Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, UIN Jakarta Kembangkan Pendidikan Berbasis Cinta

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, UIN Jakarta Kembangkan Pendidikan Berbasis Cinta

Khairudzakirin Naswa Iqwalia
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Jakarta, Berita UIN Online – Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat kolaborasi lintas kementerian untuk mendukung perlindungan dan perkembangan anak melalui lingkungan pendidikan yang aman dan penuh kasih sayang. Upaya kolaborasi pemerintah tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam kegiatan Dialog Hari Pendidikan Nasional di Aula Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Dialog tersebut melibatkan Kemenag, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta KemenPPPA untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan anak. Turut hadir juga mendampingi Menteri Agama Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi, Publik Thobib Al-Asyhar.

Kerja sama lintas sektor ini dirasa penting oleh Kemenag untuk memastikan pemenuhan hak anak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Upaya yang dilakukan mencakup penguatan regulasi, pencegahan kekerasan, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ruang belajar yang aman.

Menag, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, tenaga pendidik, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Karena itu, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memperhatikan pembentukan karakter dan pemenuhan hak anak.

"Saya di sini mengajak untuk berbagi ruang tanggung jawab. Kita perlu kolaborasi dan komitmen maksimal dari semua pihak untuk menjaga masa kekanak-kanakan anak-anak kita," tegas Menteri Agama.

Salah satu pendekatan yang didorong Kemenag ialah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pendidik dan peserta didik sekaligus membangun lingkungan belajar yang lebih humanis.

Sejalan dengan gagasan tersebut, UIN Jakarta melalui Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebelumnya sempat menggelar forum akademik bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk Dunia yang Damai”. Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membahas penerapan nilai cinta dalam pendidikan.

Merespon upaya kolaborasi yang gagas Kemenag, Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menyatakan pentingnya pendidikan yang menanamkan cinta, empati, dan nilai kemanusiaan universal yang berpadu dengan identitas keislaman.

“Dari kampus, kita ingin menanamkan cinta, empati, dan nilai kemanusiaan universal yang berpadu dengan identitas keislaman,” ujarnya.

Selain melalui pengembangan gagasan pendidikan humanis, UIN Jakarta juga memiliki Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Pusat studi ini berperan dalam mendorong kesetaraan dan keadilan gender melalui kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan PSGA ialah penyelenggaraan Seminar Hari Ibu bersama KemenPPPA yang disertai deklarasi UIN Jakarta sebagai Kampus Ramah Perempuan dan Anak. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman dan memperkuat perhatian terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Pada April 2026, PSGA juga menggelar Workshop Penulisan Ilmiah Isu Gender dan Anak sebagai bagian dari penguatan perspektif gender serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pengembangan pengetahuan akademik mengenai persoalan gender dan anak.

Melalui pengembangan pendidikan berbasis cinta dan penguatan peran PSGA, UIN Jakarta memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak. Upaya tersebut sejalan dengan dorongan Kemenag agar perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama yang diwujudkan melalui kebijakan, praktik pendidikan, dan keterlibatan masyarakat.