Khotbah Istiqlal Padukan Al-Qur'an dan Sains Lingkungan
JAKARTA – Khotbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, menghadirkan perspektif yang menarik dengan memadukan pesan-pesan Al-Qur'an dan temuan-temuan ilmiah mengenai krisis lingkungan global. Ribuan jemaah yang hadir tampak antusias mengikuti uraian yang menghubungkan ajaran Islam dengan fakta-fakta mutakhir tentang perubahan iklim dan kerusakan ekosistem.
Khatib Jumat, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, menjelaskan bahwa Al-Qur'an telah memberikan fondasi etis dan spiritual bagi perlindungan lingkungan jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian dunia internasional.
Dalam khotbahnya, ia menguraikan data mengenai peningkatan suhu bumi, produksi sampah plastik global, hingga laju deforestasi yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Berbagai fakta tersebut dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang keseimbangan alam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Menurutnya, agama dan ilmu pengetahuan tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan. Justru keduanya dapat saling menguatkan dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga bumi dan keberlanjutan kehidupan.
Jemaah yang memenuhi Masjid Istiqlal tampak mengikuti khotbah dengan penuh perhatian. Tema yang dekat dengan persoalan sehari-hari membuat materi khotbah terasa relevan dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Khatib juga mengingatkan bahwa berbagai peringatan ilmiah mengenai perubahan iklim seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran moral umat. Pengetahuan tanpa tanggung jawab hanya akan menghasilkan eksploitasi yang semakin besar terhadap alam.
Melalui khotbah ini, Masjid Istiqlal menunjukkan bahwa mimbar keagamaan dapat menjadi sarana edukasi publik yang efektif dalam menjembatani nilai-nilai agama dengan tantangan global kontemporer.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, pendekatan yang menggabungkan wahyu dan ilmu pengetahuan dinilai penting untuk membangun kesadaran yang utuh mengenai masa depan bumi dan kehidupan manusia.
(Rilis Pusat Informasi dan Humas)
