IC FEST 2026: Wadah Mahasiswa UIN Jakarta Memajukan Bahasa dan Budaya Mancanegara

IC FEST 2026: Wadah Mahasiswa UIN Jakarta Memajukan Bahasa dan Budaya Mancanegara

Rizki Permata Naswa Iqwalia Adean Zamzani
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online –  UKM Foreign Languages Association (FLAT) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar International Culture Festival (IC FEST) 2026 dengan tema “Unfolding Culture Beyond Nations Through Education and Language” dalam rangka memperkenalkan bahasa dan budaya. Kegiatan ini dihadirkan dengan menampilkan ragam prestasi generasi muda yang dihadirkan oleh ratusan pengunjung di Auditorium Harun Nasution, Kamis (17/09/2026). 

Rangkaian  IC FEST 2026 meliputi pengumuman pemenang kompetisi speech, storytelling, scrabble, dan khitobah. Acara dihadiri oleh Ketua Tim Kemahasiswaan, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Ketua Umum FLAT UIN Jakarta, Safira Putri Sukandar, para peserta lomba, serta civitas akademika UIN Jakarta. Dalam keynote speech yang berlangsung, Ketua Tim Kemahasiswaan, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., menekankan pentingnya pengembangan keterampilan bahasa asing bagi mahasiswa UIN Jakarta. Menurutnya, penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan hal mendasar  yang harus diterapkan dalam interaksi di tengah masyarakat. 

“Di kampus UIN Jakarta ini, tidak cukup hanya sekadar menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kedua bahasa itu sudah wajib hukumnya untuk dikuasai oleh mahasiswa. Jadi, jangan pernah bilang “saya tidak bisa bahasa Arab”, sedangkan kalian adalah mahasiswa UIN Jakarta," tegasnya. 

Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi kunci penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Selain membuka cakrawala berpikir, penguasaan bahasa juga memungkinkan seseorang memahami dan menghargai beragam kebudayaan mancanegara.

“Kuasailah bahasa. Jika kalian menguasai bahasa, dunia akan berada di dalam genggaman kalian. Ketika dunia sudah berada di genggaman, kalian dapat menentukan arah dan mencetak sejarah kapan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum FLAT UIN Jakarta, Safira Putri Sukandar, menyampaikan pentingnya peran bahasa dalam berinteraksi dan mengekspresikan diri.

“Tanpa bahasa, kita tidak bisa berkomunikasi, mengutarakan pendapat, maupun mengekspresikan perasaan kita. Melalui bahasa, kita dapat melakukan semua hal yang kita inginkan,” ungkapnya.

FLAT UIN Jakarta sendiri merupakan wadah bagi mahasiswa UIN Jaakarta untuk mengeksplorasi bahasa dan kebudayaan asing. Organisasi ini memfasilitasi pembelajaran berbagai bahasa dunia, seperti bahasa Jerman, Prancis, Jepang, Korea, dan Mandarin. Selain bidang kebahasaan, FLAT juga aktif dalam kegiatan seni tari, debat bahasa Inggris dan Arab, serta pidato bahasa Inggris dan Arab.

Berbagai pencapaian telah diukir oleh anggota FLAT, diantaranya Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) Level N3, Alfin Hafidz yang berhasil lulus. Selanjutnya, mahasiswi Juara 2 dalam ajang International English Speech Competition, dan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Jakarta, Syifa Azahra meraih Prestasi di tingkat Asia. IC FEST 2026 sendiri menampilka wakil UIN Jakarta, yang beradil meraih Juara Harapan 1 pada cabang lomba speech, Nur Syafika Lutfil.

Selain kompetisi, IC FEST 2026 juga dimeriahkan oleh penampilan Grand Cultural Parade yang menampilkan berbagai pengetahuan budaya negara lain. Budaya Mandarin diperkenalkan sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di dunia yang kaya akan sistem nada, aksara khas, filosofi, dan nilai tradisi Tionghoa dengan salam “ni hao”, kebudayaan Prancis turut disajikan melalui karakter bahasanya yang elegan serta kekayaan seni, sastra, mode, kuliner, dan sejarahnya dengan sapaan khas “bonjour”. 

Sebagai penutup, Ketua Umum FLAT UIN Jakarta, Safira Putri Sukandar menambahkan bahwa mempelajari bahasa tidak hanya mengetahui bahasa namun juga mengolah macam budaya yang ada di antara berbagai negara. Ia juga mengungkapkan bahwa IC FEST berhasil dilaksanakan dengan melihat para hadirin merasa terunggah untuk mempelajari kebudayaan di dunia.

“Mempelajari bahasa tidak hanya bisa berbicara dengan bahasa tersebut namun juga mengetahui berbagai macam budaya bukan hanya budaya negeri sendiri tapi sampai budaya mancanegara. Saya harap peserta yang hadir tidak hanya merasakan keseruan selama acara namun juga merasa tertarik dan tergugah untuk mempelajari berbagai bahasa dan budaya yang ada di dunia,” tutupnya.

Selain itu, kebudayaan Korea ditampilkan lewat keunikan aksara Hangeul, busana tradisional Hanbok, hingga fenomena K-Pop dan K-Drama yang mendunia. Sementara itu, kebudayaan Jepang memperlihatkan perpaduan menarik antara tradisi dan modernitas melalui sistem penulisan Hiragana, Katakana, dan Kanji, serta tradisi menyapa tamu “irasshaimase”, upacara minum teh, busana Kimono, hingga Anime dan Manga.

Sebagai informasi rangkaian acara selengkapnya mengenai IC FEST 2026, dapat disaksikan melalui kanal Instagram @internationalculture.fest.