Kembali, UIN Jakarta Bakal Kukuhkan 10 Profesor Baru

Kembali, UIN Jakarta Bakal Kukuhkan 10 Profesor Baru

Auditorium Utama, Berita UIN Online— UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menjadwalkan pengukuhkan 10 guru besar baru bidang sains di Auditorium Harun Nasution, Rabu pagi ini (6/11/2023). Kehadiran para guru besar baru diharap mengakselerasi pengembangan UIN Jakarta sebagai pusat kajian keislaman keilmuan berbasis integrasi ilmu.

Mengutip data resmi panitia, 10 guru besar baru yang dikukuhkan antara lain Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid M.H. (Ilmu Ekonomi Syariah), Prof. Dr. Desmadi Saharuddin M.A. (Ilmu Ekonomi Syariah), Prof. Ir. Muhammad Nadratuzzaman M.S. M.Sc. Ph.D. (Ilmu Ekonomi Islam), Prof. Dr. Fauzan M.A. (Ilmu Pengembangan Kurikulum.

Lalu, Prof. Dr. Syopiansyah Jaya Putra M.Si (Ilmu Sistem Informasi Manajemen), Prof. dr. Hari Hendarto Sp.PD,-KEMD. Ph.D. (Ilmu Penyakit Dalam), Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha M.P. (Ilmu Ekonomi Pertanian), Prof. Muhammad Zuhdi M.Ed. Ph.D. (Pengembangan Kurikulum), Prof. Dr. Kadir M.Pd. (Pendidikan Matematika), dan Prof. Dr. Lukman M.Si (Perencanaan Pembangunan).

Prosesi pengukuhan seluruh guru besar sendiri dijadwalkan dilaksanakan dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang dibuka langsung Ketua Senat Prof. Dr. Dede Rosyada MA untuk kemudian dipimpin Rektor Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. Selain pembacaan surat keputusan tentang penetapan masing-masing sebagai guru besar, sidang senat terbuka bakal diisi pemakaian selempang guru besar dan penyampaian orasi ilmiah dari masing-masing guru besar.

Secara berurutan, tiga guru besar, Prof. Ade Sofyan, Prof. Desmadi, dan Prof. Nadratuzzaman nantinya menyampaikan orasi ilmiah di bidang ekonomi. Masing-masing orasi ilmiahnya berjudul “Teknologi Tanpa Batas pada Layanan Digital Bank Syariah: Mengejar Kemajuan atau Meninggalkan Kepatuhan Syariah?”, “CrowdTakaful: Inovasi Produk dan Bisnis Perasuransian Realisasi dan Desain Skema Pengelolaan Risiko Kerugian”, dan “Masalah dan Tantangan Zakat Nasional”.

Lalu, Prof. Fauzan dan Prof. Syopiansyah masing-masing dijadwalkan menyampaikan orasi berjudul “Desain Kurikulum Pendidikan Dasar di Tengah Arus Tuntutan Global” dan “Transformasi Digital: Konvergensi Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things, Blockchain, dan Quantum Computing dalam Perspektif Etika Digital dan Keislaman”. Pidato keduanya disusul penyampaian pidato Prof. Hari Hendarto yang berjudul “Pendekatan Precision Medicine sebagai Masa Depan Upaya Penanganan Masalah Penyakit Diabetes di Indonesia”.

Selanjutnya, dua guru besar, Prof. Tjachja dan Prof. Zuhdi, masing-masing menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Investasi Modal Sosial dalam Pembangunan Perdesaan dan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia” dan “Hubungan Resiprokal Kurikulum dan Keberagaman Masyarakat di Era Digital”. Orasi keduanya disusul penyampaian orasi Prof. Kadir dan Prof. Lukman, masing-masing berjudul “Desain Didaktis Model KADIR: Inovasi Pembelajaran Berbasis Riset untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Matematis Abad 21” dan “Analisis Procasting dan Capaian Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia dan Asean 2015-2023”.

Sebagai informasi, 10 guru besar baru yang dikukuhkan ini merupakan bagian dari 42 guru besar baru UIN Jakarta yang dikukuhkan sepanjang November-Desember 2023 ini. Pekan sebelumnya, Rabu (29/11/2023), UIN Jakarta mengukuhkan 7 guru besar baru, yaitu Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim M.A. (Ilmu Sejarah Kebudayaan Islam), Prof. Dr. H. Nurochim M.M. (Ilmu Manajemen Pendidikan), Prof. Dr. Imam Subchi M.A. (Ilmu Antropologi Agama), Prof. Dr. Muhammad Farkhan M.Pd (Ilmu Linguistik Terapan). Lalu, Prof. Dr. Frans Sayogie M.Pd (Ilmu Linguistik Terapan), Prof. Dr. Alek M.Pd (Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris), dan Prof. Burhanuddin Muhtadi M.A. Ph.D (Ilmu Politik).

Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar MA Ph.D menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya atas pengukuhan 42 Guru Besar baru. Menurutnya, pengukuhan puluhan guru besar ini menjadi momen yang sangat bersejarah sekaligus membanggakan bagi civitas akademika UIN Jakarta.

“Pengukuhan para Guru Besar kali ini menjadi begitu monumental karena kehadiran 42 Guru Besar baru merupakan prestasi membanggakan bagi sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kehadirannya kian mengukuhkan UIN Jakarta sebagai Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dengan jumlah guru besar terbanyak,” ujarnya.

Kehadiran 42 guru besar baru yang akan dikukuhkan sendiri, sambungnya, akan makin memperkuat posisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada keunggulan akademik berbasis integrasi ilmu. Namun, Rektor Asep Jahar mengingatkan jabatan guru besar sebagai bentuk tanggung jawab dalam bidang akademis dan kepemimpinan intelektual.

Rektor Asep Jahar menambahkan, para guru besar sebagai garda terdepan dalam membentuk masa depan pendidikan tinggi yang lebih baik. Karena itu, ia mengajak para guru besar untuk terus memupuk semangat kolaborasi, meningkatkan sinergi antarbidang ilmu, serta mengembangkan riset yang relevan bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

“Teruslah berinovasi, teruslah berbagi pengetahuan, dan teruslah menginspirasi generasi mendatang. Saya yakin, dengan dedikasi dan komitmen Anda, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan terus menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan tinggi yang memberikan dampak positif luar biasa bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Senat UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada MA, juga turut menyampaikan apresiasi atas pengukuhan 42 Guru Besar baru dari berbagai bidang ilmu. Menurut dia, kehadiran 42 Guru Besar baru mencerminkan prestasi membanggakan UIN Jakarta.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya guru besar di UIN Jakarta, akan semakin meningkat karya akademik, akan semakin banyak temuan-temuan teori baru, teknologi baru, disain baru atau bahkan model baru, yang dapat digunakan oleh ragam profesi dan pekerjaan, sehingga akan semakin nyata kontribusi Guru Besar UIN Jakarta dalam mendorong kemajuan dan perubahan, menuju bangsa maju berkeadaban,” harapnya.

Selaku Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian karier akademik tertinggi sebagai Guru Besar/Profesor yang didominasi dosen-dosen muda.

“Pencapaian ini menjadi bukti kesungguhan pimpinan UIN Jakarta dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Rektor, Ketua Senat, dan segenap sivitas akademika telah bersinergi untuk mewujudkan rekognisi UIN Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, seluruh rangkaian prosesi pengukuhan para guru besar akan disiarkan langsung melalui kanal resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (https://www.youtube.com/@uinjktofficial). Siaran diharap bisa memberikan akses bagi publik yang tertarik mengikuti rangkaian kegiatan pengukuhan para guru besar secara daring. (Farah Nurul Hikam/ZM)