian berupa question and answer menggunakan bahasa tersebut.
Setelah resmi menjadi Juara 1 Putra Duta GenRe DKI Jakarta 2026 pada 22 September, Syafiq ingin menjadikan peran tersebut sebagai ruang untuk mendampingi generasi muda, bukan sekadar menyampaikan informasi. Ia ingin membawa isu GenRe lebih dekat dengan kehidupan remaja melalui edukasi, kegiatan langsung, dan media sosial.
“Menurut saya, setelah terpilih menjadi Duta GenRe, peran saya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menjadi teman bagi remaja untuk berani merencanakan masa depannya. Saya ingin membawa isu GenRe lebih dekat dengan kehidupan mereka, baik melalui edukasi, kegiatan langsung, maupun media sosial,” jelasnya.
Syafiq juga memanfaatkan media sosial untuk mengemas pesan GenRe melalui video pendek, storytelling, dan konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Baginya, membuat konten bukan hanya tentang mengejar viral, tetapi menghadirkan pesan yang bernilai dan tetap relevan setelah ditonton. Di tengah aktivitas tersebut, ia membagi waktu kesibukannya dengan membuat to-do list dan timeline berdasarkan prioritas, tenggat waktu, dan tingkat urgensi.
“Pelajaran paling penting yang saya dapatkan adalah bahwa proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Perjalanan menjadi Duta GenRe mengajarkan saya untuk berani keluar dari zona nyaman, menerima kritik, belajar dari kegagalan, dan bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda,” ungkapnya.
Ke depan, Syafiq ingin terus mengembangkan kemampuan public speaking, content creation, dan leadership, sekaligus memperluas pengetahuan agar pengalaman yang diperolehnya sebagai Duta GenRe tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Ia berharap perjalanannya dapat menjadi jalan untuk menebar manfaat dan mendorong lebih banyak generasi muda untuk berani berkembang serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
