Kenal Alumni: Bachrul Alam, Alumni PBA UIN Jakarta yang Populer Lewat Edukasi Bahasa Arab dan Stand Up Comedy

Kenal Alumni: Bachrul Alam, Alumni PBA UIN Jakarta yang Populer Lewat Edukasi Bahasa Arab dan Stand Up Comedy

Gedung Rektorat, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk industri kreatif. Salah satunya adalah Muhamad Bachrul Alam, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Jakarta yang dikenal luas sebagai konten kreator edukasi bahasa Arab sekaligus komika.

Pria kelahiran 5 Oktober 1995 ini berhasil memadukan latar belakang akademiknya di bidang kebahasaan dengan dunia stand up comedy dan konten digital. Melalui pendekatan yang ringan dan menghibur, ia memperkenalkan bahasa Arab kepada khalayak yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Dikenal dengan julukan The Smiling Teacher, Bachrul merupakan salah satu komika yang berkembang melalui komunitas kampus, yakni Stand Up Indo UIN. Jalur tersebut terbilang unik karena sebagian besar komika Indonesia umumnya tumbuh melalui komunitas berbasis daerah.

Bachrul bergabung dengan Stand Up Indo UIN, salah satu komunitas stand up comedy berbasis kampus yang aktif di wilayah Jabodetabek. Di komunitas tersebut, kemampuan komedinya terus berkembang hingga berhasil memenangkan tiga perlombaan komedi dalam kurun waktu satu minggu pada akhir 2019.

Prestasi tersebut membawanya tampil sebagai komika pembuka (opener) dalam sejumlah pertunjukan spesial komika nasional, di antaranya Indra Frimawan, David Nurbianto, dan Dzawin Nur.

Saat pandemi COVID-19 ia mulai menekuni keterampilan menyunting video. Pengalaman tersebut membawanya terlibat dalam konten digital populer Coki Belajar Bahasa Arab bersama Coki Pardede dan Tretan Muslim. Melalui konten tersebut, Bachrul mulai dikenal publik berkat gaya mengajarnya yang santai, komunikatif, dan penuh senyuman. Julukan The Smiling Teacher pun melekat pada dirinya.

Sejak saat itu, ia aktif mengembangkan akun Instagram dan TikTok pribadinya dengan menghadirkan berbagai konten edukasi bahasa Arab yang dikemas secara kreatif. Mulai dari pembelajaran kosakata sehari-hari, penerjemahan lagu populer, hingga sketsa komedi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Di balik kontennya yang menghibur, Bachrul juga membawa gagasan tentang pentingnya membangun ruang dakwah yang ramah dan terbuka terhadap perbedaan. Dalam podcast ALF MEDIA, ia menjelaskan bahwa konsep "Jamaah Culture" berangkat dari pandangannya mengenai Islam yang mampu hidup berdampingan dengan keberagaman.

“Culture itu kan kita harus tarik secara bahasa dulu. Jadi culture itu diambil dari bahasa Inggris yang artinya berbudaya. Sebenarnya "Islam culture" itu adalah Islam yang berbudaya, Islam yang menerima semua masalah perbedaan. Sebenarnya itu yang saya bawa,” ujarnya dalam podcast ALF MEDIA.

Menurut Bachrul, pendekatan yang lebih inklusif diperlukan agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih baik oleh berbagai kalangan masyarakat.

Popularitas Bachrul di dunia komedi semakin luas ketika ia berhasil meraih golden ticket dan tampil di babak Preliminary Show ajang Stand Up Comedy Indonesia Musim ke-10 (SUCI X) yang ditayangkan Kompas TV pada 2022. Dalam kompetisi tersebut, ia bergabung bersama tim mentor GJLS.

Tak hanya di dunia komedi, Bachrul juga mulai menjajaki dunia seni peran. Pada 2023, ia terlibat dalam film layar lebar Imam Tanpa Makmum karya sutradara Syakir Daulay dengan memerankan tokoh Leo, sahabat dari karakter utama.

Melalui media sosial pribadinya, Bachrul mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari bidang baru sekaligus mengembangkan kemampuan di luar dunia komedi.

Saat ini, Bachrul tengah mengembangkan proyek konten perjalanan bertajuk Safari Alam. Melalui program tersebut, ia mengunjungi berbagai daerah di Indonesia untuk mengeksplorasi keunikan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat dengan gaya penyampaian yang ringan dan menghibur.

Lewat berbagai aktivitas kreatifnya, Bachrul menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat berkembang menjadi karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat digital saat ini. Kiprahnya menjadi salah satu contoh bagaimana alumni UIN Jakarta mampu beradaptasi dan berkontribusi di berbagai bidang, tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan yang menjadi fondasi pendidikannya.

Tulisan ini disusun berdasarkan informasi dari akun Instagram Bachrul Alam @bachrulalam_, podcast ALF MEDIA, serta berbagai publikasi yang tersedia untuk umum.

(Khoirillah/Zaenal M./Sambu)