Kembali, Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists 2026

Kembali, Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists 2026

Jakarta, Berita UIN Online– Dua akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Profesor Maila Dinia Husni Rahiem dan Profesor Saiful Mujani, Kembali masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 berdasarkan kategori dampak sitasi tahunan. Pencapaian ini memperkuat kontribusi akademisi UIN Jakarta dalam menghasilkan penelitian yang menjadi rujukan komunitas akademik internasional.

Berdasarkan data TOPSCINET, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem tercatat dalam daftar tersebut selama empat tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2026. Ia menempati urutan kedua pada subbidang pendidikan dan urutan ketiga pada bidang ilmu sosial di antara ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan tersebut. Secara global, ia berada di sekitar 1,2 persen teratas peneliti bidang pendidikan.

Prof Maila
Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial ini mengembangkan penelitian tentang kehidupan anak, resiliensi, pengalaman menghadapi bencana, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kajian-kajiannya menghubungkan persoalan sosial dengan kebutuhan pengembangan pendidikan dan peningkatan keselamatan masyarakat.

Salah satu penelitiannya membahas kerentanan perempuan dalam tsunami Aceh 2004. Artikel yang ditulis bersama Robin Ersing dari University of South Florida tersebut diterbitkan dalam International Journal of Disaster Risk Reduction pada 2021. Penelitian itu mengkaji pengalaman 27 penyintas yang masih berusia anak-anak ketika bencana terjadi, termasuk pengaruh tanggung jawab keluarga, norma sosial, dan pengetahuan keselamatan terhadap kerentanan perempuan.

Kajian tersebut kemudian menjadi rujukan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) dalam materi kampanye Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023. Hal ini menunjukkan kontribusi penelitian berbasis pengalaman masyarakat Indonesia terhadap pengembangan pengetahuan dan diskursus kebencanaan di tingkat internasional.

Dalam bidang pendidikan anak usia dini, Maila juga menulis artikel Storytelling in Early Childhood Education: Time to Go Digital yang mengkaji pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran berbasis cerita. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya kemampuan guru menggunakan teknologi secara tepat agar anak lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.

Selain menjalankan tugas akademik, Maila menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru. Peran tersebut mempertemukan pengalaman penelitian dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Prof. Saiful Mujani dikenal melalui penelitian di bidang ilmu politik, opini publik, perilaku pemilih, dan demokratisasi. Guru Besar Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta ini mengembangkan penelitian berbasis survei untuk memahami hubungan antara masyarakat, agama, dan kehidupan demokrasi.

Melalui Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga yang didirikannya pada 2011, Saiful turut mengembangkan penelitian opini publik di tingkat nasional dan daerah. Kajian tersebut mencakup kecenderungan pilihan politik serta dinamika aspirasi masyarakat.

Di lingkungan akademik, Saiful juga berkontribusi melalui pengajaran metode kuantitatif terapan dan pendampingan peneliti muda. Kiprahnya menunjukkan bahwa kontribusi akademisi tidak hanya tercermin melalui publikasi ilmiah, tetapi juga melalui pengembangan kapasitas penelitian dan pembinaan generasi peneliti berikutnya.

Saiful Mujani

Perkuat Kontribusi Riset Indonesia di Tingkat Global
Secara nasional, TOPSCINET mencatat 272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia dalam daftar tahunan 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan 92 ilmuwan pada 2023, 150 pada 2024, dan 209 pada 2025.

Daftar World’s Top 2% Scientists disusun berdasarkan basis data indikator sitasi yang dikembangkan oleh John P. A. Ioannidis dari Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository. Kategori tahunan pada pemutakhiran 2026 menggunakan data sitasi selama 2025. Indikator kompositnya memperhitungkan dampak sitasi dan kepengarangan untuk menggambarkan pengaruh karya ilmiah.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., mengapresiasi capaian kedua akademisi tersebut. Menurutnya, pengakuan internasional ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

“Capaian ini membanggakan dan patut diapresiasi. Kami berharap prestasi Prof. Maila dan Prof. Saiful menginspirasi sivitas akademika untuk terus menghasilkan riset berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” ujarnya.

Rektor menambahkan, capaian tersebut menjadi dorongan bagi UIN Jakarta untuk terus memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, dan pembinaan peneliti muda. Penelitian mengenai pendidikan anak, keselamatan perempuan, dan demokrasi memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

(Pusat Informasi dan Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)