Jelang Wisuda ke-141, STF UIN Jakarta Ajak Calon Alumni Bangun Dana Abadi Lewat Wakaf Rp10.000
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak calon wisudawan/ti Wisuda ke-141 untuk berpartisipasi dalam program Wakaf Bakti Alumni melalui wakaf uang sebesar Rp10.000. Ajakan tersebut disampaikan Perwakilan Divisi Wakaf STF UIN Jakarta, H. Willy Oktaviano, Lc., M.A., dalam Pembekalan Peserta Wisuda ke-141 di Auditorium Harun Nasution, Kamis (03/09/2026), sebagai upaya memperkuat endowment fund atau dana abadi universitas.
Program tersebut diperkenalkan melalui pemaparan mengenai konsep wakaf uang, pengelolaannya, serta manfaat hasil investasi bagi mahasiswa. Kegiatan pembekalan turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan dan Mobilisasi Zakat, Infak, dan Sedekah sekaligus Sekretaris Jenderal IKALUIN Jakarta Dr. H. Rizaluddin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Guru Besar Senior sekaligus Staf Khusus Rektor Bidang Pengembangan Pascasarjana Prof. M. Zuhdi, M.Ed., Ph.D., Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Yusuf Rahman, M.A., Kepala Bagian Akademik sekaligus Plt. Kepala Biro AAKK Rahmawati, S.Psi., M.M., Kepala Pusat Informasi dan Humas Zaenal Muttaqin, S.Th.I., M.Ag., serta Ketua Pusat Admisi Rachmat Baihaqi, M.A., Ph.D.
Dalam pemaparannya, Perwakilan Divisi Wakaf STF UIN Jakarta, H. Willy Oktaviano, Lc., M.A., menjelaskan bahwa wakaf memiliki prinsip menjaga dana pokok agar tetap abadi, sementara manfaat yang digunakan berasal dari hasil pengelolaan atau investasi dana tersebut. Karena itu, wakaf uang yang dihimpun STF diarahkan menjadi endowment fund yang manfaatnya dapat terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan di UIN Jakarta.
“Wakaf tersebut ra'sul mal atau dananya itu harus abadi. Jadi wakaf uang ini hasil dari investasinya yang akan dimanfaatkan,” jelasnya.
Ia menyampaikan, STF UIN Jakarta saat ini telah menghimpun dana wakaf uang sebesar Rp3.007.312.275. Dana tersebut terdiri atas wakaf uang abadi dan wakaf uang berjangka. Sekitar Rp1,25 miliar di antaranya merupakan wakaf berjangka yang digunakan sesuai periode wakaf, sementara hasil investasinya dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa melalui beasiswa dan bantuan dana talangan.
“Dari hasil investasinyalah setiap tahun kita gunakan untuk membantu beasiswa ataupun bantuan dana talangan bagi mahasiswa yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Willy, manfaat pengelolaan wakaf STF telah dirasakan mahasiswa UIN Jakarta sejak 2012. Hingga kini, beasiswa dan bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp2,9 miliar dengan penerima lebih dari 1.400 mahasiswa. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pengelolaan wakaf dapat memberikan manfaat nyata sekaligus berkelanjutan bagi sivitas akademika.
Karena itu, STF memperkenalkan Wakaf Bakti Alumni dengan nominal Rp10.000 bagi calon wisudawan/ti. Willy menilai kontribusi tersebut dapat menjadi bentuk rasa syukur atas proses pendidikan yang telah ditempuh sekaligus bagian dari upaya alumni menjaga keberlanjutan manfaat bagi mahasiswa generasi berikutnya. Dana yang terkumpul akan menambah endowment fund UIN Jakarta.
“Insyaallah dana wakaf ini akan abadi dan akan menambah dana endowment bagi Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.
Willy menjelaskan, partisipasi Wakaf Bakti Alumni dapat dilakukan melalui QRIS yang disediakan STF menggunakan mobile banking maupun e-wallet. Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan contoh dengan melakukan transaksi wakaf secara langsung untuk menunjukkan bahwa program tersebut dapat diikuti dengan mudah oleh calon alumni.
Selain Wakaf Bakti Alumni, STF juga menjalankan Gerakan Wakaf Uang Rp1.000 Per Minggu bagi civitas akademika di setiap fakultas. Willy mencontohkan, apabila sekitar 42.000 mahasiswa berpartisipasi dengan nominal tersebut setiap pekan, dana yang terkumpul secara teoritis dapat mencapai Rp42 juta per minggu untuk dikembangkan sebagai dana abadi.
“Kalau Rp1.000 per minggu dari 42.000 mahasiswa, kita bisa dapat 42 juta per minggu. Dan itu angka yang lumayan kalau kita jadikan dana abadi atau endowment fund,” jelasnya.
Willy menegaskan bahwa keberlanjutan program tersebut bergantung pada amanah dalam pengelolaan dana dan konsistensi partisipasi sivitas akademika. STF sebagai nazir berkomitmen mengelola dana wakaf dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat terus dirasakan mahasiswa yang membutuhkan.
“Insyaallah kami sebagai nadzir akan bertanggung jawab, akan amanah untuk mengelola dana ini sebaik-baiknya, sehingga manfaatnya dirasakan oleh teman-teman kita, adik-adik kita yang membutuhkan,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Wisuda ke-141, Wakaf Bakti Alumni menempatkan alumni bukan hanya sebagai lulusan yang menyelesaikan masa studi, tetapi juga sebagai bagian dari keberlanjutan almamater. Melalui kontribusi yang sederhana namun dikelola secara berkelanjutan, wakaf alumni diharapkan dapat memperkuat dana abadi UIN Jakarta sekaligus menjaga kebermanfaatannya bagi mahasiswa yang membutuhkan pada masa mendatang.
